Jika Kawan sedang berada di Surabaya dan ingin jalan-jalan santai sambil belajar sejarah ekonomi Indonesia, museum ini bisa jadi pilihan yang tepat.
Museum De Javasche Bank (DJB) Surabaya atau dikenal sebagai Museum Bank Indonesia Surabaya menjadi tempat yang cocok untuk mengisi akhir pekan yang edukatif.
Berlokasi di Surabaya utara, museum ini bukan hanya menyimpan cerita tentang uang dan perbankan, tetapi juga menjadi saksi perjalanan bangsa Indonesia dari era kolonial hingga masa modern.
Setiap sudutnya menghadirkan kisah tentang rupiah, kebijakan ekonomi, serta dinamika kota Surabaya di masa lampau.
Jejak Sejarah dari Masa Kolonial
Gedung Museum BI Surabaya awalnya merupakan kantor cabang De Javasche Bank, bank sentral milik pemerintah Hindia Belanda.
Untuk cabang Surabaya resmi beroperasi sejak 14 September 1829. Seiring waktu, bangunan ini mengalami perombakan besar pada tahun 1904 untuk menyesuaikan desain Eropa dengan iklim tropis Nusantara.
Bangunan lama kemudian diganti dengan gedung baru bergaya Neo-Renaissance yang megah, lengkap dengan ornamen kayu jati dari Jepara.
Setelah Indonesia merdeka, De Javasche Bank dinasionalisasi pada tahun 1951 dan gedung ini resmi menjadi kantor Bank Indonesia Surabaya pada 1953 hingga 1972.

Salah satu ruangan di museum DJB Surabaya | Dok. Desinta Mega
Pada 27 Januari 2012, bangunan bersejarah ini ditetapkan sebagai cagar budaya. Kini, gedung tiga lantai ini berdiri kokoh sebagai museum yang merekam perjalanan sejarah ekonomi Indonesia, sekaligus menjadi simbol pertemuan budaya kolonial dan lokal.
Arsitektur Klasik yang Sarat Makna
Secara visual, Museum DJB Surabaya memanjakan mata. Desainnya simetris khas Eropa, tetapi dilengkapi ventilasi alami agar tetap sejuk di iklim tropis. Di dalamnya, gaya Art Deco berpadu dengan ornamen khas Indonesia seperti ukiran flora dan fauna tropis.
Perpaduan ini mencerminkan interaksi lintas budaya yang unik. Di satu sisi, bangunan ini dibangun untuk kepentingan ekonomi kolonial, namun di sisi lain, elemen lokal yang disematkan menunjukkan adaptasi sekaligus penghormatan terhadap budaya Nusantara.
Menelusuri Koleksi di Setiap Lantai
Museum DJB Surabaya menyimpan koleksi yang berfokus pada sejarah moneter, perbankan, dan ekonomi Indonesia. Seluruh artefak ditata secara kronologis dan edukatif di tiga lantai, lengkap dengan papan informasi yang mudah dipahami.
Di lantai dasar, pengunjung akan memasuki ruang brankas tua yang ikonik. Di sinilah berbagai mata uang kuno dipamerkan, mulai dari gulden Hindia Belanda, uang pendudukan Jepang (1942–1945), hingga evolusi rupiah Indonesia sejak 1946.
Ada pula uang kertas langka dan koin peringatan yang mencerminkan dinamika ekonomi nasional.

Tampilan koleksi uang di DJB Surabaya | Dok. Desinta Mega
Lantai berikutnya menghadirkan galeri budaya dan foto-foto bersejarah Surabaya. Pengunjung dapat melihat dokumentasi pembangunan gedung De Javasche Bank, peralatan perbankan antik seperti mesin teller manual, brankas besi era kolonial, alat penghitung uang jadul, hingga replika mesin cetak uang.
Dokumen nasionalisasi bank turut memberikan gambaran tentang perjalanan ekonomi Indonesia.
Sementara itu, lantai atas menampilkan zona konservasi bangunan, sejarah transformasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia, serta pameran interaktif tentang kebijakan moneter. Furnitur asli dari abad ke-19 turut melengkapi suasana nostalgia.
Akses Mudah dan Ramah Pengunjung
Museum DJB Surabaya terletak di Jalan Garuda No. 1, Krembangan Selatan, sekitar enam kilometer dari Alun-Alun Kota Surabaya.
Lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi, transportasi umum, maupun ojek online. Stasiun Pasar Turi dan Stasiun Surabaya Kota juga berada tidak jauh dari lokasi.
Museum ini buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 08.00–16.00 WIB dan tutup pada hari Senin serta libur nasional.
Kabar baiknya, tiket masuk gratis. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir. Tersedia pula tur berpemandu gratis yang berlangsung sekitar 45–60 menit, cocok untuk kunjungan edukasi maupun wisata keluarga.
Memiliki konsep interaktif, bangunan bersejarah, dan koleksi yang cukup kaya, museum ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus inspiratif. Jadi, kalau kamu ingin liburan singkat yang memberi pengalaman baru, Museum DJB Surabaya layak masuk daftar kunjungan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


