Kisah Sukun Kapas Pemisah Gandong adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Maluku. Cerita rakyat ini berkisah tentang perkelahian antara dua orang saudara yang memperebutkan buah sukun kapas yang ada di sana.
Berikut kisah lengkap dari cerita rakyat Maluku tersebut.
Kisah Sukun Kapas Pemisah Gandong, Cerita Rakyat dari Maluku
Dinukil dari artikel Aprilia B. Mainake, "Sukun Kapas Pemisah Gandong" yang terbit dalam buku Antologi Cerita Rakyat Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, dikisahkan pada zaman dahulu hiduplah dua orang kakak beradik. Mereka hidup di sebuah pulau kecil yang dikenal dengan nama Pulau Anyo-Anyo.
Kedua kakak beradik ini saling menyayangi satu sama lain. Keduanya bekerja sebagai petani dan nelayan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
Di Pulau Anyo-Anyo, tumbuh berbagai macam tumbuhan dengan suburnya. Salah satu tumbuhan yang tumbuh di pulau tersebut adalah pohon sukun.
Pohon sukun yang ada di Pulau Anyo-Anyo dikenal dengan nama sukun kapas. Hal ini karena isi dari buah sukun tersebut putih dan bersih layaknya kapas.
Sukun kapas ini menjadi makanan kesukaan dari kedua kakak beradik tersebut. Sering kali mereka memakan sukun kapas tersebut bersama-sama.
Pada suatu hari, permasalahan muncul di antara kedua kakak beradik tersebut. Masalah ini terjadi ketika mereka sedang menikmati sukun kapas bersama.
Saat itu hanya tersisa satu sukun kapas di antara mereka. Sukun tersebut kemudian diambil oleh sang kakak.
Ternyata sang adik juga menginginkan sukun kapas itu. Dia kemudian menyampaikan niatnya kepada sang kakak untuk meminta sukun kapas tersebut.
Permintaan ini tentu ditolak oleh sang kakak. Sebab dia sudah akan memakan sukun kapas tersebut.
Pertengkaran pun terjadi di antara mereka. Sang adik terus merengek meminta sukun itu.
Melihat hal ini, sang kakak merasa kesal. Dirinya kemudian berkata tidak sudi memiliki saudara seperti adiknya.
Perkataan tersebut membuat sang adik terdiam. Dia menjadi sedih dan marah karena kakaknya sampai berkata demikian hanya karena sebuah sukun kapas saja.
Tiba-tiba Pulau Anyo-Anyo terbelah menjadi dua bagian. Kedua saudara ini berada di masing-masing pulau tersebut.
Pohon sukun kapas tersebut juga terbelah menjadi dua. Sesaat sang kakak sadar akan kesalahan yang sudah dia lakukan.
Namun semua itu sudah terlambat. Sang adik kemudian mengambil perahu dan pergi meninggalkan kakaknya dan membawa pulau yang menjadi bagiannya.
Di tengah perjalanan, sang adik beristirahat di Negeri Haria. Di sana, pulau yang dibawa sang adik terputus dan kelak menjadi asal usul Pulau Molana.
Sang adik kemudian kembali melanjutkan perjalanan. Dia menuju Pulau Ambon dan beristirahat di sana.
Ketika akan berangkat kembali, perahu sang adik tidak bisa dibawa ke lautan. Ternyata perahunya tersebut terikat ke dasar lautan.
Sang adik kemudian membelah perahunya menjadi tiga bagian. Kelak perahu yang dibelah tiga ini menjadi asal usul dari Pulau Tiga.
Setelah melakukan hal itu, sang adik kembali melanjutkan perjalanan dengan pulau yang dia bawa. Setelah cukup jauh dan tidak bisa melihat sang kakak, sang adik memutuskan untuk menetap di lautan tersebut.
Pulau yang dibawa sang adik ini kelak menjadi asal usul Pulau Ambalau. Sementara itu, bagian Pulau Anyo-Anyo yang tertinggal bersama sang kakak menjadi asal usul Pulau Nusa Laut.
Di kedua pulau tersebut banyak ditemukan pohon sukun kapas. Begitulah kisah Sukun Kapas Pemisah Gandong, salah satu cerita rakyat dari daerah Maluku.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


