Pada 13 Desember 2025, AIESEC in Unila sukses mengadakan simulasi Job fair dalam rangkaian Final Project AIESEC Future Leaders 2025. Lokasinya berada di Gedung Fakultas Hukum Universitas Lampung.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13:00 WIB hingga 15:00 WIB ini bertujuan untuk memberikan pengalaman baru bagi generasi muda Bandar Lampung dalam mengenal dan menentukan jalur karier yang ingin mereka tempuh.
Dihadiri oleh 200 peserta berusia 17—21 tahun, sesi tersebut menjadi ruang eksplorasi bagi para peserta untuk membuka wawasan, menggali potensi diri, serta memahami berbagai peluang karir yang relevan dengan minat dan perkembangan dunia kerja masa kini.
Aktivitas ini dibuka dengan rangkaian job fair Simulation di lapangan Fakultas Hukum Universitas Lampung yang dipenuhi oleh berbagai booth yang dibuka oleh peserta dari masing-masing homegroup.
Setiap booth merepresentasikan simulasi perusahaan dengan latar industri yang beragam, mulai dari sektor ritel, hiburan, hingga FMCG. Meskipun setiap booth mengusung konsep roleplay serupa, tetapi mereka berhasil menampilkan karakter perusahaan, pembagian peran kerja, serta pendekatan operasional yang berbeda sesuai hasil pendalaman peserta selama program berlangsung.
Pengunjung dapat berkeliling dan berinteraksi langsung dengan peserta untuk memahami alur kerja dan dinamika perusahaan yang disimulasikan.
Kegiatan open booth berlangsung secara terbuka dan interaktif, di mana satu booth digunakan oleh dua homegroup untuk memaksimalkan ruang kolaborasi dan pengalaman pengunjung.
Melalui konsep ini, peserta AFL tidak hanya menjelaskan peran yang mereka jalani, tetapi juga menunjukkan bagaimana mereka beradaptasi, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam konteks dunia kerja yang disimulasikan.
Suasana job fair ini dirancang menyerupai dinamika lingkungan profesional, sekaligus menjadi ruang eksplorasi bagi peserta dalam menampilkan hasil pembelajaran mereka secara aplikatif kepada pengunjung.
Sebagai bentuk apresiasi, rangkaian kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi Reward and Recognition (RnR) yang diberikan kepada peserta dan homegroup dengan performa terbaik.
Penghargaan yang diberikan mencakup beberapa kategori, Most Creative yang dimenangkan oleh Homegroup 11, Best Analysis diraih oleh Homegroup 5, hingga Best Group yang diperoleh oleh Homegroup 6.
Kategori penilaian ditentukan dari berbagai aspek seperti kreativitas, kedalaman pemahaman, serta kerja sama tim selama proses Final Project berlangsung. Penghargaan yang diterima menjadi penanda atas proses belajar dan kontribusi peserta sepanjang program AFL berlangsung.
Proses penilaian dalam rangkaian simulasi job fair turut melibatkan pihak internal dan eksternal sebagai juri, di antaranya perwakilan Local Head of AIESEC in Unila, yaitu Restu Krisdahyanto, praktisi dari industri CEO Delecta yaitu Ogan Triansyah, dan Presenter media Presenter Lampung Geh yaitu Ari Saputra.
Kehadiran juri memberikan sudut pandang profesional terhadap simulasi perusahaan yang ditampilkan, sekaligus memperkuat pengalaman belajar peserta dalam memahami ekspektasi dunia kerja secara lebih nyata.
Salah satu peserta AFL, Nefa, membagikan pengalaman yang didapat melalui kegiatan ini: “Teri makasih banyak AFL untuk pengalaman baru yang seru ini! dari simulasi job fair ini, aku jadi lebih paham gambaran job fair yang sebenarnya karena kita langsung praktik, bukan cuman belajar materi. Thank you AFL for the opportunity!”
Melalui simulasi job fair ini, AIESEC in Unila menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif bagi peserta dan pengunjung dalam memahami dunia kerja secara lebih nyata.
Aktivitas ini mendorong generasi muda untuk berpikir kritis, beradaptasi dengan dinamika profesional, serta membangun kesiapan karier melalui praktik langsung, sehingga pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal yang relevan dan berkelanjutan di dunia nyata.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


