Atlet tenis Indonesia, Janice Tjen, menjalani tahun 2025 dengan begitu indah. Bagaimana tidak, nama Janice Tjen melambung pada tahun 2025 lalu. Pencapaiannya membuat Indonesia kembali masuk ke dalam pusaran persaingan tenis dunia. Karena itu pula, perhatian banyak tertuju pada namanya.
Janice Tjen merupakan atlet tenis Indonesia berusia 23 tahun. Ia mulai dikenal luas dan menjadi idola baru sejak beraksi di US Open pada Agustus 2025 lalu. US Open jelas bukan ajang kaleng-kaleng. US Open merupakan turnamen tenis yang masuk dalam kategori WTA Tour sekaligus punya label Grand Slam yang begitu bergengsi.
Janice berkesempatan main di US Open. Bukan sekadar jadi penggembira, ia mampu tampil sebagai kejutan. Perempuan kelahiran 6 Mei 2002 itu mengalahkan petenis unggulan ke-25, Veronika Kudermetova, dalam pertandingan tiga set dengan skor 6-4, 4-6, 6-4, pada Minggu (24/8/2025).
Kemenangan atas Kudermetova membuat Janice sekaligus melaju ke babak kedua. Ini saja sebetulnya sudah cukup untuk membuatnya menorehkan sejarah. Sebab, ia adalah petenis Indonesia pertama yang memenangi babak utama tunggal Grand Slam sejak Angelique Widjaja pada US Open 2004.
Di babak kedua, Janice bertemu dengan megabintang tenis asal Inggris, Emma Raducanu. Bertanding di Louis Armstrong Stadium, Rabu (27/8) malam WIB, Janice menelan kekalahan 2-6, 1-6.
Setelah tampil mengejutkan di US Open, Janice meraih juara WTA 250 Chennai. Ia sah jadi yang nomor satu di ajang tersebut setelah mengalahkan petenis asal Australia, Kimberly Birrell, dengan skor 6-4, 6-3 dalam final yang digelar di SDAT Tennis Stadium, Chennai, India, Minggu (2/11/2025) malam WIB.
Rentetan pencapaian apik Janice turut membuat posisinya di peringkat dunia naik. Terkini, ia menempati posisi ke-56 dengan koleksi 1.075 poin dalam peringkat yang dirilis WTA. Padahal, pada awal tahun lalu namanya masih di posisi 400-an.

Janice Tjen Membanggakan Indonesia di SEA Games 2025
Memasuki akhir tahun, Janice melipir sejenak ke SEA Games 2025 di Thailand. Ia mewakili Indonesia untuk tampil memperebutkan medali emas di cabor tenis. Hasilnya, Janice benar-benar berhasil mempersembahkan emas, bahkan hingga dua keping, plus satu perunggu. Kedua emas miliknya diraih dari nomor beregu putri dan ganda putri.
Bagi Janice, emasnya di SEA Games 2025 begitu spesial. Sebab, itu menjadi bukti nyata kerja kerasnya sepanjang tahun. “Mengakhiri turnamen terakhir tahun ini dengan dua medali emas dan satu medali perunggu di SEA Games adalah prestasi yang membanggakan,” kata Janice dalam keterangan tertulis Kemenpora.
Kini dengan datangnya tahun 2026, Janice kembali menatap perjalanan panjangnya di kancah tenis dunia yang bakal berlanjut. Hadiah berupa bonus yang didapatnya atas raihan emas SEA Games 2025 pun turut menyertai langkahnya sebagai modal penting.
Sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia memberikan bonus sebesar Rp1 miliar bagi peraih emas SEA Games 2025. Dengan biaya berkiprah di WTA Tour yang tentu membutuhkan dana tidak sedikit, tentu pundi-pundi uang yang masuk ke koceknya adalah angin segar.
Bonus dari pemerintah atas prestasinya telah mendapat peruntukan yang jelas dan strategis untuk biaya turun di Women's Tennis Association.
"Saya senang di SEA Games Thailand ini bisa mempersembahkan medali emas. Prestasi dan penghargaan ini akan menjadi modal saya untuk mengikuti turnamen berikutnya dan bisa berprestasi," ujar Janice.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


