daftar lagu daerah jawa tengah populer - News | Good News From Indonesia 2026

10 Lagu Daerah Jawa Tengah, Lengkap dengan Lirik dan Makna Filosofisnya

10 Lagu Daerah Jawa Tengah, Lengkap dengan Lirik dan Makna Filosofisnya
images info

10 Lagu Daerah Jawa Tengah, Lengkap dengan Lirik dan Makna Filosofisnya


Indonesia memiliki kekayaan budaya yang melimpah, tak terkecuali daerah Jawa Tengah. Budaya yang dimiliki provinsi ini juga sangat beragam, mulai dari bangunan candi, makanan, batik, wayang, hingga tembang atau lagu.

Lagu daerah asal Jawa Tengah sebenarnya cukup akrab di telinga masyarakat Indonesia. Hal ini karena beberapa lagu tersebut dinyanyikan dalam permainan anak-anak (lagu dolanan).

Sejak kecil banyak anak menyanyikan lagu tersebut, misalnya lagu ‘Cublak-Cublak Suweng’ bersamaan dengan permainan yang mengasyikkan. Namun, tidak banyak yang paham arti serta makna dibalik lirik dalam lagu-lagu tersebut.

Artikel ini akan membahas lagu daerah Jawa Tengah yang berisi lirik dan makna di dalamnya. Kawan bisa menggunakannya untuk keperluan tugas sekolah atau tambahan wawasan pribadi.

Daftar Lagu Daerah Jawa Tengah Terpopuler

  1. 'Gundul-Gundul Pacul'

Gundul gundul pacul cul gembelengan 

Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan 

Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan 

Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan

Lagu ini adalah tembang yang cukup populer di kalangan masyarakat Jawa Tengah. Anak-anak sering menyanyikannya dalam permainan (dolanan).

Beberapa sumber menyebutkan ‘Gundul-Gundul Pacul’ diciptakan oleh Sunan Kalijaga pada abad ke-15. Sunan menggunakannya sebagai sarana dakwah untuk menyampaikan pesan moral tentang kepemimpinan.

Makna ‘Gundul’ dalam lagu adalah kehormatan tanpa mahkota atau jabatan. Sementara, ‘Pacul’ menyimbolkan rakyat kecil dan ‘Gembelengan’ bermakna sombong atau congkak.

Kalimat dalam lagu. ‘wakul ngglimpang segane dadi sak ratan’ artinya akibat jika seorang pemimpin sombong dan tidak bertanggung jawab akan kehilangan kehormatan. Lagu ini menyinggung kehormatan seorang pemimpin terletak pada tanggung jawabnya.

  1. 'Lir-Ilir'

Lir-ilir, lir-ilir 

Tandure wus sumilir 

Tak ijo royo-royo 

Tak sengguh penganten anyar 

Cah angon, cah angon 

Penekna blimbing kuwi 

Lunyu-lunyu penekna 

Kanggo mbasuh dodotiro 

Dodotiro, dodotiro 

Kumitir bedah ing pinggir 

Dondomono lumatono 

Konggo sebo mengko sore 

Mumpung padang rembulane 

Mumpung padang kalangane 

Yo surako, surak hiyo 

Lagu “Lir Ilir’ sarat dengan makna religius dan nilai kehidupan masyarakat Jawa. Kata ‘Lir Ilir’ berarti ‘bangunlah’, sebuah ajakan untuk bangkit dan berdiri melaksanakan ibadah lalu bekerja keras.

Tembang ini merupakan karya gubahan Sunan Kalijaga yang menggunakan simbol alam dalam liriknya sebagai metafora kehidupan. Lagu ini mengandung metafora ‘Cahyone mencorong’ yang bermakna pencerahan batin dan spiritual.

Beberapa poin pelajaran dalam lagu tersebut adalah ajakan untuk hidup sederhana, bersyukur, bekerja keras, dan menjalanankan perintah Tuhan serta menjauhi larangan-Nya.

  1. 'Suwe Ora Jamu'

Suwe ora jamu, jamu godhong telo 

Suwe ora ketemu, ketemu pisan gawe gelo 

Suwe ora jamu, jamu sogo thunteng 

Suwe ora ketemu, temu pisan atine seneng 

Suwe ora jamu, jamu godhong bunder 

Suwe ora ketemu, temu pisan tambah pinter

Lagu ‘Suwe Ora Jamu’ menceritakan tentang pertemuan dua orang yang sudah lama terpisah. Namun, saat bertemu bukan keceriaan yang didapatkan melainkan kekecewaan.

Melalui lagu ini dapat diambil pelajaran tentang dinamika perasaan manusia dalam hubungan sosial. Walaupun tidak selalu sesuai ekspektasi perubahan ini harus disikapi dengan bijak.

  1. 'Gambang Suling'

Gambang suling ngumandhang swarane 

Tulat tulit kepenak unine 

Unine mung nrenyuhake 

Barengan kentrung 

Ketipung suling sigrak kendangane 

Tembang ini sangat populer di Jawa Tengah dan merupakan hasil karya Ki Narto Sabdo, seorang seniman kondang asal Jawa Tengah. Beliau banyak berkarya dalam seni wayang kulit dan musik tradisional.

Lagu ‘Gambang Suling’ adalah lagu tentang rasa kagum dan apresiasi tinggi terhadap instrumen musik seruling. Tidak hanya itu lirik di dalamnya melambangkan ketentraman, keharmonisan, dan kenyamanan batin saat mendengan alat musik tersebut.

