Apatte62 Brawijaya merupakan sebuah tim riset dan inovasi yang beranggotakan mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) dengan fokus utama pada pengembangan kendaraan hemat energi.
Berdiri sejak lebih dari satu dekade lalu, tim ini awalnya merupakan inisiasi dari mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.
Namun dalam perkembangannya, Apatte62 telah bertransformasi menjadi tim kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan, termasuk Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Ilmu Komputer.
Sinergi ini bertujuan untuk mengintegrasikan aspek mekanis, sistem elektrikal, hingga efisiensi material guna menciptakan kendaraan ramah lingkungan yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Eksistensi Apatte62 Brawijaya didorong oleh komitmen untuk menjawab tantangan global mengenai krisis energi dan kebutuhan akan transportasi berkelanjutan.
Tim ini melakukan seluruh proses pengembangan kendaraan secara mandiri, mulai dari tahap riset awal, perancangan desain aerodinamis, pembuatan sasis, perakitan mesin, hingga pengembangan sistem kendali elektrik.
Fokus utama mereka terbagi ke dalam dua kategori besar kendaraan, yakni kategori Prototype yang mengedepankan desain futuristik untuk mencapai efisiensi maksimal, serta kategori Urban yang dirancang menyerupai kendaraan roda empat konvensional namun dengan konsumsi bahan bakar yang sangat rendah.
Dominasi Kontes Mobil Hemat Energi
Rekam jejak prestasi Apatte62 Brawijaya menunjukkan konsistensi dalam mempertahankan posisi sebagai salah satu tim terbaik di Indonesia. Pada ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, tim ini berhasil meraih gelar juara pertama pada kategori Prototype Motor Pembakaran Dalam (MPD) Diesel.
Keberhasilan tersebut dicapai melalui kendaraan andalan mereka bernama Nogososro Diesel, yang mencatatkan tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar sebesar 545 kilometer per liter. Angka tersebut menjadi bukti keunggulan inovasi teknis mereka dibandingkan puluhan tim lain dari berbagai universitas di Indonesia.
Keberhasilan tersebut berlanjut pada pelaksanaan KMHE 2025 yang digelar di Universitas Jember pada 22–25 Oktober 2025. Dalam kompetisi tahunan yang dinaungi oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) ini, Apatte62 Brawijaya menyumbangkan dua gelar juara sekaligus. Kendaraan terbaru mereka, Marsela ICE, berhasil meraih Juara 2 pada kategori Urban Kelas MPD Bensin.
Sementara itu, mobil Nogososro kembali membuktikan ketangguhannya dengan mengamankan posisi Juara 2 pada kategori Prototype Kelas MPD Diesel. Prestasi ini diraih setelah bersaing ketat dengan tim-tim unggulan dari institut teknologi dan universitas ternama lainnya.
Terus Berinovasi
Pencapaian luar biasa tersebut tidak terlepas dari proses panjang yang penuh dengan tantangan teknis. Ibrahim Al Ghifari, bagian dari divisi Administration and External Relation Apatte62 Brawijaya, menjelaskan bahwa hambatan terbesar dalam setiap kompetisi adalah fase trial and error selama perakitan dan uji coba.
Mengingat kendaraan dibangun sepenuhnya dari nol, koordinasi antar-komponen seperti sistem kemudi, mesin, dan bodi sasis memerlukan akurasi tinggi. Ketidakfungsian satu komponen kecil dapat menghambat seluruh jadwal pengembangan, sehingga dibutuhkan ketelitian ekstra dalam setiap tahap pengerjaan.
Untuk meningkatkan efisiensi secara berkelanjutan, tim secara konsisten melakukan riset lanjutan yang mencakup penyempurnaan sistem kemudi agar lebih halus serta perbaikan desain bodi agar lebih aerodinamis guna meminimalisir hambatan udara.
Selain itu, kemampuan tim dalam merakit mesin sendiri menjadi faktor kunci dalam mencapai kinerja yang efisien. Dukungan dari pihak Universitas Brawijaya, baik dalam bentuk bimbingan teknis dari dosen maupun dukungan logistik dan riset, menjadi pondasi penting yang memungkinkan mahasiswa melakukan inovasi tanpa henti.
Menuju Panggung Global
Selain aktif dalam kompetisi kompetitif, Apatte62 Brawijaya juga berupaya memperkenalkan inovasi mereka kepada masyarakat luas melalui pameran otomotif. Salah satunya adalah partisipasi dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2025.
Dalam ajang tersebut, mereka memperkenalkan Marsela EV, sebuah kendaraan listrik hemat energi yang menjadi simbol transisi tim menuju teknologi yang sepenuhnya bebas emisi. Keikutsertaan dalam pameran ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya teknologi transportasi hijau kepada masyarakat dan membuka peluang kolaborasi dengan sektor industri.
Kini, setelah sukses di level nasional, Apatte62 Brawijaya sedang mempersiapkan diri untuk melangkah ke ajang Shell Eco-marathon. Kompetisi internasional ini merupakan arena prestisius bagi mahasiswa di seluruh dunia untuk menguji batas inovasi energi.
Partisipasi ini menjadi komitmen mereka untuk membuktikan bahwa karya mahasiswa Indonesia memiliki daya saing tinggi di tingkat global. Melalui semangat kolaborasi dan riset yang mendalam, Apatte62 Brawijaya terus bertransformasi menjadi penggerak utama dalam pengembangan teknologi hijau demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


