tradisi lisan ayo dampiang masyarakat agraris di kabupaten pesisir selatan nagari salido - News | Good News From Indonesia 2023

Tradisi lisan ayo dampiang masyarakat agraris di kabupaten pesisir Selatan Nagari Salido

Tradisi lisan ayo dampiang masyarakat agraris di kabupaten pesisir Selatan Nagari Salido
images info

dokumentasi fitrah, Pesisir Selatan 21 februari 2023


#LombaArtikelPKN2023#PekanKebudayaanNasional2023

#IndonesiaMelumbung untuk melambung

Minangkabau adalah salah satu etnis di Indonesia yang terkenal dengan masyarakatnya yang menganut sistem kekerabatan matrilineal dimana garis keturunan menurut garis ibu. Selain itu Minangkabau juga sangat kaya akan kebudayaan, tradisi, kesenian, dan adat istiadat. salah satunya yaitu tradisi lisan. Tradisi lisan merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang hidup di suatu daerah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Lord (dalam Kartika & Soraya, 2021:1-2) bahwa sebagai ekspresi masyarakat yang dinyatakan dalam tradisi lisan tidak hanya berisi tentang cerita dongeng, mitologi, atau legenda seperti yang umum diartikan, tetapi juga mengenai sistem kognitif masyarakat, sarana ekspresi, sistem kepercayaan, pembentukan dan peneguhan adat istiadat.

Di Minangkabau terdapat sebuah tradisi lisan yang sangat menarik, tradisi masyarakat agraris ini hidup di wilayah pesisir pantai Sumatera Barat yaitu Kabupaten Pesisir Selatan di Desa Salido Sari Bulan, Tradisi lisan itu disebut Ayo Dampiang.Ayo Dampiang merupakan merupakan nyanyian rakyat yang dimainkan menggunakan beberapa pantun dan dendang, dan dimainkan secara bersambungan dan berbalas-balasan.Badampiang dilakukan di malam hiburan pada pesta perkawinan yang disebut tajanguak.

Selain dalam acara tajanguak, ayo dampiang dahulunya juga dilakukan dalam pesta perkawinan pada prosesi mamanggia malam. Mamanggia malam adalah tradisi menjemput marapulai (mempelai laki-laki) oleh keluarga mempelai wanita untuk datang menginap pertama kalinya di rumah anak daro (mempelai wanita). Ayo dampiang pada prosesi ini dilakukan ketika berarakan-arakan dalam perjalanan dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai wanita. (wawancara dengan Kabia, 24 Februari 2023)

Tradisi malam tajanguak dan mamanggia malam di Nagari Salido Sari Bulan ini sudah sangat jarang dilakukan oleh masyarakat Salido Sari Sari Bulan hal ini terjadi karena beberapa faktor. Pertama, pesta perkawinan dengan pelaksanaan ayo dampiang dimalam tajanguak menghabiskan waktu sampai satu minggu sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar. Kedua, Kebiasaan merantau orang Minangkabau yang membuat mempelai laki-laki tidak bisa berlama-lama di kampung dan harus balik ke rantau untuk kembali bekerja. Sehingga marapulai (mempelai laki-laki) tidak dapat mengikuti acara pada malam tujanguakyang berada dihari terakhir pesta perkawinan.Ketiga, masyarakat sudah terpengaruh oleh zaman dengan munculnya hiburan di akhir pesta pernikahan berupa live music,dll.

Dahulunya, melihat tradisi tujanguak dan mamangia malam ini memiliki hambatan dan mulai jarang dilakukan. Para perempuan yang sering menyaksikan tradisi lisan pada pesta perkawinan, memiliki rasa cinta terhadap tradisi dan kesenian.Mereka berinisiatif memainkan tradisi lisan Ayo dampiang oleh kaum perempuan saja. Para perempuan tersebut memainkan tradisi lisan ayo dampiang pada saat menanam padi dan basiyang (menyiang) padi di sawah. Hal ini dikarenakan pada musim bertanam padi dan basiyang (menyiang) padi perempuan-perempuan berkumpul.

Adapun alasan para perempuan tersebut memainkan tradisi lisan ayo dampiang adalah pertama sebagai hiburanyaitu menghibur dan mengusir rasa lelah dan jenuh saat bekerja, selain itu untuk mengungkapkan perasaan yang dirasakan oleh petani melalui pantun-pantun yang didendangkan seperti perasaan gembira, sedih, asmara dan sebagainya. Kedua, ingin melestarikan tradisi lisan ayo dampiang agar terus hidup dan dimainkan di tengah-tengah masyarakat Nagari Salido Sari Bulan. (wawancara dengan Embek 21 Januari 2023). Bentuk pemertahanan yang dilakukan perempuan-perempuan ini menjadi bukti kecintaan mereka terhadap kebudayaan dan patut menjadi contoh bagi kita generasi muda untuk terus melakukan upaya-upaya dalam mempertahankan kebudayaan dan tradisi lisan yang ada di daerah kita masing-masing, sebagai bentuk melestarikan dan mengembangkan budaya yang menjadi identitas bangsa Indonesia tercinta ini.

