Tim KKN-T Inovasi IPB University menjalani pengabdian di Pekon Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, selama hampir 40 hari.
Sejak hari pertama, mahasiswa menerapkan pemilahan sampah langsung di posko KKN sebagai kesadaran dan tanggung jawab lingkungan, sekaligus menjadi contoh nyata bagi masyarakat setempat bahwa upaya mewujudkan lingkungan yang sehat dapat dimulai dari rumah.
Di tengah keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah dan ketiadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), mahasiswa mempraktikkan pemilahan sampah harian ke dalam 5 kategori, yaitu organik, plastik, kertas, botol plastik, dan residu.
Konsistensi memilah sampah selama hampir 40 hari ini tidak hanya menjadi kebiasaan teknis, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya program Promisi Ubah Sampah Jadi Protein dengan Maggot (PROMagg).
Sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sementara sampah bernilai ekonomi seperti botol plastik digunakan kembali sebagai media edukasi lingkungan melalui program ECO-SORT dan sebagian disalurkan ke pengepul lokal.
Program PROMagg kemudian diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, di Gedung Serbaguna Balai Pekon Adiluwih.
Dalam kegiatan ini, maggot BSF diperkenalkan sebagai agen biokonversi yang mampu mengurai sampah dapur secara cepat dan efisien, sekaligus menghasilkan sumber protein alternatif bagi ternak.
Setelah telur BSF tiba dan dirawat di posko, maggot menunjukkan pertumbuhan hingga sekitar satu sentimeter dalam waktu tujuh hari.
Proses ini memperlihatkan secara langsung bagaimana sampah organik yang sebelumnya menjadi sumber bau dapat diubah menjadi sumber daya bernilai guna.
Dari sini, warga dapat melihat bahwa pemilahan sampah sejak dari sumber dapat dilakukan dalam keseharian.
Antusiasme masyarakat tercermin dari kehadiran perangkat desa, PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga perwakilan dinas terkait.
Diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas aspek teknis budidaya maggot, tetapi juga potensi pengembangannya sebagai usaha rumah tangga berbasis lingkungan.

Belajar Pilah Sampah Sambil Berkarya di Sekolah Dasar
Upaya memilah sampah yang dilakukan mahasiswa KKNT IPB di posko tidak berhenti sebagai praktik internal.
Sampah bernilai yang telah dipilah kemudian dimanfaatkan kembali sebagai media edukasi melalui program ECO-SORT (Education for Clean Organization & Recycling through Sorting) yang menyasar siswa sekolah dasar di Pekon Adiluwih.
Program ECO-SORT dilaksanakan pada 13–22 Januari 2026 dengan melibatkan 144 siswa kelas 3 dan 4 di lima sekolah dasar, yaitu SDN 1 Adiluwih, SDN 2 Adiluwih, SDN 3 Adiluwih, MI Az Zahra, dan SD Islam Assalam.
Sebagaimana Kawan GNFI tahu, bahwa usia ini adalah fase emas pengembangan karakter dan sangat perlu membekali siswa sekolah dasar untuk berkontribusi dalam masa depan kemajuan pengelolaan sampah di Adiluwih.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT IPB menyampaikan edukasi interaktif mengenai jenis-jenis sampah mulai dari organik, anorganik, hingga B3, serta cara pemilahan yang benar.
Tidak hanya berhenti pada materi, siswa juga diajak mempraktikkan langsung pemilahan sampah dan mengolah botol plastik bekas menjadi prakarya seperti gantungan kunci dan tempat pensil berisleting.

Pendekatan belajar sambil berkarya ini membuat siswa lebih mudah memahami bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah.
Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 80,83 persen, menandakan bahwa metode edukasi interaktif ini efektif menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini.
Rangkaian kegiatan ECO-SORT melengkapi program lingkungan lain yang dijalankan mahasiswa KKNT IPB di Adiluwih, seperti PROMagg dan SOCAF.
Seluruh program tersebut terhubung dalam satu hal yang harus disadari setiap individu: membangun kebiasaan memilah dan mengelola limbah secara konsisten agar dapat diubah menjadi sumber daya bernilai guna bagi masyarakat.
(Penulis: Tim KKNT IPB Pekon Adiluwih)
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


