Peternakan rakyat di Pekon Waringinsari Timur, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat, dengan sapi dan kambing sebagai sumber pendapatan sekaligus aset keluarga.
Meski demikian, peternak masih menghadapi tantangan seperti ketersediaan pakan saat musim kemarau, sanitasi kandang, dan penguatan manajemen kesehatan ternak yang perlu terus ditingkatkan guna mendukung praktik peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN IPB University menghadirkan sebuah program peternakan berkelanjutan yang sederhana namun berdampak nyata.
Program ini tidak hanya berbicara soal peningkatan produksi, tetapi juga tentang membangun kesadaran, kemandirian, dan praktik peternakan yang lebih sehat bagi ternak maupun lingkungannya.
Melalui kegiatan penyuluhan, demonstrasi pembuatan pakan alternatif berbasis bahan lokal, serta pendampingan perbaikan manajemen kandang, mahasiswa berupaya memberikan solusi yang aplikatif dan mudah diterapkan.
Edukasi mengenai sanitasi, pengelolaan limbah ternak, dan pencegahan penyakit juga menjadi bagian penting dalam rangkaian program ini.
Mengolah Pakan, Menjaga Keberlanjutan

Dokumentasi Praktik Pembuatan Silase dan Herbal Mineral Blok Bersama Kelompok Ternak Desa Waringin Sari Timur | Sumber : Dokumentasi Pribadi
Kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan silase serta herbal mineral blok dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, dan diikuti oleh 41 peternak. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi, sesi tanya jawab, hingga keterlibatan langsung dalam proses pembuatan.
Interaksi yang terbangun menunjukkan semangat kolaborasi untuk bersama-sama mengembangkan praktik peternakan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, peternak tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat langsung diterapkan di kandang masing-masing.
Pendekatan berbasis praktik tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan diri peternak dalam mengolah pakan secara mandiri serta mendorong keberlanjutan penerapan inovasi yang telah diperkenalkan.
Penguatan Ketahanan Pakan melalui Silase

Dokumentasi Sosialisasi Praktik Pembuatan Fermentasi Silase | Sumber : Dokumentasi Pribadi
Upaya memperkuat ketahanan pakan menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan ini. Sebagian besar peternak di Waringinsari Timur masih mengandalkan hijauan segar yang ketersediaannya sangat dipengaruhi musim. Saat kemarau tiba, pasokan pakan kerap menurun dan berdampak pada kondisi ternak.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa memperkenalkan teknologi sederhana berupa pakan fermentasi silase sebagai solusi penyimpanan hijauan jangka panjang. Melalui sosialisasi dan praktik langsung, peternak diajak memahami proses pengawetan hijauan agar tetap bernilai nutrisi dan dapat dimanfaatkan saat ketersediaan pakan terbatas.
Inovasi Nutrisi Tambahan melalui Herbal Mineral Blok

Dokumentasi Kegiatan Praktik Pembuatan Mineral Blok | Sumber : Dokumentasi Pribadi
Selain penguatan pada aspek pakan utama, inovasi lain yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah herbal mineral blok, yaitu suplemen pakan berbentuk padat yang dapat dijilat ternak untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral dan nutrisi esensial.
Pemberian mineral tambahan ini berperan dalam mendukung kesehatan, pertumbuhan, serta menjaga performa ternak secara optimal.
Konsep herbal mineral blok dirancang secara sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah dijangkau oleh peternak, sehingga proses pembuatannya dapat dilakukan secara mandiri.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian peternak dalam pemenuhan nutrisi tambahan sekaligus menjadi alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sanitasi Kandang: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Dokumentasi Pemasangan Poster Sanitasi Kandang di Peternakan Pemukian Warga Waringin Sari Timur | Sumber : Dokumentasi Pribadi
Selain aspek ketersediaan pakan, program ini juga menitikberatkan pada penguatan edukasi sanitasi kandang dan kesehatan ternak melalui media informasi yang mudah dipahami dan dapat diakses secara langsung oleh peternak.
Pada periode 10–17 Januari 2026, mahasiswa KKN IPB memasang sebanyak 60 poster sanitasi dan kesehatan ternak yang tersebar di lebih dari 30 kandang ruminansia, mencakup kelompok ternak sapi dan kambing. Pemasangan ini dilakukan secara strategis di area yang mudah terlihat agar pesan yang disampaikan dapat terbaca dengan jelas dan berulang.
Poster-poster tersebut berfungsi sebagai sarana edukasi sekaligus pengingat visual mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang, menerapkan manajemen kesehatan yang tepat, serta melakukan pencegahan penyakit secara rutin.
Dengan adanya media yang terpasang langsung di lingkungan kandang, informasi dapat terus diingat dan diharapkan mampu mendorong konsistensi praktik peternakan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Program peternakan berkelanjutan di Pekon Waringinsari Timur menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang rumit. Dengan pendekatan edukatif, praktik langsung, dan pemanfaatan sumber daya lokal, peternak mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan mereka.
Lebih dari sekadar kegiatan KKN, program ini diharapkan menjadi pemantik bagi peternak untuk terus berinovasi dan menerapkan praktik peternakan yang lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan.
Dari kandang-kandang sederhana di desa, langkah kecil menuju kemandirian peternakan pun mulai tumbuh membawa kabar baik dari Waringinsari Timur.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


