pengalaman harus menjadi syarat kepemimpinan - News | Good News From Indonesia 2026

Pengalaman harus menjadi syarat Kepemimpinan?

Pengalaman harus menjadi syarat Kepemimpinan?
images info

Oleh: Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc

Profesor bidang teknologi pascapanen, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Email: [email protected].

Salah satu syarat administrasi kepemimpinan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2030 merujuk Peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) USK No. 4 Tahun 2025 Pasal 2 Poin l adalah memiliki pengalaman manajerial paling rendah sebagai ketua Jurusan/Departemen atau yang setara. Sebagai bakal calon (bacalon) Rektor USK, hal ini merupakan tantangan tersendiri karena usia saya yang lebih mudah dibandingkan para bacalon lainnya. Bismillah Saya harus maju dalam kontestasi ini dan membuktikan bahwa yang muda belum tentu kalah secara keilmuan, pengalaman, keterampilan dan kebijaksanaannya.

Pertanyaan kritis yang timbul adalah, Apakah pengalaman harus menjadi syarat bagi sebuah kepemimpinan? Selanjutnya, Apa indikator pengalaman manajerial seseorang hanya dilihat dari SK menjabat atau bahkan durasi jabatan? Bagaimana sebuah kepemimpinan dapat diregenerasikan?

Apakah pengalaman itu? Pengalaman adalah guru yang paling berharga (experience is the best teacher). Orang tua saya selalu mengingatkan saya dengan falsafah ini. Kita harus mampu belajar dari waktu ke waktu, memaksimalkan potensi pikiran kita sehingga tidak jatuh ke kesalahan yang sama berulang kali. Dalam konteks ini, pengalaman mempunyai value positif dalam kehidupan seseorang dan akan berdampak pada kematangan (pendewasaan) kepribadiannya.

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.