virus ebola penyebab gejala penularan dan pencegahannya - News | Good News From Indonesia 2025

Virus Ebola, Penyebab, Gejala, penularan, dan Pencegahannya

Virus Ebola, Penyebab, Gejala, penularan, dan Pencegahannya
images info

Virus Ebola, Penyebab, Gejala, penularan, dan Pencegahannya


Penyakit virus Ebola, yang lebih dikenal dengan sebutan Ebola Haemorrhagic Fever (EHF), adalah sebuah penyakit menular yang sangat mematikan, diakibatkan oleh Virus Ebola. Penyakit ini pertama kali teridentifikasi di Afrika pada tahun 1976. Virus Ebola pada awalnya berada dalam tubuh hewan, kemudian dapat menginfeksi manusia melalui kontak dengan darah hewan yang terkontaminasi.

Menurut data dari WHO pada tahun 2014, tingkat kematian akibat penyakit ini bervariasi antara 25% hingga 90%. Penularan virus ini dapat terjadi dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ciri - Ciri dan Masa Inkubasi Virus Ebola

Penyakit Virus Ebola memunculkan berbagai gejala awal yang mencolok, seperti demam mendadak, sakit kepala, nyeri pada sendi dan otot, serta kelemahan fisik yang signifikan. Penderita mungkin juga mengalami diare, muntah, sakit perut, kehilangan nafsu makan, dan perdarahan yang tidak biasa.

Dalam beberapa kasus, perdaharan baik yang tampak secara luar maupun dalam bisa terjadi 5 hingga 7 hari setelah gejala awal muncul, di mana terdapat pula gangguan pada proses pembekuan darah.

Perdarahan ini dapat muncul di area seperti selaput mulut, hidung, kerongkongan, atau bekas suntikan, yang terjadi pada 40-50% kasus. Kondisi ini dapat mengakibatkan muntah darah, batuk darah, serta tinja berdarah. Masa inkubasi untuk penyakit ini bervariasi antara 2 hingga 21 hari (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022).

Penyebab Virus Ebola

Virus Ebola berasal dari hewan, terutama monyet, simpanse, dan primata lainnya. Penularan kepada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita, seperti urine, tinja, air liur, atau air mani. Cairan ini dapat masuk ke tubuh melalui hidung, mata, mulut, atau luka terbuka. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui beberapa cara berikut, yaitu:

  1. Kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh hewan atau manusia yang terinfeksi.
  2. Paparan terhadap benda yang terkontaminasi dengan cairan tubuh penderita, seperti jarum.
  3. Partisipasi dalam upacara pemakaman di mana pelayat bersentuhan langsung dengan jenazah penderita.
  4. Air mani dari pria yang telah sembuh dari penyakit Ebola, mengingat virus ini dapat bertahan hingga tujuh minggu setelah pemulihan.

Penularan Virus Ebola Antar Manusia

Virus Ebola dapat ditularkan melalui beberapa cara. Pertama, melalui kontak langsung antara kulit yang terluka atau selaput lendir dengan darah, organ tubuh, atau cairan tubuh lainnya dari individu yang terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak tidak langsung dengan area yang terkontaminasi oleh cairan tersebut, atau melalui benda-benda yang terkontaminasi, seperti jarum.

Selain itu, selama upacara pemakaman, pelayat yang bersentuhan langsung dengan tubuh korban juga berisiko terinfeksi. Ada pula kemungkinan penularan melalui air sperma dari orang yang terinfeksi Virus Ebola, termasuk mereka yang telah sembuh dari penyakit, karena virus ini masih dapat bertahan dalam air sperma hingga tujuh minggu setelah pemulihan.

Gejala Virus Ebola

Gejala yang muncul akibat infeksi virus Ebola umumnya dialami oleh penderita dalam rentang waktu 5 hingga 10 hari setelah terpapar. Beberapa gejala tersebut meliputi demam, nyeri kepala yang berat, menggigil, kelemahan, mual dan muntah, diare berdarah, mata merah, ruam kulit, nyeri dada, batuk, penurunan berat badan, serta perdarahan dari mata, telinga, hidung, anus, dan anggota tubuh lainnya

Selain itu, beberapa penderita juga mungkin mengalami gejala lain seperti cegukan, sakit tenggorokan, sakit dada, kesulitan bernapas, kesulitan menelan, serta perdarahan baik di dalam maupun di luar tubuh. Uji laboratorium pada penderita biasanya menunjukkan rendahnya jumlah sel darah putih dan trombosit, serta peningkatan kadar enzim hati.

Penting untuk dicatat bahwa selama darah dan sekresi dari penderita masih mengandung virus, mereka dapat menularkan penyakit ini. Menurut penelitian, virus Ebola dapat diisolası dari air sperma pria yang terinfeksi hingga 61 hari setelah timbulnya gejala penyakit.

Diagnosis dan Komplikasi Virus Ebola

Virus Ebola dikenal sulit untuk didiagnosis karena gejala awalnya sering kali mirip dengan penyakit lain, seperti malaria atau tifoid. Untuk mendiagnosis Ebola, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta tes laboratorium guna mendeteksi keberadaan virus. Beberapa metode yang digunakan antara lain Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA), IgM ELISA, dan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Selain itu, komplikasi yang dapat muncul akibat infeksi virus Ebola sangat serius, meliputi kegagalan organ hati, gangguan penglihatan, infeksi pada testis, dan dalam kasus yang paling parah, dapat berujung pada kematian.

Pencegahan Virus Ebola

Upaya menghindari paparan Virus Ebola, ada beberapa langkah penting yang bisa kita lakukan. Pertama, pastikan kebersihan tangan selalu terjaga dengan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Selain itu, hindari kontak langsung dengan orang yang mengalami demam, terutama jika mereka memiliki riwayat penyakit yang terkait dengan virus Ebola.

Waspadai benda-benda yang mungkin terkontaminasi darah atau cairan tubuh penderita, dan sebisa mungkin hindari untuk menyentuhnya. Menghindari kontak langsung dengan hewan primata, seperti kelelawar dan hewan lain yang dapat menularkan virus melalui kotoran, darah, atau dagingnya juga perlu dihindari.

Terakhir, jika kawan mengalami gejala atau tanda-tanda yang mencurigakan, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

TA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.