i made andi arsana sangat baik kalau mahasiswa peduli sosial politik - News | Good News From Indonesia 2026

I Made Andi Arsana: Sangat Baik Kalau Mahasiswa Peduli Sosial Politik

I Made Andi Arsana: Sangat Baik Kalau Mahasiswa Peduli Sosial Politik
images info

I Made Andi Arsana: Sangat Baik Kalau Mahasiswa Peduli Sosial Politik


I Made Andi Arsana adalah seorang akademisi, pakar hukum laut internasional, dan tokoh pendidikan asal Indonesia yang tengah dikenal terutama melalui platform media sosial. Sosoknya kerap muncul dalam sejumlah konten yang membahas isu pendidikan sampai politik luar negeri.

Pria bergelar doktor ini telah menempuh pendidikan tinggi prestisiusnya. Dimulai dari mengambil gelar sarjana Teknik Geodisi di Universitas Gadjah Mada (UGM), lalu dilanjutkannya di University of New South Wales dan University of Wollongong, Australia.

Sosok yang kerap disapa Bli Andi ini kini dikenal pula sebagai dosen di jurusan Teknik Geodisi UGM. Selaku dosen, ia tentu paham bagaimana mahasiswa mesti bersikap. Menurutnya mahasiswa adalah kelompok masyarakat merdeka yang harus berani menyuarakan kegelisahannya terhadap ketidakadilan.

Mahasiswa Itu Merdeka

“Mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang paling merdeka. Intelektualitas dia cukup memadai, idealismenya harus utuh, tidak tergerus oleh segala macam. Kepentingannya enggak banyak. Maka menurut saya sangat baik kalau mahasiswa itu peduli pada sosial politik,” kata Bli Andi kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Dari kemerdekaan itu maka timbulah aksi turun ke jalan. Andi sendiri mewajarkan apa bila mahasiswa turun ke jalan untuk menggelar unjuk rasa kepada pihak yang ingin diprotes. Sebab ada masanya ia melakukan hal serupa semasa menjadi mahasiswa beberapa puluhan tahun lalu.

Akan tetapi, Andi tidak bisa setuju dengan anarkisme yang lahir dari aksi turun ke jalan tersebut. Ia merasa kebisingan dari unjuk rasa adalah keniscayaan yang harus ditonjolkan agar suara-suara aspirasi bisa terdengar kepada pihak yang diprotes.

“Gangguan itu memang harus ada di dalam sebuah aktivisme. Cuma gangguan-gangguan seperti apa itu kita bisa bicarakan seperti yang bilang tadi. Jangan merusak sesuatu yang memang berguna buat publik, tapi membuat bising, membuat orang menjadi tidak nyaman – dalam arti pemerintah atau siapapun yang kita lagi tuju. Itu bagian dari perjuangan. I say no to merusak public facilities. Tapi bahwa demo dan gerakan itu pasti menimbulkan kebisingan, itu keniscayaan,” ucapnya.

Hati-hati di Era Teknologi

Selain membahas mahasiswa sebagai kelompok masyarakat merdeka, Bli Andi juga menyinggung soal mahasiswa zaman sekarang yang dipermudah dengan kecanggihan teknologi. Berbekal bantuan internet, menggali informasi atau referensi memang menjadi begitu mudah. Tinggal ketik kata kunci, maka munculah hasil penelusuran untuk dijadikan modal untuk belajar dan menyelesaikan tugas dari kampus.

Bli Andi sendiri mengakui hal tersebut, walaupun menurutnya tidak selamanya keberuntungan dari kemudahan itu berimplikasi ke kebaikan. Karena ada kalanya manusia menjadi lepas kendali dan akan menyalahgunakan teknologi yang mungkin akan merugikan dirinya sendiri.

“Teknologi juga menyebabkan banyak hal yang tidak sebaik yang kita bayangkan. Misalnya dengan adanya kemudahan bagi kita untuk mengatakan sesuatu untuk mengekspresikan sesuatu di media dan media sosial membuat orang bisa ngomong apa aja. Sekarang orang memaki dengan bahasa yang sama didengar ratusan ribu orang. Jadi saya kira ini selain beruntung juga sangat rawan,” ujar Bli Andi.

Platform media sosial memang menjadi wadah ekspresi keluh kesah bagi setiap orang dalam dua dekade lebih terakhir ini. Konten-konten yang biasanya relevan dengan isu kekinian pun bisa dengan mudah memancing perhatian jika dipublikasikan langsung melalui media sosial. Bli Andi pun berharap anak-anak muda bisa lebih berhati-hati memanfaatkan “keberuntungan” ini, karena kalau tidak itu akan menjadi bumerang yang suatu saat akan melukai sendiri.

“Jadi yang saya pikirkan tentang anak muda sekarang berarti selain beruntung tadi mereka semestinya harus sangat berhati-hati karena mereka sedang hidup di dunia mereka seperti live show setiap hari. Berarti harus berhati-hati dalam mengungkapkan sesuatu dan segala macam,” ucapnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.