AIESEC in UIN Jakarta resmi memulai periode baru pada 1 Februari 2026 dengan semangat Blaze the Path, dipimpin oleh Abel. Kegiatan ini dilakukan setelah menyelesaikan periode sebelumnya yang dipimpin oleh Fidha, Catalyze the Bloom.
Pergantian kepemimpinan tersebut menandai tonggak baru dalam perjalanan organisasi, sekaligus memperkuat misi membentuk pemuda yang berani memimpin dan bertanggung jawab.
Transisi ini bukan sekadar pergantian struktur, tetapi juga momentum bagi seluruh anggota untuk terus menghadirkan inovasi dan dampak nyata, baik secara internal maupun di masyarakat.
Dengan kepemimpinan baru, AIESEC in UIN Jakarta melangkah dengan energi segar, memperkuat kolaborasi antar anggota, dan mendorong setiap individu untuk berkontribusi secara nyata dalam berbagai program.
AIESEC in UIN Jakarta menekankan pentingnya pengembangan diri melalui pengalaman langsung, bukan hanya teori. Anggota diajak keluar dari zona nyaman, memimpin proyek, mengelola tim, menyusun strategi, dan menghadapi tantangan nyata di lapangan.
Lingkungan yang suportif dan kesempatan untuk bereksperimen membuat setiap anggota dapat mengasah kemampuan komunikasi, manajemen, dan kepemimpinan secara maksimal.
Selain fokus pada pengembangan internal, AIESEC in UIN Jakarta juga aktif menciptakan dampak bagi masyarakat melalui berbagai program.
Program Incoming Global Volunteer (iGV) menghadirkan relawan internasional untuk bekerja bersama relawan lokal, memberikan kontribusi di bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial.
Program AIESEC Future Leaders (AFL) membekali generasi muda dengan kemampuan kepemimpinan melalui serangkaian kegiatan praktik dan pengembangan diri.
Untuk meningkatkan kapasitas, program sepertiImpact Circle dan Youth Today menghadirkan seminar dan sesi capacity building yang membantu pemuda memahami kepemimpinan, kolaborasi, serta strategi implementasi kegiatan yang berdampak dan relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Selain itu, AIESEC in UIN Jakarta juga mengirimkan volunteer ke luar negeri, membuka kesempatan bagi pemuda untuk belajar dan berkontribusi dalam konteks global.
Program Global Village pun menjadi wadah pertukaran budaya, mempertemukan pemuda dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman, nilai, dan perspektif lintas budaya. Melalui kombinasi program ini, AIESEC tidak hanya membentuk pemimpin masa depan, tetapi juga mendorong setiap anggota untuk menciptakan dampak nyata, baik di tingkat lokal maupun global.

Pengalaman anggota menunjukkan dampak positif dari lingkungan belajar ini. Syamil, Ketua Divisi Sumber Daya Manusia 25.26, berbagi bahwa perjalanan setahun terakhir memberinya perspektif lebih luas dalam melihat diri sendiri dan orang lain.
“Pengalaman di AIESEC mengajarkan saya banyak hal, mulai dari mengelola proyek, memimpin tim, hingga menyusun ide dan strategi. Semua itu terasa lebih bermakna karena saya bisa belajar bersama anggota lain yang suportif dan inspiratif,” ujarnya.
Bobby, Ketua Divisi Pengembangan Bisnis 26.27, menambahkan bahwa sejak awal bergabung, ia merasa diterima dengan hangat meskipun menghadapi berbagai kegagalan kecil.
“Dukungan dari lingkungan AIESEC membuat saya mampu melihat perspektif baru dalam menghadapi tantangan. Bagi saya, organisasi ini adalah tempat di mana setiap anggota bisa menghadapi kesulitan bersama-sama, sambil terus mengembangkan diri melalui pengalaman yang bermakna, baik untuk tujuan pribadi maupun kolektif,” jelasnya.
Tidak hanya memberikan pengalaman pengembangan diri bagi anggota, AIESEC in UIN Jakarta juga secara konsisten menekankan kolaborasi lintas divisi dan kerja sama dengan berbagai pihak eksternal.
Hal ini memungkinkan program yang dijalankan tidak hanya bermanfaat bagi anggota, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
AIESEC in UIN Jakarta adalah ruang belajar yang nyata bagi pemuda, di mana setiap anggota didorong untuk tumbuh, berani mengambil langkah, dan menciptakan dampak positif, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat sekitar.


