Seabed 2030 adalah salah satu proyek global yang paling ambisius di bidang kelautan, bertujuan memetakan seluruh dasar laut dunia dengan detail yang belum pernah tercapai sebelumnya. Proyek ini diluncurkan pada tahun 2017 oleh Nippon Foundation bekerja sama dengan General Bathymetric Chart of the Oceans (GEBCO) dan diharapkan selesai pada tahun 2030.
Tujuan utama dari Seabed 2030 adalah mengisi kesenjangan data di dasar laut, yang mencakup sekitar 80% dari lautan dunia yang belum terpetakan dengan baik. Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah data dari Seabed 2030 dapat membantu dalam prediksi gempa megathrust, gempa bumi besar yang dapat memicu tsunami, terutama di wilayah seperti Indonesia. Berikut poin penting tentang proyek ini.
1. Tujuan dan Pentingnya Pemetaan Dasar Laut
Seabed 2030 bertujuan memetakan dasar laut dengan resolusi tinggi. Menurut situs resmi Seabed 2030, proyek ini tidak hanya bertujuan membuat peta geografi, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang struktur geologi dasar laut seperti gunung laut, parit laut, dan zona subduksi—wilayah di mana lempeng tektonik bertemu dan sering menjadi sumber gempa besar.
Pemetaan ini sangat penting karena memberikan data dasar yang krusial bagi berbagai disiplin ilmu, termasuk geologi, oseanografi, dan mitigasi bencana. Pemahaman lebih baik tentang bentuk dasar laut dapat meningkatkan model sirkulasi laut, prediksi tsunami, hingga perencanaan jalur kabel bawah laut. Sejauh ini, hanya sekitar 24,9% dasar laut dunia yang telah dipetakan, yang menekankan pentingnya upaya global ini.
2. Relevansi Seabed 2030 bagi Indonesia
Indonesia, sebagai negara di Cincin Api Pasifik, berada di kawasan dengan aktivitas seismik dan vulkanik yang tinggi. Banyak zona subduksi di sekitar Indonesia, seperti di Sumatra dan Jawa, berpotensi menyebabkan gempa megathrust. Data dari Seabed 2030 akan sangat relevan bagi Indonesia dalam memahami karakteristik dasar laut di wilayah ini.
Salah satu tujuan pemetaan dasar laut ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang topografi dasar laut, termasuk zona subduksi yang memainkan peran penting dalam aktivitas tektonik. Pemetaan yang lebih rinci akan memberikan informasi penting untuk memperbaiki model prediksi tsunami serta membantu merancang sistem peringatan dini yang lebih efektif.
Sejarah panjang bencana gempa bumi dan tsunami di Indonesia, termasuk tsunami Aceh 2004, menunjukkan betapa pentingnya data dasar laut yang lebih akurat untuk memitigasi risiko bencana. Dengan peta dasar laut yang lebih baik, Indonesia dapat meningkatkan kesiapan menghadapi bencana di masa depan, sesuai dengan tujuan proyek Seabed 2030.
3. Apakah Seabed 2030 Dapat Memperkirakan Megathrust?
Meskipun data Seabed 2030 berharga untuk memahami zona subduksi dan patahan aktif, kemampuan untuk memprediksi kapan dan di mana megathrust akan terjadi masih terbatas.
Gempa megathrust biasanya terjadi di zona subduksi yang kompleks, di mana dua lempeng tektonik bertemu. Data dari Seabed 2030 akan membantu ilmuwan memperkirakan area berisiko tinggi, tetapi prediksi waktu yang tepat tetap menjadi tantangan.
Menurut artikel di Nature, pemahaman tentang karakteristik fisik zona subduksi dapat membantu mengidentifikasi area yang rentan terhadap gempa. Namun, faktor seperti tekanan di bawah tanah dan kondisi geologi dinamis membuat prediksi akurat tetap sulit.
Meskipun teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat membantu memahami pola, AI memiliki keterbatasan dalam memberikan prediksi yang sepenuhnya dapat diandalkan di lingkungan seismik yang dinamis.
Dengan demikian, meskipun Seabed 2030 dapat memperkaya pemahaman tentang zona berisiko, tantangan utama dalam prediksi waktu dan lokasi gempa megathrust masih ada. Ini menunjukkan perlunya penelitian dan teknologi yang lebih canggih dalam menghadapi ancaman bencana alam.
4. Manfaat Lain Seabed 2030, Ilmu Pengetahuan dan Ekonomi
Selain potensinya dalam mitigasi bencana, Seabed 2030 juga memiliki manfaat signifikan lain. Pemetaan dasar laut yang rinci mendukung eksplorasi sumber daya laut seperti minyak, gas, dan mineral laut dalam yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurut laporan Seabed 2030, penemuan baru dari pemetaan dasar laut mengungkapkan potensi sumber daya yang sebelumnya tidak diketahui, yang dapat berkontribusi terhadap ekonomi global.
Selain itu, data ini bermanfaat bagi konservasi lingkungan laut dengan melindungi ekosistem laut yang sensitif dari eksploitasi berlebihan. Penemuan habitat terumbu karang laut dalam terbesar di lepas pantai tenggara Amerika Serikat adalah contoh bagaimana pemetaan dasar laut membuka wawasan baru tentang keanekaragaman hayati serta perlunya perlindungan terhadap lingkungan yang rentan.
Pemetaan dasar laut juga penting bagi penelitian iklim global. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk mempelajari aliran panas di dasar laut yang memengaruhi sirkulasi arus laut dan perubahan iklim. Hal ini menunjukkan bahwa Seabed 2030 tidak hanya berkontribusi pada satu bidang, tetapi memiliki dampak luas yang dirasakan berbagai sektor, mulai dari eksplorasi sumber daya hingga konservasi dan penelitian iklim.
Dilansir dari Ocean Decade, pentingnya kolaborasi global dalam mencapai pemetaan dasar laut yang komprehensif menjadi kunci untuk masa depan berkelanjutan.
Seabed 2030 adalah proyek ambisius yang memiliki potensi besar mengubah cara kita memahami lautan dunia. Bagi Indonesia, data dari Seabed 2030 sangat penting untuk mitigasi bencana, terutama menghadapi ancaman gempa megathrust dan tsunami.
Meskipun program ini tidak dapat memprediksi secara tepat kapan dan di mana gempa megathrust akan terjadi, data yang dihasilkannya memberikan wawasan lebih baik tentang risiko yang ada dan bagaimana cara mengurangi dampaknya.
Dengan kolaborasi global yang kuat, Seabed 2030 membawa kita lebih dekat ke pemahaman yang lebih lengkap tentang dunia bawah laut dan pengaruhnya terhadap kehidupan di permukaan.
Sumber Referensi:
- https://seabed2030.org/about/
- https://seabed2030.org/our-mission/
- https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-aceh/baca-artikel/15784/18-Tahun-Bencana-Tsunami-Aceh-Duka-Indonesia-dan-Dunia.html
- https://www.nature.com/articles/548379a
- https://oceandecade.org/news/seabed-2030-announces-latest-progress-on-world-hydrography-day/
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


