Pendaftaran Ajinomoto Scholarship 2027 resmi dibuka pada 5 Januari hingga 5 Maret 2026. Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi pascasarjana di Jepang. Keberangkatan mahasiswa direncanakan pada April atau Oktober 2027, mengikuti jadwal penerimaan universitas tujuan.
Seluruh proses seleksi beasiswa dilakukan di Indonesia oleh PT Ajinomoto Indonesia melalui Ajinomoto Foundation. Perlu ditegaskan sejak awal, program ini gratis. Ajinomoto menyatakan tidak pernah memungut biaya apa pun selama proses seleksi berlangsung.
Bidang Studi yang Disasar dan Kampus yang Ditunjuk
Ajinomoto tidak membuka beasiswa ini untuk semua disiplin ilmu. Fokusnya adalah ilmu pangan, biologi, kimia, dan nutrisi. Arah ini sejalan dengan bidang riset yang selama ini menjadi perhatian utama Ajinomoto Group.
Universitas yang ditunjuk pun merupakan kampus dengan reputasi riset kuat di Jepang, antara lain:
- University of Tokyo – Agricultural and Life Sciences
- Kyoto University – Agriculture, Biostudies
- Nagoya University – Bio Agricultural Sciences, Chemistry & Biotechnology
- Institute of Science Tokyo – Biophysics and Biochemistry
- Ochanomizu University – Biological Sciences, Food and Nutritional Science
- Japan Nutrition University – Nutrition Sciences
- Waseda University – Chemistry and Biochemistry
Daftar ini menunjukkan bahwa beasiswa Ajinomoto memang diarahkan untuk mencetak peneliti dan akademisi di bidang ilmu hayat dan pangan, bukan sekadar mengejar gelar.
Mengapa Ajinomoto Hanya Berikan Beasiswa di Bidang Ini?
Fokus bidang beasiswa Ajinomoto tersebut berangkat dari filosofi perusahaan mereka, yaitu AminoScience.
Ajinomoto Group menyatakan komitmennya untuk berkontribusi pada kesejahteraan manusia melalui pemanfaatan ilmu asam amino, sejalan dengan slogan “Eat Well, Live Well.”
Filosofi ini berakar pada pemikiran Dr. Kikunae Ikeda, ilmuwan Jepang yang lebih dari satu abad lalu menemukan rasa umami. Ia mengidentifikasi bahwa komponen utama umami adalah asam glutamat, salah satu jenis asam amino. Tujuan awal Ikeda adalah memperbaiki status gizi masyarakat melalui makanan yang lebih lezat.
Dari identifikasi inilah Ajinomoto memandang makanan bukan sekadar sumber energi. Makanan juga memiliki nilai sosial dan psikologis. Dalam penjelasan resminya, Ajinomoto menekankan bahwa makan bersama keluarga dapat mempererat hubungan, memberi energi fisik, sekaligus menenangkan pikiran.
Beasiswa ini lahir dari perjalanan panjang riset tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa penerima tidak diposisikan hanya sebagai pelajar, tetapi sebagai calon peneliti yang diharapkan melanjutkan eksplorasi ilmu pangan dan kesehatan.
Syarat Pelamar Beasiswa Ajinomoto
Dengan tujuan yang spesifik, Ajinomoto menetapkan kualifikasi yang cukup ketat. Program ini memang dirancang bagi mahasiswa Indonesia dengan rekam akademik kuat dan kesiapan studi di lingkungan riset Jepang.
Beberapa syarat utama yang harus dipenuhi pelamar antara lain:
- Warga Negara Indonesia
- Memiliki IPK minimal 3,7
- Telah menyelesaikan atau akan menyelesaikan pendidikan 16 tahun
- Berusia di bawah 35 tahun per 1 April 2026
- Sehat jasmani dan rohani
- Tidak sedang menerima beasiswa lain
Selain memenuhi persyaratan tersebut, pelamar wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi yang diselenggarakan oleh PT Ajinomoto Indonesia.
Alur Seleksi yang Panjang, Tapi Terstruktur
Proses seleksi Ajinomoto Scholarship berlangsung hampir satu tahun, sehingga peserta memiliki waktu untuk mempersiapkan diri di setiap tahap.
Berikut estimasi jadwal seleksi:
- Pengumpulan dokumen: Januari–Maret 2026
- Seleksi dokumen: Maret 2026
- Tes psikologi: April 2026
- Wawancara: April–Mei 2026
- Pengumuman hasil: Juni 2026
- Keberangkatan ke Jepang: April 2027
Dua Jalur Studi yang Bisa Ditempuh
Setelah dinyatakan lolos seleksi akhir, peserta Beasiswa Ajinomoto 2027 dapat menempuh dua jalur status studi, sesuai dengan ketentuan universitas tujuan di Jepang.
Pertama, Mahasiswa Riset.
Status ini diberikan kepada mahasiswa pascasarjana non-gelar yang fokus pada penelitian awal bersama profesor pembimbing. Masa studi biasanya berlangsung hingga satu tahun dan sering digunakan sebagai tahap adaptasi akademik dan bahasa sebelum masuk program magister.
Kedua, Mahasiswa Magister.
Ini adalah mahasiswa program S2 penuh yang mengikuti perkuliahan dan penelitian hingga lulus, dengan masa studi umumnya dua tahun.
Ajinomoto membuka peluang untuk kedua jalur tersebut. Namun, bagi pelamar yang langsung masuk program magister, universitas di Jepang mensyaratkan kemampuan bahasa Jepang yang memadai, karena kegiatan belajar dan riset dilakukan secara penuh di lingkungan akademik.
Benefit yang Ditawarkan Beasiswa Ajinomoto
Selain menanggung biaya kuliah penuh, Beasiswa Ajinomoto juga memberikan uang hidup hingga ¥180.000 per bulan, sesuai dengan status studi mahasiswa.
Tidak hanya itu, Ajinomoto juga menanggung:
- Tiket pesawat dari Indonesia ke Jepang
- Pendampingan masuk kampus
- Biaya psikotes
- Akomodasi selama proses wawancara
Dengan skema ini, peserta dapat fokus mempersiapkan studi tanpa terbebani urusan administratif dan biaya awal.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


