Ornamen rumah Joglo tidak hanya memiliki karakteristik dari bentuk atapnya yang megah, tetapi juga menyimpan pesona estetika tinggi pada setiap detail ukirannya. Bagi masyarakat Jawa, ragam hias pada urkiran di rumah adat Jawa Tengah ini bukan sekadar hiasan semata, setiap motif ukiran ragam hias di rumah joglo memiliki makna dari doa, harapan, hingga falsafah hidup yang diwariskan secara turun-temurun.
Kehadiran ukiran pada rumah Joglo mencerminkan pandangan hidup, estetika hingga makna spiritualitas. Mari Kawan GNIFI pahami apa saja ornamen rumah Joglo, mulai dari motif flora, fauna, alam, hingga letak dan makna filosofisnya berikut ini.
Mengara Rumah Joglo Memiliki Banyak Ornamen?
Dalam pandangan kosmologi Jawa, rumah adat Joglo dipandang sebagai mikrokosmos (alam kecil) yang mencerminkan makrokosmos (alam semesta). Menurut Dinas Kebudayaan Yogyakarta, rumah menjadi tempat berlangsungnya hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Oleh karena itu, setiap ukiran dipahat bukan tanpa alasan. Ornamen pada rumah tradisional ini memiliki fungsi simbolis sebagai penolak bala (perlindungan dari energi negatif), permohonan doa kebaikan, penanda status sosial pemilik rumah, sekaligus media estetika penyeimbang bangunan.
Ragam Hias Rumah Joglo

Ragam Hias Rumah Joglo | Sumber Foto: Photo by hartono subagio on Pexels
Motif tumbuhan (flora) merupakan jenis ornamen yang paling dominan dijumpai pada arsitektur rumah tradisional Jawa atau rumah joglo.
Berikut adalah ragam hias rumah joglo beserta maknanya:
Ragam Hias Flora Rumah Joglo
Motif tumbuhan (flora) merupakan jenis ragam hias yang paling dominan dijumpai pada arsitektur rumah tradisional Jawa.Dikutip dari laman HIMARS BINUS University, Ragam hias flora ini menyimbolkan kesuburan, pertumbuhan, dan keharmonisan antara manusia dengan alam sekitar.
Berikut adalah beberapa jenis ornamen flora yang umum menghiasi elemen rumah Joglo beserta bentuk, lokasi penempatan, dan makna filosofisnya:
- Lung-lungan
Berupa ukiran sulur tumbuhan yang merambat dan meliuk indah, biasanya dijumpai pada bagian blandar (balok kayu horizontal), gebyok (dinding kayu), serta kerangka pintu. Melambangkan kelangsungan hidup yang terus bertumbuh, keharmonisan, serta rezeki yang terus mengalir tanpa putus.
- Patran
Patran memiliki motif berbentuk dedaunan yang disusun secara simetris dan geometris, umumnya diletakkan pada tiang atau pelipit kayu. Motif inii menyimbolkan kesuburan, pertumbuhan kebaikan, dan perlindungan bagi seluruh penghuni rumah.
- Padma
Mortif Padma berbentuk bunga teratai merah yang sedang mekar, sering ditempatkan pada umpak (batu alas tiang) maupun bagian tiang utama (soko guru). Bungan teratai memiliki makna kesucian hati dan keagungan karena mampu tumbuh indah dan bersih meski berada di atas lumpur.
- Nanasan
Seperti namanya, motif yang menyerupai buah nanas, umumnya dipahat pada bagian mahkota tiang (soko). ragam hias rumah joglo ini sebagai simbol pembersih jiwa, penawar marabahaya, serta penolak bala agar rumah terhindar dari gangguan energi negatif.
- Saton
Ukiran yang berbentuk kelopak bunga tunggal dalam bingkai lingkaran atau segi empat yang teratur, diletakkan pada pelipit kayu. Saton melambangkan keseimbangan dan keharmonisan dalam menjalani tata krama kehidupan harian.
- Wajikan
Motif belah ketupat yang menyerupai kue tradisional wajik, dijumpai pada isian panel gebyok, pintu, dan jendela. Motif ini dipercaya menggambarkan keteguhan hati dan kekuatan iman dalam menghadapi cobaan hidup.
- Kebenan
Ukurian motif ragam hias rumah joglo yang berbentuk buah keben, dipasang pada bagian mahkota soko guru (pilar utama). Motif ukiran kebean menyimbolkan pengayoman, kedamaian, dan perlindungan dari kepala keluraga kepada anggota rumah tangganya.
Ragam Hias Fauna
Selain motif ukiran flora, ragam hias rumah joglo Jawa, juga memiliki ragam hias fauna, berikut ini.
- Kemamang
Memiliki bentuk muka raksasa (Kala). Kemamang biasanya digunakan pada pintu gerbang, ambang pintu bagian luar rumah. Motif ragam hias rumah joglo ini memiliki makna menelan roh jahat yang ingin masuk ke dalam rumah.
- Peksi garuda
Merupakan burung garuda dengan warna emas. Terletak di bubungan dan tebeng (papan datar di atas pintu, jendela) dan memiliki makna memberatas kejahatan.
