berkhasiat dan kaya filosofi buah ini jadi favorit putri keraton yogyakarta - News | Good News From Indonesia 2026

Berkhasiat dan Kaya Filosofi, Buah Ini Jadi Favorit Putri Keraton Yogyakarta

Berkhasiat dan Kaya Filosofi, Buah Ini Jadi Favorit Putri Keraton Yogyakarta
images info

Berkhasiat dan Kaya Filosofi, Buah Ini Jadi Favorit Putri Keraton Yogyakarta


Buah kepel merupakan salah satu buah lokal Indonesia yang memiliki nilai historis, budaya, dan kesehatan yang tinggi, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Pohon kepel memiliki nama ilmiah Stelechocarpus burahol dan telah lama dikenal sebagai tanaman yang dekat dengan lingkungan Keraton Yogyakarta. Buah ini bahkan menjadi favorit putri-putri keraton, sehingga keberadaannya sering dikaitkan dengan kawasan istana. 

Atas nilai penting tersebut, kepel ditetapkan sebagai flora identitas DIY melalui Keputusan Gubernur Kepala DIY Nomor 385/KPTS/1992 tentang Penetapan Identitas Flora dan Fauna DIY.

Keberadaan pohon kepel tidak hanya dipandang sebagai tanaman buah biasa, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya Yogyakarta. 

Hubungannya yang erat dengan keraton menjadikan pohon ini memiliki posisi khusus dalam sejarah dan kehidupan masyarakat setempat. Namun, anggapan bahwa kepel hanya pantas ditanam di lingkungan keraton turut memengaruhi persebarannya di masyarakat umum.

Manfaat Buah Kepel bagi Kesehatan

Buah kepel dikenal memiliki berbagai khasiat bagi tubuh. Berdasarkan informasi dari Pustaka Kementerian Pertanian Republik Indonesia, buah ini sejak dahulu dimanfaatkan oleh putri Keraton Yogyakarta karena manfaatnya dalam bidang kecantikan dan kesehatan. 

Salah satu kegunaan yang paling dikenal adalah kemampuannya dalam menghilangkan bau badan dan berfungsi sebagai pewangi tubuh alami.

Selain itu, buah kepel juga dipercaya memiliki efek sebagai alat kontrasepsi tradisional yang berperan dalam sterilisasi wanita.

Konsumsi daging buah kepel diyakini dapat membantu melancarkan buang air kecil dan mencegah terjadinya inflamasi pada ginjal.

Daun kepel juga memiliki manfaat kesehatan, antara lain digunakan sebagai obat tradisional untuk asam urat dan dikonsumsi sebagai lalapan yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol. 

Pada bagian akar, biji, dan buah kepel terkandung senyawa saponin, flavonoida, dan polifenol yang berperan penting bagi kesehatan tubuh.

Senyawa tersebut menjadikan kepel dikenal sebagai tanaman herbal yang dapat membantu membersihkan darah serta memperkuat fungsi hati, paru-paru, dan ginjal.

Pohon Kepel di Lingkungan Keraton Yogyakarta

Pohon kepel secara historis banyak ditemukan di lingkungan Keraton Yogyakarta. Berdasarkan buku Sejarah Keraton Yogyakarta karya Ki Sabdacarakatama, pohon kepel ditanam di berbagai taman dan halaman keraton. 

Penanaman tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penyedia buah, tetapi juga sebagai bagian dari tata ruang dan simbol budaya keraton. Keberadaan pohon kepel di area keraton memperkuat identitasnya sebagai tanaman yang lekat dengan kehidupan bangsawan Jawa.

Meskipun demikian, persebaran pohon kepel di luar lingkungan keraton menjadi semakin terbatas. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa pohon ini merupakan pohon keraton yang tidak layak ditanam di luar kawasan istana. 

Selain itu, masyarakat cenderung enggan membudidayakan kepel karena buahnya memiliki banyak biji, sehingga dianggap kurang praktis dibandingkan buah lainnya.

baca juga

Filosofi Pohon Kepel dalam Budaya Jawa

Selain nilai kesehatan dan sejarah, pohon kepel juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Menurut Dinas Kebudayaan DIY, nama kepel merujuk pada ukuran buahnya yang seukuran kepalan tangan orang dewasa. 

Dalam pandangan budaya Jawa, kepel dimaknai sebagai simbol kesatuan dan keutuhan antara mental dan fisik. Filosofi ini menggambarkan pentingnya keseimbangan dalam menjalani kehidupan.

Dalam buku Morfologi, Taksonomi dan Filosofi Tumbuhan karya Anna Fitrianingsih, pohon kepel disebut juga dengan istilah kepel watu. Kata kepel dimaknai sebagai genggaman tangan yang melambangkan niat, sedangkan watu berarti dasar. 

Makna tersebut mencerminkan bersatunya niat dan tindakan dalam bekerja, yang dikenal sebagai manunggaling sedya kaliyan gegayuhan. Pohon kepel dengan demikian menjadi simbol tekad yang kuat, kerja keras, dan semangat persatuan.

Ciri-ciri Pohon Kepel

Pohon kepel termasuk dalam famili Sapotaceae, yang juga dikenal sebagai famili sawo-sawoan. Tanaman ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan dikenal dengan beragam nama daerah seperti kecindul, simpol, burahol, dan turalok. 

Dalam bahasa Inggris, buah ini dikenal dengan sebutan kepel apple. Pohon kepel dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut, dengan tinggi mencapai 25 meter dan diameter batang sekitar 40 sentimeter.

Buah kepel memiliki daging berwarna kekuningan hingga kecokelatan yang membungkus biji berukuran besar. Buahnya tumbuh langsung pada batang pohon atau cauliflory, bukan pada ranting. Daunnya berbentuk lonjong memanjang dengan ujung meruncing, sedangkan bunganya berwarna kuning dan beraroma harum. 

Meskipun tidak termasuk spesies yang dilindungi dan belum tercatat sebagai tanaman terancam, pohon kepel kini semakin jarang ditemui. Di wilayah Yogyakarta, keberadaannya masih dapat ditemukan di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.