Pastinya Kawan sudah mengenal tentang Lebaran Idul Fitri. Lalu, apakah Kawan mengenal juga tentang Lebaran Depok? Apakah hal itu sejenis hari raya untuk Kota Depok?
Yap, sebagian besar orang mungkin masih belum mengetahui tentang hari raya ini. Lebaran Depok menjadi momentum terindah bagi warga Depok, loh. Lalu, seperti apa sih Lebaran Depok?
Apa itu Lebaran Depok

Poster Lebaran Depok 2023. | Sumber: berita.depok.go.id
Dilansir dari berita.depok.go.id, Lebaran Depok adalah event rutin yang diselenggarakan secara tahunan di Depok. Menurut Walikota Depok, Mohammad Idris, lebaran ini merupakan usaha pelestarian kebudayaan yang sudah ada sebelumnya.
Beberapa budaya tersebut, seperti penyembelihan kebo, ngubek empang, nyedengin baju, dan rantangan. Ada beberapa rangkaian acara lainnya di Lebaran Depok. Pada 2023, Lebaran Depok diadakan di Perumahan Garden di Sawangan, Kecamatan Bojongsari, Depok.
Lebaran Depok sendiri biasanya berlangsung selama 3 hari pelaksanaan. Beberapa hari tersebut biasanya diisi dengan rangkaian, seperti lomba, pameran kesenian, dan bedah kamus bahasa Depok. Selain itu, terdapat pameran UMKM yang menawarkan berbagai barang yang pastinya terdapat diskon khusus bagi pelanggan.
Lebaran Depok Meningkatkan Usaha Warga
Perlu diketahui, sebuah festival pasti akan menarih perhatian pengunjung. Dengan pengunjung yang ramai, maka UMKM warga memiliki keuntungan yang berlipat ganda. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok, Dede Hidayat menjelaskan bahwa keuntungan pada Lebaran Depok bisa mencapai miliaran rupiah.
"100 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdaftar dalam Wirausaha Baru (WUB) tahun lalu kami libatkan dalam Lebaran Depok 2023, sisanya UMKM dari kecamatan. Kami rasa ini kegiatan calender of event yang cukup berhasil, karena perputaran uang capai miliaran. Jumlah pastinya masih dalam tahap perhitungan karena acara masih berlangsung hingga malam ini," ujarnya yang dilansir dari berita.depok.go.id pada Sabtu (20/5).
Maka dari itu, output dari Lebaran Depok ini bisa menyejahterakan UMKM, khususnya di wilayah Kota Depok. Ditambah, produk UMKM semakin dikenal luas oleh masyarakat. Tentunya, pelaku usaha dapat menciptakan kreasi menarik sekaligus promosi untuk mencapai laba yang tinggi.
"Outputnya dari kegiatan seperti ini, WUB maupun pelaku usaha lainnya bisa perkenalkan produk UMKM secara luas. Ke depan kami ingin booth yang disediakan harus diprioritaskan untuk UMKM binaan Depok dan jumlahnya diperbanyak," jelasnya.
Toleransi Budaya Meningkat di Kota Depok
Dengan beberapa pagelaran budaya, harapannya warga Depok memiliki toleransi yang tinggi. Perlu diektahui, acara Lebaran Depok juga memperkenalkan kebudayaan dari berbagai suku.
Contohnya, fashion show dan arak-arakan dengan pakaian adat. Hal ini mengisyaratkan bahwa kota Depok tidak hanya berdiri untuk etnis Betawi, melainkan juga berbagai etnis lain.
"Ini terus dikembangkan bahwa di Depok tidak hanya orang Betawi ora saja. Ternyata memang juga ada sebuah etnis yang lain yang kedua sebenarnya terbesar adalah Jawa, lalu Sunda, Minang terus sampai etnis yang lainnya," jelasnya.
Dengan toleransi yang meningkat, Lebaran Depok bisa menjadi ajang silaturahmi bagi warga Depok lainnya. Mereka bisa juga meningkatkan kemampuan baik softskill maupun hardskill melalui lomba yang disediakan oleh panitia. Bahkan tahun 2023, partisipasi aktif pada Lebaran Depok ini mencapai 50 ribu orang.
Itulah beberapa informasi singkat tentang Lebaran Depok. Meskipun dikhususkan untuk budaya Depok, sebenarnya event ini bisa menjadi ajang pelestarian budaya Indonesia. Maka dari itu, Kawan bisa meramaikan event ini pada tahun berikutnya, ya. Ngomong-ngomong, apakah Kawan pernah mengikuti Lebaran Depok tahun ini?
Referensi: radardepok.com | beritadepok.go.id
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


