benteng otanaha saksi sunyi ketangguhan pejuang gorontalo melawan penjajah - News | Good News From Indonesia 2026

Benteng Otanaha, Saksi Sunyi Ketangguhan Pejuang Gorontalo Melawan Penjajah

Benteng Otanaha, Saksi Sunyi Ketangguhan Pejuang Gorontalo Melawan Penjajah
images info

Benteng Otanaha, Saksi Sunyi Ketangguhan Pejuang Gorontalo Melawan Penjajah


Dari atas bukit di Gorontalo, terdapat sebuah benteng yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat melawan kolonialisme.

Benteng itu bernama Otanaha, sebuah bangunan pertahanan yang hingga kini masih kokoh memandang Kota Gorontalo dan Danau Limboto dari ketinggian. 

Bukan sekadar destinasi wisata, Benteng Otanaha adalah pengingat tentang keberanian, strategi, dan kearifan lokal masyarakat Gorontalo di masa lampau.

Terletak di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, benteng ini berdiri di atas bukit setinggi sekitar 150 meter di atas permukaan laut.

Dari puncaknya, pengunjung bisa menikmati panorama kota, perbukitan, hingga hamparan Danau Limboto yang memesona.

Namun, sebelum sampai ke sana, ada 348 anak tangga yang harus ditapaki. Ini adalah sebuah perjalanan kecil yang seolah mengajak Kawan semua menghormati perjuangan leluhur Gorontalo.

Dibangun dari Semangat Perlawanan

Benteng Otanaha dibangun sekitar tahun 1522 pada masa pemerintahan Raja Ilato atau Sultan Botutihe. Pembangunannya dilatarbelakangi oleh kebutuhan Kerajaan Gorontalo untuk mempertahankan wilayah dari ancaman bangsa asing, terutama Portugis dan Belanda yang mulai masuk ke Nusantara saat itu.

Yang membuat benteng ini istimewa adalah keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunannya. Dengan semangat gotong royong, rakyat Gorontalo turut menyumbangkan tenaga dan keahlian mereka.

Tak heran jika Benteng Otanaha kemudian menjadi simbol persatuan dan perlawanan rakyat terhadap penjajahan.

Benteng Ulupahu adalah bagian dari Benteng Otanaha
info gambar

Benteng Ulupahu, bagian dari Benteng Otanaha | Wikimedia Comons: Hendrik Saleh


Benteng ini sebenarnya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Benteng Otanaha sebagai benteng induk, Benteng Otahiya sebagai pos pengintaian, dan Benteng Ulupahu sebagai pos terdepan. Ketiganya membentuk sistem pertahanan berlapis yang strategis dan efektif pada masanya.

Arsitektur Unik Berbasis Kearifan Lokal

Secara arsitektur, Benteng Otanaha memiliki bentuk melingkar yang memungkinkan pengawasan ke segala arah. Dindingnya tebal, mencapai sekitar satu meter, dan dibangun dari batu alam.

Menariknya, perekat yang digunakan bukan semen modern, melainkan campuran kapur, pasir, dan putih telur. Merupakan teknik tradisional yang terbukti mampu membuatnya bertahan hingga ratusan tahun.

Struktur benteng dirancang dengan sangat matang. Lorong-lorong sempit menghubungkan tiap bagian, memudahkan pergerakan pasukan tanpa mudah terdeteksi musuh. Hingga kini, meski beberapa bagian telah mengalami pelapukan akibat usia dan cuaca, bentuk dasar benteng masih terjaga berkat upaya pelestarian sebagai cagar budaya.

Jumlah anak tangga menuju puncak benteng pun memiliki pembagian unik di setiap titik persinggahan. Dari dasar hingga puncak, pengunjung akan melewati empat pos perhentian dengan jumlah anak tangga yang berbeda-beda, sebelum akhirnya tiba di area utama benteng.

Antara Sejarah dan Cerita Rakyat

Tak lengkap rasanya membicarakan Benteng Otanaha tanpa menyinggung cerita rakyat yang menyelimutinya. Di kalangan masyarakat setempat, benteng ini kerap dikaitkan dengan kisah-kisah mistis tentang penjaga tak kasatmata.

Roh para pejuang konon masih setia menjaga kawasan tersebut. Cerita ini hidup dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari identitas budaya Gorontalo.

Meski demikian, kisah mistis tersebut justru menambah daya tarik Benteng Otanaha sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berfoto, tetapi juga untuk merasakan atmosfer masa lalu yang masih terasa kental.

Saat ini, Benteng Otanaha menjadi salah satu ikon wisata sejarah Gorontalo. Pemerintah daerah terus mengembangkan kawasan ini sebagai ruang edukasi sekaligus rekreasi. Dengan tiket masuk yang terjangkau dan akses yang relatif mudah, benteng ini terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar sejarah sambil menikmati keindahan alam.

baca juga

Benteng Otanaha mengajarkan kita bahwa warisan sejarah bukanlah sesuatu yang usang. Ia hidup dalam cerita, langkah kaki di anak tangga, dan rasa kagum saat memandang Gorontalo dari ketinggian. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap batu tua, tersimpan kisah keberanian yang layak dikenang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.