Triyaningsih adalah legenda. Ia berlaga di mana-mana. Dari Olimpiade hingga Pornas Korpri pernah menjadi panggung aksinya.
Sosok Triyaningsih tentu tidak asing bagi pencinta olahraga Tanah Air. Ia telah menjadi ikon yang sangat lekat dengan dunia atletik berkat deretan prestasi membanggakan di level nasional maupun internasional.
Triyaningsih adalah atlet lari jarak jauh yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 15 Mei 1988. Ia menyandang predikat sebagai ratu lari jarak jauh Indonesia melalui berbagai pencapaian emas dan rekor.
Triyaningsih yang mengawali kiprahnya di dunia lari bersama klub Lokomotif di Salatiga pernah mewakili Indonesia di berbagai ajang internasional. Namun menariknya, ia baru-baru ini juga berlaga di Pornas Korpri XVII 2025 yang diadakan di Palembang pada November 2025 lalu.
Sejatinya, Pornas Korpri adalah ajang olahraga multievent bagi para pegawai pemerintah. Triyaningsih sendiri bisa tampil di sana karena ia tercatat sebagai pegawai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.
Sebelum sibuk bekerja sebagai pegawai pemerintah, Triyaningsih menjalani kariernya sebagai atlet yang kerap melakoni nomor lari 5.000 meter, 10.000 meter, hingga kategori maraton. Dari berbagai nomor itulah, Triyaningsih mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa.
Perjalanan karier Triyaningsih dimulai sejak tahun 2002 yang kemudian membuahkan medali emas pertama pada SEA Games 2007 di Thailand. Saat debut emas tersebut, ia langsung menyabet dua medali sekaligus serta memecahkan rekor pada nomor 5.000 dan 10.000 meter.
Gebrakan Triyaningsih berlanjut pada SEA Games 2009 di Laos dengan mencatatkan rekor 10.000 meter dalam waktu 32 menit 49,47 detik. Rentetan medali emas terus ia raih secara berturut-turut pada edisi SEA Games tahun 2013, 2015, hingga medali ke-11 pada tahun 2017. Total koleksi 11 medali emas dan 10 rekor SEA Games mengukuhkan statusnya sebagai pelari jarak jauh terbaik di Asia Tenggara.
Selain berjaya di level regional, Triyaningsih juga pernah mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Olimpiade London pada 2012. Kala mengikiti ajang tingkat dunia tersebut, ia berhasil mencapai garis finis di peringkat ke-84 dengan catatan waktu maraton 2 jam 41,15 menit.
Saat ini Kawan mungkin sudah tak sering lagi mendengar nama Triyaningsih setiap kali ada ajang olahraga internasional yang diselenggarakan. Maklum saja, ia memang sudah lama tidak berlari mewakili Indonesia. Kendati demikian, bukan berarti perempuan berusia 37 tahun itu meninggalkan dunia lari yang telah membesarkan namanya.

Ketika Triyaningsih Beraksi di Pornas Korpri
Triyaningsih diketahui telah absen selama tiga tahun dari olahraga profesional. Namun begitu tampil di Pornas Korpri, tak tanggung-tanggung, medali emas diboyongnya.
Triyaningsih mengamankan emas nomor lari 5 kilometer Pornas Korpri pada Sabtu (11/10/2025) lalu. Berlaga pada kategori usia di bawah 45 tahun, ia tampil mendominasi sejak awal hingga melewati garis finis.
Triyaningsih mencatatkan waktu impresif 21 menit 12 detik untuk menyelesaikan rute lari sepanjang 5 kolometer. Posisi kedua ditempati oleh pelari asal Sumatera Barat, sementara wakil Kemenkum mengunci podium ketiga dengan selisih waktu yang cukup signifikan.
Pornas Korpri memang bukan ajang profesional. Kendati demikian, bagi Triyaningsih ini merupakan momentum pembuktian diri setelah sempat lama menepi dari berbagai ajang kompetisi besar. Ia pun menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena berhasil kembali meraih posisi pertama dalam gelaran olahraga multicabang setelah sekian lama.
“Aku bersyukur kepada Tuhan, Alhamdulillah banget bisa juara 1 lagi setelah sekian lama tidak aktif di multievent seperti ini,” ungkapnya dalam keterangan tertulis Kemenpora.
Tentu saja, ada tekad kuat dan usaha keras Triyaningsih di balik pencapaiannya di Pornas Korpri. Ia tetap konsisten menjaga kebugaran tubuhnya melalui latihan rutin harian. Selain itu, ada pula strategi khusus yang diterapkan untuk menitikberatkan pada peningkatan aspek kecepatan lari demi hasil yang maksimal.
“Dukungan dari Kemenpora luar biasa banget, mulai dari persiapan, latihan, sampai hari ini. Semua terasa kompak dan solid,” ujarnya.
Meski mengantongi banyak pengalaman beraksi di ajang elite dunia hingga Olimpiade, Triyaningsih tidak memandang Pornas Korpri sebelah mata. Ia justri menaruh harapan besar agar variasi nomor cabang atletik di Pornas Korpri mendatang dapat semakin diperbanyak. Ia mengusulkan penambahan kategori seperti lari jarak pendek, menengah, hingga jarak jauh.
“Semoga ke depan nomor atletik di Pornas Korpri makin beragam, tidak hanya 5K. Bisa ditambah sprint, jarak menengah, atau jarak jauh supaya lebih semarak dan banyak yang ikut,” tutupnya.


