Perbedaan antara Valentine dan White Day terkadang membuat orang bingung. Meskipun sama-sama tentang hari kasih sayang, Valentine (14 Februari) dan White Day (14 Maret) punya cerita yang beda jauh. Valentine dikenal global, sementara White Day populer di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan dan konsepnya simpel tapi bikin deg-degan: hadiah yang Kawan terima di Valentine, “dibalas” sebulan kemudian.
Berikut ini penjelasan singkat mengenai perbedaan antara hari valentine dengan white day serta sejarah di balik kedua hari istimewa tersebut.
Sejarah Hari Valentine: Pengorbanan Sang Santo
Legenda paling terkenal tentang Valentine berkaitan dengan Santo Valentinus, seorang martir di Roma abad ke-3. Dikisahkan, saat Kaisar Claudius II melarang pernikahan bagi pemuda demi kepentingan perang, Valentinus diam-diam tetap menikahkan pasangan muda. Akibatnya, ia dihukum mati dan tanggal 14 Februari kemudian melekat sebagai simbol pengorbanan atas nama cinta.
Seiring berjalannya waktu, Gereja Katolik menetapkan hari kematiannya untuk menghormati pengorbanan cinta tersebut, yang kemudian berkembang menjadi tradisi bertukar kartu dan kado di seluruh dunia.
Sejarah White Day: Strategi Pemasaran dari Jepang
Berbeda dengan Valentine yang sarat akan unsur religius dan martir, White Day lahir dari kreativitas dunia pemasaran. Tradisi ini dimulai di Jepang pada tahun 1978.
Awalnya, sebuah perusahaan permen di Fukuoka bernama Ishimura Manseido mempromosikan marshmallow bagi pria sebagai balasan atas coklat yang mereka terima dari wanita pada Hari Valentine. Hari tersebut awalnya disebut "Marshmallow Day", namun kemudian diubah menjadi White Day oleh asosiasi industri kembang gula nasional Jepang untuk merepresentasikan kemurnian (warna putih) dan gula.
Perbedaan Utama: Siapa yang Memberi?
Perbedaan paling mencolok antara keduanya terletak pada peran pemberi hadiah, terutama dalam tradisi budaya di Asia:
- Hari Valentine (14 Februari): Di Jepang dan Korea, tradisinya unik; justru wanita yang memberikan coklat kepada pria. Ada dua jenis coklat: Giri-choco (coklat wajib untuk teman/rekan kerja) dan Honmei-choco (coklat untuk pasangan atau orang yang disukai).
- White Day (14 Maret): Ini adalah hari pembalasan bagi kaum pria. Para pria yang menerima cokelat di bulan Februari wajib memberikan hadiah balasan kepada wanita tersebut.
Aturan "Tiga Kali Lipat”
Dalam budaya White Day, terdapat aturan tidak tertulis yang dikenal sebagai San倍gaeshi (balasan tiga kali lipat). Artinya, hadiah yang diberikan pria sebaiknya memiliki nilai atau harga tiga kali lipat lebih mahal dari coklat yang ia terima saat Valentine. Jika pria hanya memberikan balasan yang nilainya sama, itu dianggap sebagai tanda bahwa ia ingin mengakhiri hubungan atau tidak tertarik.
Hadiah yang diberikan pada White Day kini tidak terbatas pada marshmallow atau permen putih saja, tetapi sudah meluas ke perhiasan, pakaian dalam berwarna putih, hingga barang mewah lainnya.
Valentine sering dipahami sebagai momen menyatakan cinta, sementara White Day adalah momen “jawaban”: apresiasi, balasan, dan sinyal hubungan. Dua tanggal ini akhirnya membentuk siklus unik: cinta bukan cuma dinyatakan, tapi juga ditanggapi.
Sampai di sini sudah paham kan ya apa perbedaan hari valentine dengan white day? Semoga gak salah lagi ya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


