Wacana pembentukan batalyon khusus olahraga menjadi perhatian publik setelah disampaikan langsung oleh pimpinan TNI. Gagasan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kontribusi atlet militer dalam ajang olahraga nasional maupun internasional.
Bagi Kawan GNFI yang mengikuti perkembangan kebijakan pertahanan dan olahraga, rencana pembentukan batalyon khusus olahraga TNI yang akan dibentuk ini, simak informasi selengkapnya.
Batalyon Khusus Olahraga
Rencana pembentukan batalyon khusus olahraga disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum resmi TNI yang membahas evaluasi prestasi atlet prajurit di ajang multi-event internasional, termasuk SEA Games.
Alasan utama gagasan ini muncul adalah kontribusi signifikan atlet TNI dalam menyumbangkan medali bagi Indonesia pada ajang SEA Games Thailand 2025 kemarin. Panglima TNI menilai personel TNI memiliki potensi untuk mengikuti kompetisi olahraga skala nasional maupun internasional.
Apa Itu Batalyon Khusus Olahraga?
Batalyon khusus olahraga adalah satuan militer yang dirancang untuk menaungi prajurit TNI berprestasi di bidang olahraga. Dalam konsep ini, atlet tetap berstatus sebagai prajurit aktif, namun mendapat pola pembinaan, pelatihan, dan kompetisi yang lebih terarah.
Bataylon khusus olahraga nantinya akan berada di bawah Pusjaspermildas (Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar Tentara Nasional Indonesia).
Tujuan pembentukan batalyon khusus olahraga TNI antara lain meningkatkan prestasi olahraga nasional hingga internasional dan mengoptimalkan pembinaan personel TNI yang berprestasi seebagai atlet.
Mabes TNI juga sudah merekrut beberapa atlet voli hingga sepak bola untuk bergabung.
Program Olahraga Militer di Berbagai Negara
Konsep serupa sebenarnya telah diterapkan di berbagai negara. Amerika Serikat memilikiArmy’s World Class Athlete Program (WCAP) yang memungkinkan prajurit menjadi atlet elite dengan dukungan pelatihan profesional.
Jerman menjalankan Sportfördergruppe, program yang memfasilitasi atlet militer untuk berlatih penuh waktu sambil tetap menjalankan kewajiban dasar sebagai prajurit. Program ini melahirkan atlet Olimpiade dari kalangan militer.
Sementara itu, Korea Selatan mengelola Korea Armed Forces Athletic Corps satuan khusus yang mewadahi atlet nasional menjalani wajib militer tanpa menghentikan karier olahraga mereka.
Jika terealisasi dan dilaksanakan dengan baik, batalyon khusus olahraga TNI berpotensi mengikuti jejak sukses program-program tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


