Indonesia tak pernah kehabisan cerita tentang desa yang berdikari. Di antara lekuk hijau lereng Gunung Slamet, tepatnya di Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, berdiri sebuah desa yang menjadi bukti nyata bahwa modernitas tidak harus menggerus tradisi. Desa Wisata Melung Banyumas, sebuah pemukiman yang kini dikenal luas sebagai "Desa IT", berhasil memadukan kecanggihan tata kelola digital dengan pesona alam yang masih murni.

gapura selamat datang di desa wisata melung banyumas | sumber: https://dolanbanyumas.banyumaskab.go.id/
Bagi Kawan yang mencari pelarian dari bisingnya kota, Desa Melung bukan sekadar destinasi; ia adalah sebuah inspirasi tentang bagaimana sebuah komunitas mampu menjaga akar budayanya sambil merangkul masa depan.
Pagubugan Desa Wisata Melung Banyumas, Menyesap Kedamaian di Tengah Terasering Sawah

pagubugan desa wisata melung banyumas | sumber gambar: https://dolanbanyumas.banyumaskab.go.id/
Ikon yang paling mencuri perhatian di Desa Wisata Melung Banyumas adalah Pagubugan. Bayangkan sebuah kolam renang dengan air pegunungan yang jernih dan dingin, namun lokasinya tepat berada di tengah hamparan sawah terasering yang hijau menghampar.
Sensasi berenang di sini sangat unik. Sambil merendam tubuh di air yang segar, mata Kawan akan dimanjakan dengan pemandangan petani yang sedang menggarap lahan dan perbukitan yang kerap diselimuti kabut tipis. Inilah bentuk nyata dari ekowisata berbasis masyarakat, di mana keindahan alam dikelola secara mandiri oleh warga desa tanpa merusak ekosistem yang ada.

lokasi berenang pagubugan desa melung | sumber gambar: https://dolanbanyumas.banyumaskab.go.id/
Pionir Desa Digital: Bukan Sekadar Julukan
Jika banyak desa baru memulai digitalisasi di era pandemi, Desa Wisata Melung Banyumas sudah memulainya jauh sebelumnya. Desa ini pernah mengguncang nasional karena keberhasilannya menggunakan domain desa.id (https://melung.desa.id/) secara mandiri untuk transparansi publik dan layanan administratif.

Kemajuan teknologi di sini bukan untuk gaya-gayaan, melainkan untuk memperkuat ekonomi lokal. Melalui infrastruktur internet yang mumpuni, para pemuda desa mampu mempromosikan potensi wisata mereka ke kancah internasional. Di Melung, Kawan bisa belajar bagaimana literasi digital mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat perdesaan tanpa menghilangkan identitas agraris mereka.
Panduan Perjalanan: Menuju Jantung Kedamaian Banyumas
Tertarik untuk berkunjung? Berikut adalah panduan logistik yang telah kami rangkum untuk memudahkan perjalanan Kawan menuju Desa Wisata Melung Banyumas di tahun 2026 ini.
Rute dan Aksesibilitas
Terletak sekitar 15–20 kilometer dari pusat kota Purwokerto, perjalanan menuju Melung dapat ditempuh dalam waktu 30 hingga 40 menit. Jalur pendakian yang berkelok memberikan sensasi petualangan tersendiri dengan bonus pemandangan kota Purwokerto dari ketinggian. Pastikan kendaraan Kawan dalam kondisi prima karena beberapa tanjakan cukup curam namun tetap beraspal mulus.
Estimasi Biaya Wisata (Update 2026)
Menikmati kemewahan alam di Melung tidak harus merogoh kocek dalam-dalam. Desa ini tetap memegang prinsip wisata kerakyatan yang terjangkau.
| Kebutuhan Wisata | Estimasi Harga | Keterangan |
| Tiket Masuk Pagubugan | Rp15.000 | Per orang, sudah termasuk akses area sawah. |
| Parkir Kendaraan | Rp2.000 - Rp5.000 | Motor dan Mobil. |
| Kuliner (Mendoan & Kopi) | Rp10.000 - Rp25.000 | Porsi lengkap di warung lokal. |
| Camping Ground | Rp35.000 | Per tenda/malam (area resmi). |
Aktivitas yang Menggugah Jiwa
Bukan hanya berenang, Desa Melung menawarkan beragam aktivitas yang cocok untuk keluarga maupun pelancong tunggal:
Agrowisata: Ikut serta dalam kegiatan bertani atau sekadar memetik sayur segar langsung dari kebun warga.
Trekking Hutan Pinus: Menjelajahi jalur setapak di perbatasan hutan yang memberikan udara kaya oksigen, murni tanpa polusi.
Wisata Edukasi IT: Bagi instansi atau komunitas, Melung menyediakan paket diskusi mengenai tata kelola desa berbasis teknologi.
Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan
Desa Wisata Melung Banyumas adalah pengingat bagi kita semua bahwa kemajuan sebuah bangsa dimulai dari kemandirian desa-desanya. Dengan menjaga kelestarian mata air, merawat tradisi gotong royong, dan memanfaatkan teknologi secara bijak, Melung telah bertransformasi menjadi permata tersembunyi di Jawa Tengah yang wajib masuk dalam bucket list perjalanan Kawan.
Sudah siap untuk menghirup udara segar di lereng Slamet dan merasakan hangatnya sapaan warga Melung? Indonesia menanti Kawan untuk menemukan kembali kedamaian di sini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


