mengulik sejarah hari gerakan satu juta pohon yang diperingati setiap 10 januari - News | Good News From Indonesia 2026

Mengulik Sejarah Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang Diperingati Setiap 10 Januari

Mengulik Sejarah Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang Diperingati Setiap 10 Januari
images info

Mengulik Sejarah Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang Diperingati Setiap 10 Januari


Menanam pohon memang kerap terasa sederhana, tapi di balik aktivitas itu tersimpan makna panjang tentang kepedulian, keberlanjutan, dan masa depan.

Di Indonesia, semangat ini dirayakan secara khusus lewat Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang diperingati setiap 10 Januari.

Peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menjadi pengingat bahwa upaya merawat bumi membutuhkan keterlibatan bersama. Gerakan ini telah dimulai sejak puluhan tahun lalu, oleh Presiden kedua Indonesia, Soeharto.

Awal Mula Gerakan Satu Juta Pohon

Hari Gerakan Satu Juta Pohon pertama kali dicanangkan pada 10 Januari 1993 oleh Presiden Soeharto di Jakarta. Gerakan ini lahir sebagai respons atas kondisi lingkungan Indonesia yang kala itu tengah menghadapi tantangan serius, terutama akibat deforestasi dan degradasi lahan.

Pada awal 1990-an, eksploitasi hutan secara masif untuk kebutuhan industri kayu dan alih fungsi lahan menyebabkan berbagai dampak lingkungan.

Banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga menurunnya kualitas udara mulai dirasakan di berbagai daerah.

Situasi inilah yang mendorong lahirnya gerakan penanaman pohon secara besar-besaran sebagai langkah reboisasi nasional.

Terinspirasi dari Gerakan Global

Gagasan penanaman pohon massal bukanlah hal baru di tingkat dunia. Soeharto terinspirasi dari Hari Menanam Satu Juta Pohon Sedunia yang telah diperingati sejak tahun 1882.

Selain itu, pengalaman pribadinya dengan program-program lingkungan di Jepang ikut membentuk pandangannya: menanam pohon adalah solusi konkret dan cepat untuk memulihkan lingkungan.

Dalam pidato peluncurannya, Soeharto mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah, TNI/Polri, pelajar, hingga sektor swasta, untuk ikut berpartisipasi.

Targetnya ambisius: lebih dari satu juta pohon ditanam di setiap provinsi, terutama di lahan kosong, bantaran sungai, dan kawasan tandus. Bulan Januari dipilih karena kondisi cuaca dinilai paling mendukung pertumbuhan tanaman.

Dari Gerakan Seremonial ke Tradisi Nasional

Peluncuran Gerakan Satu Juta Pohon dilakukan secara simbolis dengan penanaman pohon perdana oleh Presiden Soeharto di Jakarta. Setelah itu, kampanye nasional digelar secara masif dan melibatkan jutaan orang di berbagai daerah.

Dalam dua dekade pertama pelaksanaannya, ratusan ribu hingga jutaan pohon berhasil ditanam setiap tahun, dengan tingkat keberhasilan hidup mencapai sekitar 80 persen.

Gerakan ini kemudian berkembang menjadi tradisi tahunan yang rutin digelar setiap 10 Januari, dikoordinasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup bersama pemerintah daerah, sekolah, dan berbagai organisasi masyarakat.

Memasuki sekitar tahun 2010, skala gerakan pun meningkat. Target nasional bergeser menjadi penanaman satu miliar pohon per tahun, menyesuaikan dengan kebutuhan mitigasi perubahan iklim yang semakin mendesak.

Tujuan dan Dampak Jangka Panjang

Tujuan utama Gerakan Satu Juta Pohon adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya reboisasi dan pelestarian lingkungan. Pohon berperan vital dalam menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menjaga cadangan air tanah, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem.

Hingga kini, gerakan ini telah melibatkan lebih dari 5 juta orang dan menghasilkan penanaman ratusan juta hingga miliaran pohon di seluruh Indonesi. Dampaknya tidak hanya terasa secara ekologis, tetapi juga sosial, yaitu menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap alam sejak dini.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Perawatan pohon pascatanam, alih fungsi lahan, serta konsistensi kebijakan menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dihadapi. Namun, relevansi Gerakan Satu Juta Pohon tidak pernah pudar, terutama di tengah ancaman krisis iklim global.

baca juga

Hari Gerakan Satu Juta Pohon mengingatkan kita bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil. Satu bibit yang ditanam hari ini bisa menjadi penopang kehidupan di masa depan.

Selama semangat itu terus hidup, harapan untuk Indonesia yang lestari akan selalu tumbuh bersama akar-akar yang kita tanam.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.