Di tengah derasnya arus globalisasi yang kian mengaburkan batas identitas, tak banyak anak muda yang memilih berjalan berlawanan arah. kembali menengok akar, lalu merawatnya dengan penuh kesadaran. Di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, langkah itu diambil dengan mantap oleh Reyfadhil Maulana Arzaky, pemuda Sintang Kalbar yang menjadikan tradisi bukan sekadar warisan, melainkan panggilan jiwa.
Baginya, budaya bukan hanya peninggalan masa lalu yang dipajang saat seremoni. Ia adalah napas yang harus terus dihidupkan, nilai yang harus diwariskan, dan identitas yang tak boleh tergerus zaman. Di tengah modernitas yang menawarkan kemudahan sekaligus tantangan, Reyfadhil hadir sebagai wajah baru kebangkitan budaya Sintang, membuktikan bahwa generasi muda mampu berdiri tegak menjaga tradisi tanpa kehilangan relevansi di era digital.
Dari ruang-ruang latihan seni hingga panggung kebudayaan yang lebih luas, ia merangkai langkah dengan keyakinan bahwa masa depan daerah tidak akan kokoh tanpa fondasi sejarah yang kuat. Inilah kisah tentang keberanian seorang pemuda menjaga akar, sekaligus menyalakan harapan baru bagi kebangkitan budaya Sintang.
Sebagai mahasiswa sekaligus penggerak budaya daerah, ia membuktikan bahwa pendidikan formal dan pelestarian adat dapat berjalan beriringan. Perjalanan Reyfadhil mencerminkan bagaimana keseimbangan antara tuntutan akademis dan tanggung jawab moral dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan karakter daerah.
Integrasi Pendidikan dan Pelestarian Budaya
Bagi Reyfadhil Maulana Arzaky, yang saat ini sedang menempuh studi di STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, budaya bukanlah sekadar objek studi dalam buku teks, melainkan napas kehidupan. Langkah nyata ini dimulai dengan perannya sebagai founder Sanggar Seni Lipat Pandan.
Di Sanggar Seni Lipat Pandan ini, ia bertindak sebagai pembina sekaligus pelatih tari, memastikan bahwa setiap gerak estetika yang diajarkan tetap memegang teguh pakem asli Sintang. Baginya, tari adalah medium transmisi nilai-nilai filosofis yang harus tetap relevan bagi generasi sebaya agar tidak tergerus zaman.

Reyfadhil Maulana Arzaky sebagai Duta Pariwisata Kabupaten Sintang Tahun 2025 (Foto: Dok. Reyfadhil Maulana Arzaky)
Kecintaan ini membawa Reyfadhil dipercaya sebagai Duta Pariwisata Kabupaten Sintang tahun 2025. Peran ini menuntutnya untuk aktif dalam berbagai agenda pemerintahan dan festival kebudayaan, sekaligus menjadi wajah bagi kekayaan lokal. Selain aktif di panggung seni, ia juga memiliki sisi personal sebagai kolektor barang antik dan benda bersejarah.
Setiap benda yang dikoleksinya dipandang memiliki makna mendalam bagi budaya kita. Untuk mendukung kemandirian ekonomi sembari memperkenalkan identitas bangsa, ia juga mengelola bisnis penyewaan baju adat, yang secara tidak langsung mengedukasi masyarakat mengenai ragam busana tradisional.
Di ranah akademis, Reyfadhil tetap konsisten. Saat ini, ia sedang merampungkan skripsi bertema kebudayaan, sebuah wujud nyata penggunaan ilmu pengetahuan untuk membedah dan memperkuat narasi daerahnya sendiri. Pengalamannya mengajar seni dan bahasa di beberapa sekolah di Sintang menunjukkan upaya sistematisnya dalam menanamkan rasa bangga terhadap identitas lokal sejak dini kepada generasi di bawahnya.
Dayangstana dan Langkah Budaya
Ambisi besar Reyfadhil untuk menjaga warisan Budaya Sintang kini diwujudkan melalui pembangunan pusat pembelajaran budaya yang diberi nama Dayangstana. Tempat ini diproyeksikan menjadi sentral edukasi bagi siapa saja yang ingin mendalami seluk-beluk kebudayaan Sintang.
Dengan adanya Dayangstana, proses transfer ilmu dari para tetua kepada generasi muda dapat terfasilitasi dengan lebih terstruktur. Ini adalah sebuah upaya untuk menciptakan ruang fisik di mana kebudayaan bisa dipelajari, didiskusikan, dan dihidupkan kembali.
Selain infrastruktur, Reyfadhil juga menginisiasi program Langkah Budaya. Program ini bertujuan memberikan edukasi ke masyarakat adat di daerah pedalaman sekaligus melakukan riset mendalam untuk menggali kebudayaan asli yang mulai terlupakan.
Melalui riset ini, data kebudayaan yang autentik diangkat kembali ke permukaan agar dapat terjaga keberlangsungannya. Baginya, riset adalah kunci agar pengembangan budaya tetap berpijak pada nilai-nilai yang benar.

