Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada 17 Februari 2026 semakin dekat. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, perayaan imlek tidak lengkap rasanya tanpa kehadiran jeruk mungil, kuning, yang konon punya maknanya tersendiri, loh, Kawan GNFI.
Jeruk kimkit juga tak hanya menjadi sekadar buah meja saat perayaan Tahun Baru Imlek terutama di Indonesia karena kehadirannya merupakan simbol doa dan harapan positif. Kira-kira apakah makna lainnya hingga wajib hadir dalam perayaan imlek? Simak selengkapnya, ya, Kawan GNFI!
Makna Filosofis Jeruk Kimkit
Perayaan Tahun Baru Imlek memang identik sebagai ajang kumpul bersama keluarga dan perayaan suka cita hingga jeruk kerap menghiasi sudut-sudut rumah, yang tak hanya sebagai pemanis ruangan saja melainkan ada makna yang mendalam.
Jeruk kimkit (Triphasia trifolia) dalam perayaan imlek menjadi buah yang dipercaya dapat membawa hoki atau keberuntungan. Warna kuning keemasan yang khasnya melambangkan ‘emas’ hingga menjadi simbol harapan akan rezeki berlimpah di sepanjang tahun yang baru.
Selain itu, jeruk kimkit yang merepresentasikan kepingan emas ini pula memiliki simbol kemakmuran bagi pemiliknya. Maka, tak heran saat imlek tiba pelataran rumah hingga lobby perkantoran akan dihiasi dengan kehadiran jeruk kimkit hingga menjadi magnet positif yang menarik keberuntungan.
Uniknya lagi, jeruk kimkit ini tak hanya menarik dari segi visual dan filosofinya, tapi pesona karakteristik buah dengan kulit manisnya kerap disantap langsung bersama daging buahnya yang segar dan menjadi hidangan khas kala imlek tiba.
Dalam tradisi Tionghoa juga, warna kuning keemasan ini menjadi simbol penting yang dipercaya melambangkan kekayaan, rezeki berlimpah, dan keberuntungan bagi para pemiliknya dengan harapan positif. Meski kecil dan mungil, selain disantap langsung, jeruk kimkit juga sering dijadikan manisan, selai, atau hiasan kuliner.
Selain dari warnanya, jeruk kimkit ini pula memiliki makna mendalam dalam hal namanya di mana jeruk ‘ju’ pelafalannya sama dengan ‘ji’ yang berarti keberuntungan sebagai manifestasi keberuntungan itu sendiri. Sedangkan kata ‘kim’ dalam dialek Hokkien berarti emas, sehingga kimkit diartikan sebagai ‘keberuntungan emas’.
Tradisi dan Penggunaannya saat Imlek di Indonesia
Penggunaan jeruk kimkit di Indonesia sebagai akulturasi budaya menjadikannya sangat khas, antara lain:
- Sebagai pajangan berpasangan yang biasanya diletakkan di sisi kiri dan kanan pintu masuk rumah dengan mengacu pada prinsip keseimbangan (segala sesuatu yang baik harus datang berpasangan atau shuang xi).
- Pita merah yang sering menghiasi batang atau pot kosong dengan angpao kosong di mana warna merah ini melambangkan energi vital (Yang) dan kebahagiaan hingga melengkapi warna kuning emas buahnya yang melambangkan keceriaan.
- Hidangan untuk tamu yang buahnya selain menjadi pajangan, tapi diolah menjadi manisan atau disajikan segar dengan rasanya yang unik (kulit manis daging buah asam) melambangkan akan perjalanan hidup dengan dinamika suka duka yang berakhir manis.
Di Indonesia sendiri jeruk kimkit ini selalu mengalami lonjakan penjualan yang tajam setiap memasuki musim perayaan Tahun Baru Imlek di mana satu pohon jeruk kimkit dapat menghasilkan ratusan hingga ribuan buah mungil dengan kuning keemasan yang estetik dan sarat akan makna simboliknya.
Tradisi unik lainnya yakni buah jeruk yang dihidangkan saat imlek pun masih memiliki daun karena daun pada buah jeruk melambangkan umur panjang dan tradisi bertukar jeruk pun menjadi cara simbolis untuk mendoakan kebahagiaan dan kemakmuran seseorang.
Memiliki Manfaat Kesehatan
Dibalik tampilannya yang estetik dan sarat akan makna filosofis, jeruk kimkit ternyata memiliki manfaat kesehatan yakni sebagai superfood dengan menyimpan nutrisi yang kaya antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh.
Aromanya yang khas pula kerap kali menjadi aromaterapi yang menenangkan dan mengkonsumsinya secara langsung memberikan asupan vitamin C yang ikut memperkuat sistem imun tubuh hingga membantu proses pencernaan tetap lancar.
Dengan berbagai manfaat yang dimilikinya, jeruk kimkit ini menjadi paket lengkap sebagai pembawa keberuntungan sekaligus penjaga kesehatan tubuh.
Tips saat membeli pohon jeruk kimkit untuk imlek, pastikan buahnya lebat, memiliki daun hijau yang segar, dan bentuk pohon yang simetris.
Meningkatnya permintaan pohon jeruk kimkit di kala imlek menjadikan cerminan budaya dan tradisi juga menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang menjajakannya.
Sangat berfilosofis sekali, ya, Kawan GNFI!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


