batik madura keindahan motif yang menandai kerinduan istri pelaut - News | Good News From Indonesia 2023

Mengenal 3 Motif Batik Asli Madura dan Maknanya yang Mendalam

Mengenal 3 Motif Batik Asli Madura dan Maknanya yang Mendalam
images info

Mengenal 3 Motif Batik Asli Madura dan Maknanya yang Mendalam © Flickr/Lulus Tri Andika


Batik Madura dengan batik Tanjung Bumi di Bangkalan berbeda dengan batik dari kabupaten lain di pulau Madura, salah satunya dari keunikan motif dan juga warna khas pesisir yakni merah, hijau dan biru.

Semua pembatik di Tanjung Bumi adalah perempuan yang umumnya memang istri pelaut. Dari kerinduan tersebut tertoreh motif-motif klasik batik. Hal inilah yang dilakukan oleh Raudah saat menanti suaminya dengan berkreasi menggunakan canting ditangannya.

Salah satu motif yang paling populer adalah tase’malajhe bisa diterjemahkan melaut. Pada motif tase’malajhe, pembatik Tanjung Bumi melukis kelok-kelok seumpama ombak kecil di laut tenang.

“Lewat ombak halus pada tase’malajhe, istri pelaut berharap tak ada ombak besar yang bakal membahayakan,” tulis Mawar Kusuma dan Aryo Wisanggeni G dalam Selisik Batik Madura: Liputan “Ombak Rindu” Batik yang dimuat Kompas.

Disebutkan doa sekaligus kerinduan pada selembar batik tase’malajhe ini berpadu dengan warna kuat dan tegas. Di antara ombak tase’malajhe, jelasnya para istri pelaut juga menorehkan hiasan bunga dengan latar motif kuno gringsing.

Apa Itu Motif Batik Madura?

Batik Tanjung Bumi merupakan salah satu bagian dari kekayaan batik Madura yang memiliki karakter khas dibandingkan daerah lain di Indonesia. Secara umum, motif batik Madura berkembang dari kehidupan masyarakat pesisir, tradisi lokal, hingga pengaruh perdagangan yang telah berlangsung selama berabad-abad di Pulau Madura.

Setiap daerah di Madura memiliki corak yang berbeda. Jika Tanjung Bumi di Bangkalan identik dengan motif pesisir yang terinspirasi dari kehidupan maritim, maka Pamekasan, Sampang, dan Sumenep juga memiliki motif unggulan yang lahir dari sejarah, budaya, dan lingkungan masing-masing.

Motif Sentuhan Laut

Motif Sentuhan Laut

Selain motif tase'malajhe, Tanjung Bumi memang kaya dengan sentuhan laut, seperti motif PacarCina. Bunga Pacar Cina yang dahulu banyak dijumpai di kawasan pantai memang telah punah, tetapi bentuknya masih diabadikan dalam motif batik.

Ada pula motif Lorjuk yang diadaptasi dari hewan laut lorjuk yang menyerupai kerang, sedangkan motif Lemar menghadirkan gambar kapal secara realistis. Kecintaan masyarakat terhadap laut juga tampak dari rumah-rumah tradisional Madura yang menghadap ke arah laut.

Kurt Stenross dalam buku Madurese Seafarers menyebut pentingnya perdagangan kayu dan ternak sebagai komoditas ekspor utama bagi eksistensi armada perahu tradisional di Pelabuhan Telaga Biru, Tanjung Bumi.

"Masa keemasan perdagangan kayu dan ternak di Telaga Biru itu berakhir pada 2002 ketika perdagangan kayu dibatasi karena banyaknya kayu ilegal," paparnya.

Kejayaan maritim masa lalu masih terlihat dari bekas gudang serta rumah-rumah megah berdinding putih yang menjulang tinggi meski kini mulai memudar di Tanjung Bumi, menyerupai kota pelabuhan tua yang ditinggalkan.

Teknik kuno

Penggunaan teknik kuno dalam membatik masih dapat dijumpai di Tanjung Bumi. Ketua Komunitas Batik Jawa Timur sekaligus dosen Universitas Petra Surabaya, Lintu Tulistyantoro, menyebut teknik permainan malam yang menghasilkan garis-garis warna halus sebagai teknik duri.

"Munculnya garis halus itu lebih karena permainan malam, bukan karena kehalusan canting," paparnya.

Selain di Tanjung Bumi, teknik kuno duri hanya ditemukan di Tuban dan Cirebon yang juga dikenal sebagai wilayah pelabuhan besar. Teknik ini merupakan warisan lama yang berkembang sebelum dikenal teknologi canting seperti saat ini.