  • Waktu dan tempat pelaksanaan

Tradisi ayo dampiang dilakukan di sawah pada saat manyirayo. Manyirayo adalah kegiatan gotong-royong untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa diupah, diberikan makanan dan minum selama bekerja oleh orang yang punya sawah. Manyirayo ini dilakukan oleh kerabat kandung atau keluarga kelahiran sebagai bentuk saling tolong-menolong antar sesama kerabat dan masyarakat. Hal ini juga menunjukan sistem kekerabatan Matrilineal yang menyatu dengan masyarakat Minangkabau.

  • Pantun dan dendang

Dalam tradisi ayo dampiang yang dimainkan di sawah ini, para pemain menggunakan beberapa dendang, dengan dendang inilah pemain dapat saling menyabung lagu dan berbalas pantun dengan teratur tanpa menggunakan teks sebagai patokan. Pantun yang dimainkan menyesuikan dengan jenis pantun yang akan dimainkan. contohnya kabungo memakai lirik atau kiasan tentang bunga dan lingkungannya seperti kumbang, tangkai, madu dan sebagainya. Dalam tema kabungo ini memakai sampiran maupun isi tentang bunga begitu juga dengan tema pantun lainnya seperti ;Kaburuang,paruntuangan, kalawik,karimbo.dll

  • contoh lirik Kabungo:

Batang aia lubuak mangaga

Nampak nan dari lubuak patai

Mamutiah bungo di dalam paga

Bungo baracun ditiok tangkai

Jenis jenis dendang

  1. Ayo Dampiang

Ciri ciri dendang Ayo Dampiang

      adalah:

- > Dendang ayo dampiang diawali dengan bersorak bersama sama menyebutkan

piang lareh dampiang… Ayo dampiang…”.

- > Menggunakan nada yang cukup tinggi

- > Lirik pertama dinyanyikan oleh salah seorang petani akan dijawab dengan sorakan kata “ iyo.. “

->Terdapat pengulangan lirik yang dijawab bersama menggunakan kalimat berikut:

“Aduh dandan, iyo (disambung dengan pengulangan lirik sebelumnya) “

Contohnya:

Pemain 1

Eei tenggihla bukik tuan oi

oi tenggila bukik

Iyo (Bersorak)

mandi anginn

sinanla maadu oo anak kudo

Para Petani:

aduh dandan, iyoo la nak kudo

Pemain 2

ee… oi kasiah bagaluik la da kanduang

oi kasiah bagaluik

iyoo (bersorak)

Dalam camin raso dianyang lado mudo

Para Petani

Aduh dandan, iyo lado mudo

Para Petani

Ee lareehh ayo dampiang...

ayo dampiang...

  1. Tak oyai
  2. Sikambang aia tajun dan si kambang lagam
  3. Raun Sabalik

Alat-alat yang digunakan dalam Pelaksanaan Tradisi ayo dampiang

Dalam melaksanakan tradisi ini para petani menggunakan beberapa alat yang digunakan untuk menggantikan musik. Alat yang dipakai adalah benda yang memang dibawa untuk keperluan ke sawah dan benda-benda yang ada di lingkungan sawah.

1. kaleng atau ember (Kaleng atau ember ini dipukul seperti memukul gendang)Biasanya alat ini digunakan untuk mengiringi dendang yang memiliki nada cepat seperti Raun Sabalik.

2.Tempurung kelapa: Tempuruang atau masyarakat Salido Sari Bulan menyebutnya sebagai Sayak digunakan untuk pengganti Talempong. Tempurung kelapa juga digunakan pada kegiatan manyirayo Batunangan sebagai simbol atau kiasan pada calon pengantin. Uniknya, pada Manyirayo Batunangan ini adalah ketika berpindah tempat dari tumpak sawah satu ke tumpak sawah berikutnya. Para pendendang menyanyikan lagu dengan dendang ayo dampiangsembari mengiringi petani yang diparodikan sebagai pengantin perempuan yang disebut Anak daro. Tepurung kelapa dihias menggunakan tanah liat dan rumput-rumput di sawah sebagai Suntiang. Kemudian, dipakai di atas kepala. Sembari diarak ke tumpak berikutnya para petani bernyanyi dengan irama ayo dampiang dengan tema pantun percintaan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.