Pada 09 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University melaksanakan salah satu program kerja pengabdian kepada masyarakat di Desa Cikondang, Kabupaten Cianjur. Program kerja tersebut difokuskan pada kegiatan sosialisasi, pembuatan, serta pemberian jadam sulfur sebagai fungisida alternatif berbahan dasar sulfur atau belerang kepada petani lokal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN IPB University dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan di wilayah pedesaan. Jadam sulfur merupakan formulasi pestisida organik berbahan dasar belerang yang dikembangkan dari konsep JADAM (Jayonul Damun Saramdul) asal Korea Selatan, dengan prinsip utama biaya sangat murah, bahan mudah didapatkan, dan dapat dibuat sendiri oleh petani, serta dapat digunakan sebagai fungisida sekaligus insektisida alami untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Pelaksanaan program kerja berlangsung di RW 03 khususnya berlokasi di Giritani 05 Desa Cikondang dan dihadiri oleh anggota kelompok tani setempat. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Cikondang yang berperan sebagai pendamping dan penghubung antara petani dengan mahasiswa KKN IPB University.
Mahasiswa KKN IPB University membuka kegiatan dengan pemaparan materi terkait konsep dasar jadam sulfur. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan fungsi fungisida berbahan sulfur dalam mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur, seperti embun tepung, antraknosa, busuk batang, dan penyakit daun lainnya yang kerap menyerang tanaman padi dan hortikultura.
Selain menjelaskan manfaat, mahasiswa juga memaparkan kelebihan jadam sulfur dibandingkan fungisida kimia sintetis. Beberapa kelebihan tersebut antara lain biaya produksi yang lebih rendah, risiko residu kimia yang minimal, serta dampak lingkungan yang relatif lebih aman bagi tanah dan organisme non-target.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan jadam sulfur. Para petani diajak untuk terlibat secara aktif mulai dari penyiapan bahan, proses pencampuran, hingga tahapan pengemasan ke dalam botol penyimpanan sesuai dengan prosedur yang telah disusun oleh mahasiswa KKN IPB University.
Dalam praktik tersebut, mahasiswa menjelaskan setiap tahapan secara rinci agar mudah dipahami oleh petani lokal. Penjelasan dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan kondisi serta pengalaman petani lokal, sehingga diharapkan pengetahuan yang disampaikan dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
Penyuluh Pertanian Lapangan yang hadir juga turut memberikan penguatan materi. PPL menekankan pentingnya pemahaman dosis dan cara aplikasi jadam sulfur agar hasil yang diperoleh optimal serta tidak menimbulkan efek negatif pada tanaman.
Para petani yang mengikuti kegiatan menyambut baik program kerja tersebut. Mereka menilai materi yang disampaikan relevan dengan permasalahan yang sering dihadapi di lapangan, khususnya terkait serangan penyakit tanaman yang sulit dikendalikan dan memerlukan biaya pengendalian yang cukup besar.
Keterlibatan PPL dalam kegiatan ini juga dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan program. Dengan adanya pendampingan dari PPL, diharapkan pengetahuan mengenai pembuatan dan penggunaan jadam sulfur dapat terus disebarluaskan kepada petani lain di Desa Cikondang.
Mahasiswa KKN IPB University menegaskan bahwa program kerja ini sejalan dengan semangat pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa berupaya menjadi mitra belajar bagi petani, bukan sekadar penyampai informasi satu arah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam memahami kondisi aktual sektor pertanian di tingkat desa. Interaksi dengan petani dan PPL memberikan pengalaman berharga terkait tantangan, kebutuhan, serta potensi pengembangan pertanian lokal.
Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN IPB University menyerahkan hasil jadam sulfur yang telah dibuat kepada kelompok tani sebagai contoh produk yang siap digunakan. Penyerahan ini sekaligus menjadi simbol komitmen mahasiswa dalam mendukung kemandirian petani Desa Cikondang.
Dengan terlaksananya program kerja ini, diharapkan para petani dan PPL Desa Cikondang dapat melanjutkan praktik pembuatan jadam sulfur secara mandiri di masa mendatang. Program ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penerapan teknologi pertanian alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Kabupaten Cianjur khususnya di Desa Cikondang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