Reyfadhil Maulana Arzaky mendampingi Tim Kementerian Kebudayaan dalam penelitian budaya melayu (Foto: Dok. Reyfadhil Maulana Arzaky)
Rentetan prestasi yang telah diraihnya pun menjadi modal sosial yang kuat. Mulai dari Winner Duta Kebudayaan Kalimantan Barat 2023, 3rd Runner Up Putera Kebudayaan Indonesia 2023 di Bali, hingga juara dalam berbagai festival tari tingkat nasional.
Prestasi ini bukan sekadar gelar, melainkan platform bagi Reyfadhil untuk menyuarakan kepentingan masyarakat adat dan memperkenalkan kekayaan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat ke kancah yang lebih luas.
Selain itu, Ia juga aktif membimbing anak-anak muda Sintang dalam ajang pageant seperti Bujang Dara Gawai hingga Duta HIV, membuktikan bahwa seorang penggerak harus mampu melahirkan penggerak-penggerak baru.
Transformasi Tantangan Menjadi Energi Perubahan
Perjalanan Reyfadhil Maulana Arzaky tidaklah lepas dari hambatan. Salah satu tantangan terberat yang dihadapinya adalah skeptisisme dari lingkungan sekitar saat ia baru memulai langkahnya. Di masa remaja, ia harus belajar banyak hal secara otodidak, termasuk cara berkomunikasi sosial yang tepat tanpa dukungan pelatih formal yang menyokongnya sejak awal.
Namun, keraguan orang lain justru menjadi bahan bakar bagi tekadnya untuk membangun diri ke arah yang lebih baik. Keyakinannya yang kuat pada nilai-nilai spiritualitas membuatnya tetap teguh berdiri meski ada pihak yang tidak menyukai langkahnya.

Reyfadhil Maulana Arzaky dalam program kegiatan langkah budaya mengulik eksistensi budaya pedalaman (Foto: Dok. Reyfadhil Maulana Arzaky)
Reyfadhil menilai bahwa kekuatan utama generasi muda saat ini terletak pada kreativitas dan digitalisasi. Budaya yang dulu dianggap kaku kini bisa menjadi keren kembali melalui tangan pemuda yang paham teknologi.
Tempat wisata tersembunyi dapat mendunia lewat konten kreatif, dan produk lokal dapat menembus pasar global melalui ekosistem digital. Baginya, pemuda memiliki energi untuk mengubah potensi daerah yang "tidur" menjadi sumber ekonomi yang hidup.
Pesan penting yang selalu ia pegang adalah tentang keberanian untuk memulai dan konsistensi. Sebuah jabatan atau gelar hanyalah alat untuk memberi manfaat yang lebih luas. Jika dilakukan dengan tulus dan murni dari hati, niat baik tersebut pada akhirnya akan diterima oleh masyarakat.
Bagi Reyfadhil Maulana Arzaky, menjaga akar budaya sembari berpikiran modern adalah cara terbaik untuk membangun kemandirian bangsa dari tingkat yang paling dasar. Ia percaya bahwa pemuda yang memilih membangun daerahnya adalah pahlawan modern yang sesungguhnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


