indonesian cultural outlook 2026 strategi fadli zon jadikan budaya sebagai jembatan diplomasi dunia - News | Good News From Indonesia 2026

Indonesian Cultural Outlook 2026: Strategi Fadli Zon Jadikan Budaya Sebagai 'Jembatan' Diplomasi Dunia

Indonesian Cultural Outlook 2026: Strategi Fadli Zon Jadikan Budaya Sebagai 'Jembatan' Diplomasi Dunia
images info

Indonesian Cultural Outlook 2026: Strategi Fadli Zon Jadikan Budaya Sebagai 'Jembatan' Diplomasi Dunia


Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan tujuan dari Indonesian Cultural Outlook 2026 sebagai upaya membangun kerja sama kemitraan dan kolaborasi dengan mitra pemerintah di berbagai negara. Dirinya berharap dengan adanya kolaborasi ini akan menyebarkan budaya Indonesia ke seluruh dunia.

“Ini bisa membangun kerja sama, kemitraan, kolaborasi, sinergi antara Kementerian Kebudayaan dengan semua mitra kita di berbagai negara sebagai amanat konstitusi kita negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia,” ujar Fadli dalam konferensi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Senin, 19 Januari 2026.

Dirinya menyatakan pemerintah akan mengembangkan bidang sastra, film, musik, seni pertunjukan, dan seni visual. Soal sastra, pihaknya akan memperluas Program Penerjemahan Sastra Indonesia dengan dukungan pendanaan bagi penerbit asing.

"Untuk penerbit asing, kami memperkuat festival literasi bersama program Sasana Sastra, Maestro Sastra, serta Laboratorium Penerjemahan Sastra," katanya.

Dirinya menilai program-program tersebut mampu melahirkan dan mengembangkan talenta sastra yang memiliki daya saing global. Selain itu penguatan sastra Indonesia di tingkat internasional diharapkan memperluas jangkauan pembaca serta memperkokoh posisi sastra nasional global.

Selain bidang sastra, pihaknya juga mendorong film dan musik sebagai industri budaya strategis Indonesia. Pemerintah akan mengembangkan sektor film dan musik dengan indikator produksi, pertumbuhan audiens, serta jangkauan internasional. 

Di bidang perfilman, kata dia, pihaknya akan memproduksi film bernarasi sejarah, hingga menggelar lomba produksi film pendek. Upaya tersebut ditargetkan menjangkau 17 festival film internasional utama pada 2026.

"Kami cukup aktif. Setiap bulan, para pelaku industri film Indonesia dikirim ke festival film internasional," ujarnya. 

Budaya mempersatukan

Fadli menyampaikan budaya akan menjadi obat mengatasi permasalahan dunia bersama. Menurutnya budaya mampu menjadi obat mengatasi persoalan dunia bersama-sama.

“Kalaupun politik kadang terpecah, kalau budaya biasanya bersatu,” katanya lagi.

Dirinya berharap dengan mengundang 60 negara-negara dunia akan mampu mewujudkan kerja sama di bidang Kebudayaan yang meliputi warisan budaya, koleksi museum, penguatan dan pengembangan kapasitas SDM.

Kerja sama dan kolaborasi kebudayaan yang diharapkan pada masa mendatang mampu menghadirkan jejaring sehingga dapat direalisasikan potensi kerja sama yang ada. Terlebih lagi, jelasnya pemerintah akan menghadirkan pemikiran internasional seperti CHANDI Summit hingga IPACS.

Indonesia megadiversty

Pada kesempatan itu, Fadli Zon memaparkan kekayaan warisan sejarah dan budaya Indonesia yang ia sebut sebagai megadiversity. Hal ini karena kekayaan budaya Indonesia yang meliputi 313 situs warisan budaya nasional, enam situs warisan budaya dunia yang diakui UNESCO, 2.727 warisan budaya tak benda Indonesia (WBTbI), 1.250 aset budaya yang dilestarikan hingga 53.243 museum dan cagar budaya.

Ia pun menambahkan bahwa pada tahun 2026, memprioritaskan pengelolaan kekayaan keanekaragaman melalui pelindungan yang lebih kuat, akses yang lebih luas serta meningkatkan keahlian bagi komunitas dan pencipta budaya.

Pihaknya juga akan fokus pada pengembangan ekonomi berbasis budaya, peningkatan infrastruktur budaya dan melakukan konsolidasi budaya secara internasional.

“Oleh karena itu saya mengajak untuk bergabung bersama kami dalam kolaborasi yang lebih kuat pada tahun 2026. Saya percaya jika kita menyelaraskan sumber daya, keahlian, dan jaringan untuk mewujudkan hasil yang diharapkan,” tutupnya.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penune, menyatakan kekagumannya terhadap prioritas kebudayaan Indonesia. Menurutnya, pemaparan Menbud Fadli menunjukkan fokus yang jelas terhadap warisan budaya. 

Ia menambahkan, pendekatan ini sejalan dengan upaya yang dilakukan Prancis dalam mengelola dan memajukan budaya. Sehingga membuka peluang bagi kerja sama bilateral dalam bidang seni, kreatif, dan diplomasi budaya antara kedua negara. 

"Bagus sekali penjelasannya. Tidak hanya pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga pada pengembangan dan promosi karya-karya kontemporer," ucapnya. 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.