indonesia hati hatilah dengan vietnam - News | Good News From Indonesia 2026

Indonesia, Hati-hatilah dengan Vietnam

Indonesia, Hati-hatilah dengan Vietnam
images info

Indonesia, Hati-hatilah dengan Vietnam


Negara itu pernah lumat oleh perang dahsyat. Tanah permukaannya merah oleh darah perang saudara dan perang melawan negara-negara besar. Puluhan tahun lalu kita masih mengirim bantuan beras untuk mereka. Tapi itu dulu. Sekarang? Mereka sedang bersiap mengambil alih panggung Asia Tenggara. 

Saya membaca data dari BPS-nya Vietnam pekan lalu dengan dahi berkerut. Peta ekonomi Asia Tenggara benar-benar sedang dibongkar pasang. Perubahannya sangat cepat. Jauh lebih cepat dari angka-angka yang diprediksi para analis ekonomi dunia. Jauh lebih cepat dari perkiraan saya. 

Per Januari 2026 ini, Vietnam resmi berada di lintasan balap, melaju cepat untuk menyalip ekonomi Thailand. Mereka akan segera menjadi kekuatan ekonomi terbesar ketiga di ASEAN. Ini alarm besar buat Indonesia. Kita tidak boleh terlena dengan status sebagai ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara ( mari jujur saja, ini karena faktor jumlah penduduk kita juga terbesar). 

Mari lihat datanya secara jernih. Kantor Statistik Nasional Vietnam melaporkan pertumbuhan GDP mereka tahun 2025 mencapai 8,02 persen. Ini angka yang sangat tinggi untuk ukuran ekonomi yang sudah masuk level menengah. Dengan capaian itu, GDP nominal Vietnam kini menyentuh angka 514 miliar dolar AS.

Awalnya banyak yang pesimis. Pengamat mengira Vietnam akan rontok karena ancaman tarif ekspor dari Amerika Serikat. Ternyata Vietnam sangat lihai. Mereka tidak memilih jalur konfrontasi. Mereka justru berunding dengan tenang. Pada Juli 2025, mereka mencapai kesepakatan besar. Vietnam membuka pasar domestiknya untuk mobil dan produk pertanian Amerika. Sebagai imbalannya, keran ekspor mereka tetap terbuka lebar.

Hasilnya luar biasa. Ekspor ke Amerika justru melonjak 28 persen hingga mencapai 153 miliar dolar AS. Inilah cara mereka mengubah potensi krisis menjadi kemitraan strategis yang menguntungkan. Di saat yang sama, Thailand yang selama ini saya anggap ekonominya stabil justru sedang sesak napas. Mereka terjebak dalam masalah struktural. Utang rumah tangga di sana sangat tinggi. Sektor manufakturnya melambat. Pertumbuhan ekonomi Thailand hanya di kisaran 1,8 persen. Angka yang rendah untuk sebuah negara menengah yang sedang berkembang. Pun politik di Thailand begitu kerasnya.

Sangat kontras dengan Vietnam.

Thailand Ditinggal di Belakang

Tahun 2026 ini, Majelis Nasional Vietnam sudah menetapkan target pertumbuhan 10 persen. Jika target ini tercapai, secara matematis Vietnam akan menggeser Thailand di akhir tahun. Mereka akan naik ke posisi tiga, berada di bawah Indonesia dan Singapura.

Mengapa Vietnam bisa seberani itu? Karena mereka melakukan investasi publik secara masif. Tahun 2026 ini, anggaran investasi infrastruktur mereka naik 26 persen. Bandara internasional baru di dekat Ho Chi Minh City sudah mulai beroperasi. Luar biasa besar, konon bisa melayani 100 juta orang per tahun. Proyek kereta cepat di utara yang menghubungkan mereka dengan Tiongkok juga terus dikebut.

Dunia melihat itu. Perusahaan global seperti Luxshare-ICT terus memperluas pabrik perangkat VR di sana. Rantai pasok teknologi dunia kini bergeser ke Hanoi dan Hai Phong. Pasar domestik mereka pun tumbuh sehat. Konsumsi ritel mencapai 270 miliar dolar AS. Artinya, rakyat Vietnam mulai punya daya beli yang kuat.

Dua Kali Lebih Cepat dari Korea Selatan

Kalau mau jujur, kebangkitan Vietnam ini mengingatkan saya pada Korea Selatan di era 1970-an. Sama-sama hancur karena perang saudara. Sama-sama tidak punya sumber daya alam melimpah seperti kita. Tapi mereka punya satu hal yang sama. Kedisiplinan luar biasa dan ambisi untuk tidak mau lagi dibilang miskin. Seperti Korea Selatan yang bertransformasi dari negara agraris menjadi raksasa teknologi, Vietnam kini sedang melakukan hal serupa. Bedanya, Vietnam melakukannya di era digital dengan kecepatan dua kali lipat lebih kencang. Gila ! 

Ambisi mereka pun tidak berhenti di Thailand. Dalam rencana jangka panjang, Vietnam diproyeksikan akan menggeser Singapura pada tahun 2035. Jika itu terjadi, Vietnam akan menjadi ekonomi nomor dua di Asia Tenggara. Dan jika kita tak segera berlari lebih kencang, Vietnam pasti akan di depan kita. 

Hati-hatilah dengan Vietnam !

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

AH
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.