Kawan GNFI yang lahir pada tahun 2000-an mungkin pernah menonton seri “Laptop Si Unyil” di salah satu saluran televisi nasional. Boneka kecil berpeci itu sebenarnya punya sejarah yang lumayan panjang.
Tahukah Kawan bahwa Si Unyil bermula dari boneka wayang lulusan Seni Rupa ITB? Si Unyil juga sudah muncul dalam beragam bentuk, baik itu pentas wayang, seri televisi, bahkan animasi tiga dimensi juga ada. Tak hanya itu, tokoh-tokoh dalam sinema inipun juga beragam.
Penasaran dengan sejarah Si Unyil? Mari kita bahas bersama!
Awal Mula Si Unyil
Dikutip dari situs Dewan Kesenian Jakarta, Si Unyil diciptakan oleh Drs. Suyadi, lulusan Seni Rupa ITB yang lahir di Puger, Jawa Timur pada 28 November 1932. Drs. Suyadi juga memerankan tokoh Pak Raden dalam wayang Si Unyil.
Dikutip dari situs Radio Republik Indonesia, Suyadi menempuh studi di jurusan Seni Rupa ITB pada tahun 1952—1960. Lalu, beliau belajar animasi di Perancis pada 1961—1963. Lebih tepatnya, beliau belajar di studio Perancis bernama Les Cineastes Associes dan Les Films Martin Boschet, dikutip dari situs Dewan Kesenian Jakarta.
Sebelum Si Unyil muncul, Suyadi memulai kariernya dengan membuat ilustrasi cerita anak dan terpilih sebagai ilustrator buku cerita anak-anak terbaik di acara Tahun Buku Internasional 1972.
Dikutip dari situs Radio Republik Indonesia, beliau telah membuat tiga buku: Petruk Jadi Raja, Gerhana the Eclipse, dan Golden Cucumber.
Lalu, pada tahun 1980-an, Suyadi menciptakan Si Unyil. Dikutip dari Kompas, saat Si Unyil dibuat, Suyadi menjadi penata artistik dan pembuat boneka-boneka Si Unyil seperti Pak Raden, Pak Ogah, dan Meilani. Sementara itu, Kurnain Suhardiman bertugas sebagai penulis cerita.
Oh ya, tahukah Kawan bahwa dalam proses pembuatan film Si Unyil, sudah ada sekitar 300 boneka yang dibuat oleh Suyadi?
Dari boneka-boneka ini, serial televisi yang melibatkan boneka-boneka wayang ramah anak mulai muncul.
Si Unyil dalam Televisi Nasional
Dikutip dari situs Dewan Kesenian Jakarta, Suyadi bergabung dengan Pusat Produksi Film Nasional (PPFN) pada tahun 1980-an untuk mulai membuat Si Unyil. Dikutip dari situs resmi Radio Republik Indonesia, Si Unyil mulai tayang pertama kali di TVRI pada 5 April 1981.
Fokus utama cerita Si Unyil adalah keseharian Unyil dan teman-temannya di Desa Sukamaju. Di balik keseharian mereka, selalu tersisip nilai seperti gotong royong hingga pelestarian lingkungan di dalamnya.
Tayangan asli Si Unyil berakhir pada 21 November 1993. Walaupun demikian, Si Unyil muncul lagi di RCTI pada 21 April 2002 hingga awal 2003 dan berpindah ke TPI pada pertengahan 2003 hingga akhir 2003.
Selanjutnya, Si Unyil muncul dalam bentuk Laptop Si Unyil yang lebih membahas perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan alam di Trans7 pada 2007.
Si Unyil bukan hanya populer pada masanya. Bahkan, di zaman sekarang, masih ada arsip-arsip dokumenter Si Unyil di beragam media daring. Ada pula beberapa hal unik mengenai pembuat Si Unyil yang bisa Kawan ketahui bersama.
Informasi Tambahan Mengenai Pembuat Si Unyil
Dikutip dari situs resmi Radio Republik Indonesia, Drs. Suyadi telah meninggal di usia 82 tahun pada 30 Oktober 2015. Beliau hanya hidup bersama dua pembantunya, yaitu Madun dan Nanang. Bersama, mereka tinggal dalam rumah yang kusam dan dengan atap bocor berukuran 100 meter persegi dengan tiga kamar, satu ruang tamu, dan satu dapur, serta tidak berketurunan dan tidak menikah.
Walaupun demikian, Drs. Suyadi pernah berkontribusi di dunia pendidikan formal. Beliau ditunjuk Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk menjadi ilustrator buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa Sekolah Dasar.
Lalu, dikutip dari Kompas, beliau juga mendapat penghargaan Anugerah Kebudayaan 2005 sebagai penulis berdedikasi buku anak pada 20 Desember 2005. Hari kelahiran beliau pada 28 November juga dirayakan sebagai Hari Dongeng Nasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


