Josip Broz Tito adalah mantan presiden Yugoslavia. Beliau pernah menjabat sebagai pemimpin negara yang pecah pada 2003 tersebut dari 1953 hingga 1980.
Tahukah Kawan, selama masa pemerintahannya tersebut, Tito ternyata diketahui pernah melakukan kunjungan resmi kenegaraan ke Indonesia. Kunjungannya ke Indonesia ini tepatnya terjadi pada 1958 silam.
Kunjungan kenegaraan yang dilakukan Tito ini merupakan undangan langsung dari presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Mantan presiden Yugoslavia tersebut juga mendapatkan sambutan yang meriah begitu menginjakkan kaki di Indonesia.
Bagaimana momen kunjungan yang dilakukan oleh Tito di Indonesia pada 1958 tersebut? Simak ulasannya terkait momen kunjungan kenegaraan ini dalam artikel berikut.
Kunjungan Josip Broz Tito ke Indonesia pada 1958
Dinukil dari artikel "Beratus2 dan Puluhan Ribu Rakjat Sambut Pres. Tito" yang terbit di surat kabar Nasional edisi 24 September 1958, kedatangan Josip Broz Tito beserta rombongannya ke Indonesia terjadi pada Selasa pagi, 23 Desember 1958. Kedatangan rombongan dari Yugoslavia ini disambut langsung oleh Presiden Soekarno dan petinggi negara lainnya waktu itu di Pelabuhan Tanjung Priok.
Tito datang bersama ibu negara Yugoslavia pada waktu itu, yakni Jovanka Broz. Selain itu, beberapa petinggi negara Yugoslavia juga turut ikut dalam rombongan yang menggunakan kapal Brod Mira Galeb pada waktu itu.
Ketika kapal Brod Mira Galeb hendak bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, dentuman meriam terdengar untuk menyambut kedatangan rombongan dari Yugoslavia tersebut. 21 kali dentuman kembali terdengar begitu Tito dan Jovanka turun dari kapal ketika sudah bersandar di pelabuhan.
Di dermaga sendiri, Soekarno beserta petinggi negara lainnya bersiap menyambut rombongan dari Yugoslavia. Selain itu, ada juga beberapa pemuda dan pemudi dari yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah yang bersiap untuk memberikan karangan bunga pada tamu kenegaraan yang datang.
Begitu turun dari kapal Brod Mira Galeb, Tito beserta Jovanka disambut langsung oleh Soekarno. Tito juga mengenalkan para rombongan yang ikut dalam kunjungan kenegaraan tersebut pada Bapak Proklamator Indonesia.
Sebaliknya, Soekarno juga turut mengenalkan beberapa petinggi negara yang hadir pada waktu itu. Beberapa tokoh yang turut mendampingi Soekarno pada waktu itu adalah Perdana Menteri Djuanda, Ketua Parlemen Sartono, Ketum Konstituante Wilopo, dan lainnya.
Sambutan dari 2 Pimpinan Negara
Kedua pemimpin negara turut memberikan kata sambutannya begitu rombongan dari Yugoslavia menginjakkan kaki di Pelabuhan Tanjung Priok. Soekarno dalam sambutannya menyampaikan rasa gembira atas kedatangan Tito pada waktu itu.
Soekarno menyinggung bahwa dirinya sudah dua kali berkunjung ke Yugoslavia terlebih dahulu. Dalam kunjungannya tersebut, Soekarno mendapatkan kesan positif, baik dari keindahan alam yang ada di sana hingga sambutan yang diberikan oleh masyarakat Yugoslavia sebelumnya.
Tito juga menyampaikan rasa gembiranya atas kunjungan ke Indonesia pada waktu itu. Dirinya berkata bahwa berkeinginan untuk berkunjung ke Indonesia sejak lama.
Namun dengan berbagai alasan, kunjungannya ke Indonesia atas undangan Soekarno baru terealisasi pada waktu itu. Tito berkata meskipun Yugoslavia dan Indonesia terpisah sejauh ribuan mil jaraknya, persahabatan antara kedua negara masih bisa dijalin dengan baik dan erat.
Selepas penyambutan di Pelabuhan Tanjung Priok, rombongan Tito yang juga didampingi oleh Soekarno beserta pejabat tinggi negara lainnya kemudian bergerak menuju Istana Merdeka. Di sana sudah berkumpul puluhan ribu masyarakat yang menyambut kedatangan rombongan Presiden Yugoslavia tersebut pada waktu itu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


