Impact Circle 8.0 Voice Your Impact: Speak Up, Step Up, Stand Out sukses diselenggarakan pada Sabtu, 29 November 2025 di Ruang Seminar Fakultas Teknologi Mineral, UPN “Veteran” Yogyakarta. Kegiatan yang dimulai pukul 9.30 WIB ini dibuka dengan meriah oleh dua Master of Ceremony, yaitu Windy Alrista Girsang dan Haidar Ahmad Rantisi.
Mengusung SDGs 4 dengan fokus utama public speaking, Impact Circle menghadirkan dua narasumber, yaitu Rani Dwi Hapsari, seorang public speaking trainer sekaligus owner dari microphonia dan Je Arif seorang digital creator denganyang juga berkecimpung di dunia public speaking.
Materi pertama dibawakan oleh Rani Dwi Hapsari dengan tema From Stage Fright to Stage Light. Sesi talkshow ini dipandu oleh Indira Fizia Kirana, selaku moderator. Rani membuka sesi dengan interaktif melalui sebuah pertanyaan, “Adakah yang masih takut berbicara di depan umum?” tanya Rani kepada seluruh peserta. Bagi Rani, berbicara di depan umum tidak semenakutkan apa yang dipikirkan.
“Bebicara bukan sekadar bagaimana kita mampu merangkai kata, tetapi tentang bagaimana kita mampu menyampaikan sebuah value atau nilai kepada audiens,” tegas Rani.
Rani juga menjelaskan, terdapat 3 komponen utama dalam public speaking, yaitu 55% berupa visual, body movements, dan face, 38% vokal termasuk voice tone, modulation, dan pauses, dan terakhir sebanyak 7% adalah verbal atau words.
Di akhir sesi, Rani memberikan beberapa catatan peserta. Rani menegaskan sebelum berbicara di depan umum seseorang perlu untuk membuat first impression yang baik dan tidak lupa untuk melakukan persiapan secara matang untuk mampu menguasai audiens.
Bagi yang akan menjadi Master of Ceremony (MC) atau Moderator, dapat melakukan gladi bersih dan tidak lupa untuk mempersiapkan cue card. Cue card adalah catatan kecil yang dapat dijadikan panduan selama memandu jalannya acara.
Setelah sesi talkshow yang pertama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing seputar Outgoing Global Volunteer dari Kevin Arfian Prasetyo sebagai Team Leader of ELD Marketing.
Outgoing Global Volunteer adalah program global volunteer dari AIESEC yang memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk berkontribusi pada project-project yang didasarkan pada SDGs di berbagai negara di dunia. Kegiatan volunteer ini bertujuan untuk menciptakan perubahan positif sekaligus memberikan kesempatan bagi pemuda untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan atau leadership.
Materi kedua dibawakan oleh Je Arif, dengan tema Attention Strategy Challenge. Je Arif menegaskan, seorang public speaker harus mampu menarik perhatian audiens di awal presentasi.
Bagi Je Arif terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menarik perhatian audiens. Pertama, memahami tema atau premis yang akan dibahas dengan riset, observasi, mengulik, dan menulis apa saja yang akan dibahas selama menyampaikan materi. Selanjutnya adalah membuka presentasi dengan kuat dan menarik.
“Kunci membuka presentasi yang kuat adalah dengan menyampaikan hook atau pernyataan menarik di awal, gesture atau body language, dan vocal variety atau menyesuaikan setiap strategi komunikasi dengan audiens,” tambah Je Arif.
Je Arif juga memberikan tips untuk mempertahankan fokus audiens selama presentasi berlangsung dan tetap engaged. Bagi Je Arif, eye contact menjadi penting untuk mempertahankan fokus audiens.
Selain itu, perlu untuk melakukan interaksi dengan audiens agar presentasi tidak monoton. Terakhir, dapat menggunakan alat bantu berupa video atau barang agar dapat mendukung sesi presentasi.
Setelah selesai menyampaikan materi, selanjutnya dilanjutkan dengan sesi presentasi dari peserta. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian diberikan stick ice cream dan lem. Dengan barang-barang tersebut, setiap kelompok harus dapat merangkainya menjadi sebuah benda.
Setelah diberi waktu persiapan selama 20 menit, setiap kelompok harus dapat mempresentasikan dengan waktu kurang dari 3 menit. Je Arif langsung memberikan feedback untuk setiap kelompok. Akhirnya, terdapat 3 kelompok yang menjadi kelompok terbaik.
Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian sertifikat dan plakat apresiasi kepada pembicara dan moderator. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada peserta terbaik. Terakhir, kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


