fis 2026 al hikam malang kupas tuntas pendidikan ai hingga blockchain tunjukkan wajah baru santri masa depan - News | Good News From Indonesia 2026

FIS 2026 Al-Hikam Malang Kupas Pendidikan, AI, hingga Blockchain: Wajah Baru Santri Masa Depan

FIS 2026 Al-Hikam Malang Kupas Pendidikan, AI, hingga Blockchain: Wajah Baru Santri Masa Depan
images info

FIS 2026 Al-Hikam Malang Kupas Pendidikan, AI, hingga Blockchain: Wajah Baru Santri Masa Depan


Stigma bilang santri hanya berkutat pada kajian kitab kuning dan ilmu agama semata tampaknya harus segera Kawan GNFI buang jauh-jauh.

Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam Malang baru saja membuktikan bahwa kaum sarungan pun siap beradaptasi dengan disrupsi teknologi global.

Melalui gelaran "Festival Ilmiah Santri (FIS) 2026" yang dihelat pada Sabtu, 7 Februari 2026, ratusan santri dan mahasiswa berkumpul di STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang.

ukan sekadar seremonial, acara ini menjadi kawah candradimuka yang mempertemukan nalar sains, etika, dan tantangan ekonomi digital dalam satu forum.

baca juga

Mengusung tema besar "Sains dan Etika Sebagai Kompas Generasi Muda dalam Menentukan Arah Pembangunan Indonesia Yang Berkelanjutan", kegiatan tersebut hadir sebagai respons atas keresahan degradasi moral di tengah pesatnya laju teknologi.

(Dokumentasi Panitia — AMC.)
info gambar

(Dokumentasi Panitia — AMC.)


Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional seperti Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie, Ph.D., serta budayawan Sabrang Mowo Damar Panuluh dan Ahmad Rifa'i Rif'an. Namun, yang menarik perhatian Kawan GNFI bukan hanya sesi utamanya, melainkan sesi intensif yang disebut Coaching Expert Class (CEC).

Di sesi CEC ini, para peserta diajak menyelami bidang spesifik dengan para ahli. Salah satu kelas yang paling ramai diperbincangkan adalah Kelas Ekonomi yang membahas topik "UMKM di Era Digital: Bertahan, Berkembang, atau Tertinggal".

(Dokumentasi Panitia — AMC.)
info gambar

(Dokumentasi Panitia — AMC.)


Moch. Chabibi Ariful H.S., S.Pt., S.E., seorang entrepreneur muda yang menjadi pemateri, membuka mata para santri tentang realitas bisnis hari ini. Menurutnya, transformasi digital bagi UMKM bukan lagi sebuah pilihan mewah, melainkan strategi bertahan hidup.

"Di era disrupsi ini, digitalisasi bagi UMKM bukan lagi sekadar opsi pelengkap, melainkan fondasi utama untuk bertahan hidup," tegasnya di hadapan para peserta.

(Dokumentasi Panitia — AMC.)
info gambar

(Dokumentasi Panitia — AMC.)


Yang menarik, diskusi ini melebar hingga ke teknologi Bbockchain. Jika biasanya blockchain hanya dikaitkan dengan mata uang kripto, di forum santri ini, blockchain dibahas dalam konteks keberlanjutan (sustainability) dan transparansi. Bagi UMKM, teknologi ini bisa menjadi alat untuk membangun kepercayaan konsumen melalui jejak digital yang transparan.

baca juga

Tak hanya soal cuan dan ekonomi, Kawan GNFI juga perlu tahu bahwa FIS 2026 membedah isu pendidikan dan teknologi. Sesi CEC juga menghadirkan akademisi Universitas Brawijaya, Wahyu Widodo, Ph.D., dan M. Nurjati Hidayat, Ph.D., yang fokus pada pengembangan wawasan santri.

(Dokumentasi Panitia — AMC.)
info gambar

(Dokumentasi Panitia — AMC.)


Kemeriahan FIS 2026 tidak berhenti di ruang diskusi. Di halaman acara, pengunjung disuguhi "Pameran Ilmiah" yang menampilkan sisi kreatif para santri. Stan "Karya Santri" dipenuhi dengan lukisan, sketsa tokoh, hingga poster-poster edukatif yang membahas isu sosial.

Di sudut lain, terdapat stan Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang memamerkan produk-produk inovasi santri dan informasi Penerimaan Santri Baru (PSB). Suasana guyub dan antusiasme terlihat jelas dari kerumunan peserta yang memadati area pameran dan panggung utama.

Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan dari Kawan GNFI, menunjukkan bahwa ekosistem pesantren kini semakin terbuka dan inklusif. Kehadiran Good News From Indonesia (GNFI) sebagai media partner resmi dalam perhelatan ini juga menegaskan misi bersama untuk menyebarkan kabar baik dan optimisme dari bilik pesantren ke seluruh penjuru nusantara.

Melalui Festival Ilmiah Santri 2026, Pesma Al-Hikam mengirimkan pesan kuat kepada Kawan GNFI di seluruh Indonesia, bahwa masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda yang mampu menggenggam sains di tangan kanan dan memegang teguh etika di tangan kiri. Santri tidak hanya siap mengaji, tetapi juga siap berinovasi membangun negeri.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.