- Ular naga
Berwarna emas, putih, atau tembaga berhadapan di tolak belakang, berjajar, atau berbelitan. Terletak berada di pintu gerbang dan bubungan rumah dengan arti menghilangkan mara bahaya.
- Jago
Adalah ragam hias yang berbentuk ayam jantan terletak di atas bangunan di ujung bubungan. Memiliki arti kejantan, keberanian, kekuatan batin dan fisik.
- Mirong
Melambangkan putri mungkur yang berada di tiang-tiang bangunan suka guru, suka penangap, penith bermakna kepercayaan perwujudan Kanjeng Ratu Kidul.
Ragam Hias Alam
Unsur alam juga tidak terlepas dari ragam hias rumah joglo. Hal ini juga karena masyarakat Jawa memandang alam menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Berikut ini adalah ragam hias alam di Rumah Joglo Jawa:
- Gunungan
Berbentuk gunung yang menyerupai pohon, letaknya di bubungan rumah tengah. Serta memiliki lambang alam semesta dengan puncak keagungan.
- Makutha
Merupakan ragam hias yang memiliki bentuk mahkota dan terletak pada bubungan atap di tengah atau di bagian tepi kanan kiri. Bermakna raja wakil dari Tuhan yang memberkahi seisi rumah agar selamat.
- Praba
Ukiran berbentuk melengkung meninggi berujung di tengah mirip daun-daunan atau ekor merak. Ragam hias ini terletak di tiang-tiang sebelah atas dan bawah pada keempat sisi tiang. Memiliki makna sinar atau memberikan cahaya pada tiang-tiang sehingga menambah keindahan.
- Panah
Ragam hias yang berbentuk anak panah yang menuju ke satu titik dalam bidang segiempat biasanya berada tebeng pintu (sebelah atas pintu) sembarang pintu. Melambangkan ventilasi delapan senjata dari 8 arah mata angin sebagai penolak bala.
- Kepetan
Memiliki bentuk ¼ lingkaran, sisi lengkung berombak, biasanya terdapat di patang aring senthong, daun pintu dinding gebyok. Memiliki sumber penerangan bagi seisi rumah (lambangan matahari zaman Hindu).
- Mega Mendhung
Awan putih dan awan hitam berada di tepi blandar, pintu, tebeng jendela, tebeng sekat. Dengan memiliki makna sifat mendua: laki-laki perempuan, hitam putih, siang malam, dan baik buruk.
- Banyu tetes
Merupakan bentuk tetesan air yang terkena sinar matahari yang terletak bersamaan dengan patran pada rangka. Ragam hias ini memiliki makna tiada kehidupan tanpa air.
Ragam Hias Agama dan Kepercayaan
Selain ragam hias flora, fauna, dan alam pada motif ukiran di rumah Joglo. Ragam hias dengan aspek agama juga memiliki makna yang penting yaitu:
- Mustaka
Berwujud kepala dan terletak di tajug untuk masjid atau makam yang memiliki makna mahkota atau topong wayang tokoh raja.
- Kaligrafi
Berwujud huruf arab, distilisasi, dirangkum atau tulisan Jawa.
Di Mana Ornamen Rumah Joglo Biasanya Ditempatkan?
Pada rumah adat Joglo, ragam hias ukiran biasanya difokuskan pada beberapa bagian utama struktur bangunan, seperti:
Saka Guru
Empat tiang utama pada bagian tengah rumah ini biasanya memiliki orname rama flora pada bagian atas dan bawah tiang. Hal in untuk melambangkan poros dan kekuatan.
Tumpang Sari
Susunan balok yang berada di atas Saka Guru rumah joglo ini sering kali diukir raham hias agama. Hal ini sebagai simbol kepercayaan kepada Sang Pencipta.
Pintu Utama
Pada bingkai pintu utama rumah Joglo biasanya menggunakan ragam hias flora dan fauna yang terkurir elok. Flora dan fauna pada pintu masuk ini menggambarkan keterbukaan dan keharmonisan antar sesama manusia
Umpak/Landasan Batu
Landasan batu dibawah 4 tiang utama saka guru ini biasaya memiliki ukiran atau hiasan ragam hias rumah Joglo. Fungsi ragam hias pada bagian umpak ini sebagai simbol kaki yang menompang kehidupan/tubuh. Contoh motif ragam hias yang biasanya digunakan seperti motif flora padma.
Apa Makna Ornamen Rumah Joglo bagi Masyarakat Jawa?
Secara keseluruhan, ornamen rumah Joglo adalah penggambaran simbol dari pentingnya keharmonisan, kesuburan, perlindungan, dan kebijaksanaan pada kehidupan manusia. Setiap pahatan kayu bagaikan cerminan doa sang pemilik rumah yang senantiasa memohon kemakmuran sekaligus wujud rasa syukur atas hubungan erat antara manusia, alam semesta, dan Tuhan.
Ragam hias rumah Joglo adalah warisan kearifan lokal yang menjadikan sebuah bangunan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan, melainkan juga sebagai penuntun moral, penyelaraskan jiwa, dan pengingat akan hakikat perjalanan hidup manusia.
Melestarikan ragam hias pada rumah adat Joglo berarti merawat warisan budaya luhur Nusantara agar tetap hidup sepanjang masa.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


