Pasbana - Di tengah derasnya arus zaman yang kian bising oleh media sosial dan budaya pamer, perempuan Minangkabau justru berdiri di satu persimpangan penting: menjaga marwah adat sekaligus tetap relevan dengan dunia modern. Anggapan bahwa perempuan Minang “terkungkung” oleh aturan adat sejatinya tak lebih dari prasangka yang lahir dari pemahaman yang setengah-setengah.
Dalam adat Minangkabau, perempuan justru menempati posisi yang sangat istimewa. Ia bukan sekadar pelengkap, melainkan madrasah pertama—tempat nilai, etika, dan akhlak ditanamkan sejak awal kehidupan manusia.
Perempuan Minang diberi ruang luas untuk berkiprah, berbicara, dan mengekspresikan diri, selama tidak melampaui batas nilai adat dan agama.
Baca Selengkapnya

