John Herdman dipastikan menjadi pelatih tim nasional Indonesia. Ada beberapa hal yang perlu dilakukannya agar lekas bisa beradaptasi dan "nyetel" dengan tim.
Bergabungnya John Herdman sebagai pelatih tim nasional Indonesia diumumkan oleh PSSI pada Sabtu (3/1/2026). Ia mengisi kursi kepelatihan Garuda yang kosong selepas ditinggalkan Patrick Kluivert.
Sebelum digaet timnas Indonesia, Herdman punya pengalaman melatih tim nasional di dua negara, yakni Selandia Baru dan Kanada, plus membesut klub Toronto FC. Menurut pengamat sepak bola nasional, Haris Pardede, alias Bung Harpa, rekam jejak Herdman yang demikian terbilang tidak istimewa, tetapi jelas lebih baik ketimbang Kluivert.
"Tidak terlalu mentereng tapi juga tidak jelek. Tidak setidakmeyakinkan Patrick Kluivert, tapi sekali lagi (soal) ekspektasi, kalau saya pribadi, kita taruh di tataran yang pas-pas saja," ujar Bung Harpa kepada GNFI, Jumat (9/1/2026).
Dalam karier kepelatihannya, Herdman mencatatkan sejumlah pencapaian ciamik, terutama bersama Kanada. Ia membawa timnas putri Kanada meraih medali emas di Pan American Games 2011, juga runner-up turnamen CONCACAF pada 2012. Lalu di Olimpiade London 2012 dan Rio 2016, Herdman bahkan membawa anak-anak asuhnya meraih medali perunggu.
Tentu tidak ada yang bisa memastikan apakah Herdman nantinya juga akan mampu sukses di timnas Indonesia. Meski demikian, karena keputusan soal penunjukan Herdman sudah diambil, Bung Harpa menekankan pendukung timnas Indonesia kini perlu memberi dukungan penuh kepada pelatih kelahiran Consett, Inggris, pada 19 Juli 1975 itu.
Dengan dukungan suporter, Herdman kini harus mampu membawa perubahan dan membawa timnas Indonesia bangkit dari keterpurukan pada era Kluivert. Sebagaimana diketahui, timnas Indonesia mampu tampil ciamik pada ronde pertama hingga ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 bersama pelatih Shin Tae-yong. Namun, setelah PSSI memecat Shin dan menggantinya dengan Kluivert, performa tim langsung melorot drastis hingga akhirnya gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Nantinya, Herdman akan melakoni tantangan perdana bersama timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series pada Maret 2026 mendatang. Diperkirakan, Herdman bisa mulai membawa beberapa perbaikan di sana, namun harapan akan perubahan besar baru bakal ada pada FIFA Matchday edisi Juni dan Juli.
"Kalau ada sosok pelatih baru, seharusnya ada yang baru. Kalau tidak ada perubahan, ya buat apa?" lanjut Bung Harpa.
Apa yang Harus John Herdman Lakukan di Timnas Indonesia?
Dengan adanya harapan di pundak Herdman untuk membangkitkan timnas Indonesia, ada hal-hal yang perlu dilakukannya. Pertama, mempertahankan fondasi yang sudah dibangun oleh pendahulunya, khususnya Shin Tae-yong.
"Misal pemain diaspora yang sudah ada, itu pasti jadi backbone kita, tinggal bagaimana dia meraciknya, meramunya jadi sesuatu yang lebih enerjik, lebih produktif," tambah Bung Harpa.
Kedua, Herdman perlu berkonsultasi soal seluk-beluk sepak bola Indonesia kepada pihak yang lebih punya pemahaman, baik itu secara teknis maupun praktik. Ini berkaitan dengan rekam jejak Herdman yang nihil pengalaman melatih di Asia.
"Secara teknis siapa? Alexander Zwiers. Tapi kan Zwiers ini hanya secara teknis. Secara kearifan lokal, pemahaman sepak bola Indonesia, mungkin dia kurang. Nah, itu akan diisi oleh asisten lokal yang memang sudah dalam tanda kutip diwajibkan oleh BTN untuk dihadirkan," lanjut Bung Harpa.
Meski penting, kerja sama dengan asisten lokal tersebut sebelumnya tidak dilakukan oleh Kluivert. Hasilnya terbukti, banyak hambatan hingga akhirnya kinerja kepelatihannya jauh dari harapan.
"Akhirnya banyak gap, banyak hambatan yang tidak sampai karena dia tidak paham dengan kearifan lokal. Termasuk setelah pertandingan datang ke penonton usai kalah dari Irak dan lain-lain."
Selain soal memahami aspek lokal sepak bola Indonesia, kerja sama dengan staf lokal juga diperlukan untuk mempercepat proses adaptasi Herdman. Apalagi, ia tidak punya banyak waktu untuk bersiap menjelang FIFA Series yang sudah sebentar lagi.


