Misi kemanusiaan yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Tenaga Kesehatan (Nakes) TNI di Field Hospital UEA di Raffah, Palestina serta Floating Hospital UEA di El Arish, Mesir sudah dimulai.
Tugas ini diarahkan langsung oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dan dilakukan di daerah konflik dengan memberikan layanan kesehatan. Total tenaga kesehatan yang dikirim berjumlah 34 orang.
Nakes-nakes yang tergabung pada satgas ini dibagi dalam dua tim. Mereka ditugaskan untuk membantu masyarakat Palestina di Raffah dan El Arish. Tim pertama terdiri dari 25 orang. Sementara itu, tim kedua berjumlah sembilan orang.
Berikan layanan kesehatan optimal
Tim kesehatan TNI yang bertugas membantu masyarakat Palestina | Kementerian Pertahanan RI
Sebanyak 10 orang dari tim pertama ditempatkan di Field Hospital UEA, Raffah, Palestina. Di sisi lain, 15 tenaga kesehatan lainnya berada di Floating Hospital UEA, El Arish, Mesir.
Melalui rilis resmi milik Kementerian Pertahanan RI, tim nakes di Field Hospital UEA, Raffah, sudah memulai aktivitas mereka, Sabtu (7/9/2024), dengan melakukan morning report. Kemudian, para dokter melanjutkan visitasi dan pemeriksaan kepada pasien.
Paramedis dan perawat juga menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Pada kesempatan yang sama, 15 orang yang menjalankan tugas kemanusiaan di Floating Hospital UEA, El Arish, turut serta melakukan aktivitas medis dengan optimal.
Rumah sakit apung tersebut ikut melayani pemeriksaan rutin dan kegiatan operasi, sekaligus layanan fisioterapi bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, tim kedua yang berjumlah sembilan orang, ditempatkan di El Arish, Mesir. Tim tersebut dipimpin oleh dr. Leksmana Sp.Rad.
Keberadaan tim kedua ini memperkuat amunisi nakes di El Arish yang akan membantu memperkuat layanan medis yang sudah berjalan. Dengan demikian, total nakes yang berada di rumah sakit terapung itu menjadi 24 orang.
RS terapung di El Arish, Mesir, sudah beroperasi sejak Februari 2024 lalu. Rumah sakit ini sudah berhasil merawat lebih dari 3.700 warga Palestina yang menjadi korban genosida Israel.
Dedikasi dan profesionalisme tim medis Indonesia di lapangan
Kehadiran tim kesehatan Indonesia ini sangat membantu masyarakat Gaza, Palestina. Korban-korban luka akibat agresi Israel masih terus berjatuhan.
Seluruh korban dan masyarakat yang sedang sakit mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan lengkap dari petugas.
Dengan situasi yang aman dan lengkap, tim kesehatan TNI terus menunjukkan dedikasi dan profesionalisme mereka dalam memberikan layanan medis kepada masyarakat Palestina, baik di Raffah maupun El Arish.
Sampai saat ini, RS UEA yang berada di Palestina dan Mesir sudah melayani 48.704 pasien, termasuk melaksanakan 1.780 kegiatan operasi.
Kehadiran tim kesehatan TNI untuk warga Palestina ini menjadi bukti komitmen Indonesia dalam mendukung misi kemanusiaan bagi Palestina.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