  1. ‘Cublak-Cublak Suweng’

Cublak-cublak suweng 

Suwenge ting gelenter 

Mambu ketudhung gudhel 

Pak Empong lerak-lerek 

Sapa ngguyu ndelekakhe 

Sir-sir pong dele kopong 

Sir-sir pong dele kopong 

Lagu ‘Cublak-Cublak Suweng’ termasuk tembang dolanan yang biasa dinyanyikan anak-anak sambil bermain bersama. Dendangan tersebut tampak sederhana, tetapi menyimpan pesan moral yang mendalam.

Makna ‘suweng’ dalam lagu ini sering ditafsirkan sebagai simbol sesuatu yang berharga, seperti kebijaksanaan atau kebenaran.

Lagu ini mengajarkan bahwa kebenaran tidak dapat ditemukan dengan keserakahan atau tawa berlebihan, melainkan dengan ketenangan hati dan kebijaksanaan.

baca juga

  1. ‘Jaranan’

Jaranan, Jaranan 

Jarane jaran teji 

Sing nunggang ndoro behi 

Sing ngiring poro abdi 

Cek cek nong, cek cek gung 

Jarane mlebu ning lurung 

Gedebuk krincing 

Gedebuk krincing 

Gedebuk krincing 

Prok prok gedebuk jeder

Lagu ‘Jaranan’ menggambarkan suasana pertunjukan tradisional jaranan atau kuda lumping yang berkembang di masyarakat Jawa. Lagu ini sering dinyanyikan dengan irama dinamis dan penuh semangat.

Maknanya berkaitan dengan kebersamaan dan hiburan rakyat. Selain itu, ‘Jaranan’ juga mencerminkan semangat kolektif, kegembiraan, serta hubungan antara pemimpin dan pengikut dalam struktur sosial tradisional.

Nyanyian tersebut menjadi cerminan kehidupan masyarakat yang menjunjung nilai gotong royong dan kebersamaan.

  1. ‘Padhang Wulan’

Yo pra kanca dolanan ing jaba 

Padhang wulan padhange kaya rina 

Rembulane e sing awe-awe 

Ngelingake aja padha turu sore 

Yo pra kanca dolanan ing jaba 

Rame-rame kene akeh kancane 

Langite pancen sumebyar rina 

Yo padha dolanan sinambi guyonan 

‘Padhang Wulan’ menggambarkan suasana malam bulan purnama yang terang benderang. Lagu ini identik dengan ajakan bermain bersama teman-teman di luar rumah.

Makna lagu ini menekankan pentingnya kebersamaan, keceriaan masa kanak-kanak, serta pemanfaatan waktu dengan baik. Lagu ini juga menjadi pengingat agar tidak bermalas-malasan dan menikmati momen kebersamaan selagi ada kesempatan.

  1. ‘Sluku-Sluku Bathok’

Sluku-sluku bathok 

Bathoke ela-elo 

Si Rama menyang Solo 

Leh olehe payung mutho 

Mak jenthit lho-lho lobah 

Wong mati ora obah 

Yen obah medeni bocah 

Yen urip goleka dhuwit

Lagu ‘Sluku-Sluku Bathok’ merupakan tembang dolanan yang kerap dinyanyikan orang tua kepada anak-anak. Meski terdengar ringan, lagu ini mengandung pesan reflektif.

Maknanya berkaitan dengan kesadaran hidup dan kematian. Lagu ini mengingatkan bahwa selama hidup manusia harus berusaha dan bekerja, sementara kematian adalah sesuatu yang pasti. Nilai yang ditekankan adalah tanggung jawab hidup, kerja keras, dan kesadaran akan keterbatasan manusia.

  1. ‘Srengenge Nyunar’

Srengenge nyunar kanthi mulya

Anggine midid klawan rena

Manuke ngoceh ana ing wit-witan

Kewane nyenggut ana ing pasuketan

Kabeh podo muji Allah kang mulya

Kabeh podo muji Allah kang mulya

Lagu ‘Srengenge Nyunar’ melukiskan suasana alam di pagi hari yang penuh kehidupan. Matahari bersinar, angin berembus lembut, dan seluruh makhluk hidup menjalani aktivitasnya.

Makna lagu ini menekankan rasa syukur dan religiusitas. Alam digambarkan sebagai ciptaan Tuhan yang patut disyukuri. Lagu ini mengajarkan keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, serta mengajak pendengarnya untuk selalu mengingat Tuhan dalam setiap aktivitas.

baca juga

  1. ‘Wiwit Aku Isih Bayi’

Wiwit aku isih bayi, wong tua sing ngopeni

Nganti tumeka saiki, lair batin gemati

Mangkat sekolah disangoni,

Sarapan kang wus mesthi

Mula aku wajib bekti, mbangun turut ngajeni

Keparenga amba matur dateng bapak lan ibu

Nyuwun berkah lan pengestu, amrih langgeng rahayu

Atur panuwun mbo kekalih, kinanthen sembah bekti

Sageda nulad tresnanta, guyub rukun slaminya

Lagu ‘Wiwit Aku Isih Bayi’ menceritakan perjalanan hidup seorang anak sejak bayi hingga tumbuh dewasa dengan kasih sayang orang tua.

Makna utama lagu ini adalah bakti kepada orang tua. Lagu ini menanamkan nilai hormat, rasa terima kasih, dan kesadaran atas pengorbanan orang tua. Selain itu, lagu ini juga mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dan meneladani kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Birrbik Faza Muhammad lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Birrbik Faza Muhammad.

BF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.