Para pembatik Tanjung Bumi berasal dari keluarga nelayan sehingga ragam motifnya berkembang karena lebih banyak bersentuhan dengan dunia luar. Hal tersebut berbeda dengan batik pedalaman yang umumnya dibuat oleh masyarakat agraris.

Selain itu, para pembatik Tanjung Bumi memiliki keleluasaan waktu sehingga membatik bukan sekadar pekerjaan sampingan, melainkan menjadi mata pencaharian utama. Sebuah batik tulis halus dapat dikerjakan sedikitnya selama enam bulan sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

"Kadang batik masih separuh jadi sudah dikembalikan kepada saya dan harus dibayar karena pembatiknya mau ke Malaysia. Pembatik bisa seenaknya. Kalau kita enggak mau terima, mau ke mana kita? Saya punya tangan-tangan khusus semua," katanya.

baca juga

Ciri-Ciri dan Karakteristik Batik Madura

Batik Madura dikenal melalui penggunaan warna-warna cerah dan kontras seperti merah, hijau, kuning, biru, hingga hitam. Warna tersebut diperoleh melalui proses pewarnaan bertahap yang menghasilkan karakter warna kuat sekaligus tahan lama.

Selain itu, motif batik Madura umumnya tersusun rapat dengan isen-isen yang rumit sehingga terlihat kaya akan detail. Sebagian besar masih diproduksi menggunakan teknik batik tulis dengan proses pengerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi, terutama pada batik-batik berkualitas premium dari Tanjung Bumi.

Ragam Motif Batik Madura

Motif Gentongan

Motif Gentongan berasal dari Kabupaten Pamekasan, terutama berkembang di Desa Klampar dan wilayah sekitarnya. Nama "Gentongan" berasal dari penggunaan gentong tanah liat sebagai media perendaman kain saat proses pewarnaan alami yang dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga menghasilkan warna khas yang kuat.

Motif Gentongan banyak menampilkan ornamen bunga, daun, burung, serta bentuk geometris dengan warna merah tua, hitam, hijau, dan biru. Karakternya mewah, elegan, dan berwarna pekat, sedangkan filosofinya melambangkan kesabaran, ketekunan, serta kemakmuran karena setiap lembar batik dibuat melalui proses yang panjang.

Motif Lancor

Motif Lancor berasal dari Kabupaten Pamekasan dan terinspirasi dari Monumen Arek Lancor yang menjadi ikon daerah tersebut. Bentuk motifnya berupa garis-garis yang memancar menyerupai tombak atau sinar, kemudian dipadukan dengan ornamen bunga dan sulur khas Madura.

Motif ini umumnya dibuat menggunakan teknik batik tulis, meski kini juga diproduksi dengan teknik cap maupun kombinasi. Karakternya tegas dan dinamis, sedangkan filosofinya melambangkan keberanian, semangat perjuangan, serta keteguhan masyarakat Madura.

Motif Poncowarno

Motif Poncowarno berkembang di Kabupaten Sumenep dan menjadi salah satu motif yang identik dengan kekayaan warna. Nama "Poncowarno" berasal dari kata ponco yang berarti lima dan warno yang berarti warna, sehingga menggambarkan perpaduan lima atau lebih warna dalam satu lembar kain batik.

Motif ini umumnya dibuat secara batik tulis dengan memadukan bunga, dedaunan, serta ornamen tradisional yang tersusun harmonis. Karakternya ceria, kaya warna, dan penuh detail, sedangkan filosofinya melambangkan keberagaman, keharmonisan, serta harapan akan kehidupan yang seimbang dan penuh keberkahan.

Sentra Produksi Batik Madura

Sentra batik Madura tersebar di empat kabupaten yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda. Kabupaten Bangkalan, khususnya Tanjung Bumi, dikenal sebagai pusat batik tulis halus bermotif pesisir dengan teknik tradisional yang masih dipertahankan hingga kini.

Sementara itu, Desa Klampar di Kabupaten Pamekasan menjadi salah satu sentra produksi batik terbesar di Madura yang menghasilkan batik tulis, batik cap, hingga batik kombinasi.

Kabupaten Sumenep juga memiliki sejumlah sentra batik yang mempertahankan motif-motif klasik, termasuk Poncowarno, sedangkan Kabupaten Sampang terus mengembangkan industri batik melalui para perajin lokal.

Keberadaan sentra-sentra tersebut menunjukkan bahwa batik Madura tidak hanya menjadi warisan budaya yang kaya akan filosofi, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif masyarakat Pulau Madura hingga saat ini.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.