antara stasiun klaten ojol dan opang jalan panjang untuk jemput kesepakatan - News | Good News From Indonesia 2026

Antara Stasiun Klaten, Ojol, dan Opang: Jalan Panjang untuk Jemput Kesepakatan

Antara Stasiun Klaten, Ojol, dan Opang: Jalan Panjang untuk Jemput Kesepakatan
images info

Antara Stasiun Klaten, Ojol, dan Opang: Jalan Panjang untuk Jemput Kesepakatan


Sudah menjadi rahasia umum jika di beberapa objek penjemputan penumpang seperti stasiun, terminal, hingga bandara, jasa ojek online (ojol) dilarang untuk menjemput di area dekat pintu keluar. Aturan tak tertulis ini biasnya diberlakukan untuk menghindari konflik dengan ojek pangkalan (opang) sekaligus menjaga ketertiban arus penumpang.

Akibatnya, penumpang yang ingin menggunakan jasa ojol harus berjalan ke titik jemput tertentu untuk menjauhi titik red zone yang sudah ditetapkan. Sementara itu, pengemudi ojol hanya bisa menunggu di luar area utama.

Konflik opang dan ojol sudah banyak ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Gesekan semacam ini sudah terjadi sejak lama, sehingga terkadang membuat penumpang merasa bingung terkait titik-titik yang dianggap aman untuk dijemput oleh ojol.

Namun, pada 12 Januari 2026, Dinas Perhubungan Klaten akhirnya membuat kesepakatan bersama antara pengemudi ojol dengan opang. Kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat dan pengemudi.

Kesepakatan Ojol dan Opang yang Mudahkan Penumpang

Setelah jalan dan lika-liku yang begitu panjang, kini penumpang dan pengemudi ojol agaknya bisa bernapas sedikit lega. Dishub Klaten akhirnya menentukan titik-titik yang mudah diakses tanpa harus menimbulkan konflik dengan pegemudi opang.

Menyadur dari situs resminya, terdapat sembilan kesepakatan penting yang diraih antara Dishub dengan ojol dan opang. Secara garis besar, kesepakatan itu menyoroti beberapa hal, mulai dari titik penjemputan ojol, aturan ngetem bagi opang, area steril, sampai prioritas pejemputan dalam beberapa kasus khusus.

Dishub menetapkan bahwa ojol boleh menjemput penumpang di pintu keluar mobil atau timur stasiun dan pintu keluar parkir motor di Jalan Dewi Sartika. Ojek online dilarang masuk ke kawasan stasiun. Hal ini sesuai dengan regulasi PT KAI (Persero) yang hanya mengizinkan mobil untuk masuk kawasan stasiun.

baca juga

Di sisi lain, opang dilarang parkir di area depan stasiun. Dari kesepakatan itu, opang boleh menunggu di pohon beringin sebelah utara. Zona depan stasiun dijadikan kawasan steril dari parkir kendaraan bermotor.

Meskipun demikian, ada ketentuan khusus yang berlaku saat ojol membawa penumpang berkebutuhan khusus dan prioritas (lansia, disabilitas, ibu hamil, dan wisatawan asing). Dalam kasus ini, pengemudi ojol baik mobil dan motor bisa menjemput penumpang sampai depan stasiun.

Kesepakatan ini dinilai sebagai win-win solution antara ojol, opang, dan penumpang. Besar harapan agar tidak ada lagi konflik yang muncul antara keduanya. Di sisi lain, penumpang pun dapat semakin nyaman karena jarak antara red zone ke titik aman menjadi lebih dekat.

Stasiun Klaten yang Padat

Stasiun Klaten merupakan stasiun kelas I yang ada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Stasiun ini menjadi salah satu stasiun padat yang melayani ribuan penumpang setiap harinya.

Stasiun yang sudah berdiri sejak 1871 ini sudah menjadi simpul penghubung antarkota sejak lama. Pembangunannya dilatarbelakangi berkembangnya perekonomian di wilayah Klaten dan sekitarnya karena kemajuan industri perkebunan, utamanya gula.

Lebih dari seabad setengah sejak didirikan, Stasiun Klaten tetap menjadi salah satu stasiun penting yang melayani lintas Solo-Yogyakarta. Stasiun ini melayani perjalanan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter. Jumlah penumpangnya pun meningkat tiap tahunnya.

Letaknya juga cukup strategis, karena dekat dengan Terminal Bus Klaten. Hal ini memudahkan perpindahan penumpang dari kereta ke angkutan darat jenis bus dengan efisien.

Ditambah lagi, kesepakatan baik yang diraih oleh perwakilan ojol dan opang di sekitar stasiun juga semakin mempermudah penumpang yang ingin menuju atau pun meninggalkan area stasiun. Penumpang yang sebelumnya harus berjalan kaki beberapa ratus meter menuju “area aman”, sudah bisa memesan jasa ojol sesuai dengan titik yang disepakati.

Hal ini tentu saja membawa harapan dan angin segar bagi semua pihak agar layanan transportasi masyarakat semakin baik. Kesepakatan ini juga dapat menjadi contoh di daerah lain jika segala “masalah” dapat diselesaikan dengan kepala yang dingin.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.