si gayatri inovasi digital mahasiswa ipb university untuk mendorong transformasi peternakan desa kacangan - News | Good News From Indonesia 2026

SI-Gayatri: Inovasi Digital Mahasiswa IPB University untuk Dorong Transformasi Peternakan Desa Kacangan

SI-Gayatri: Inovasi Digital Mahasiswa IPB University untuk Dorong Transformasi Peternakan Desa Kacangan
images info

SI-Gayatri: Inovasi Digital Mahasiswa IPB University untuk Dorong Transformasi Peternakan Desa Kacangan


Transformasi digital kini tidak lagi hanya terjadi di sektor industri besar atau perkotaan. Kawan GNFI, perkembangan teknologi mulai menyentuh sektor fundamental masyarakat, termasuk peternakan rakyat di pedesaan.

Salah satu contohnya hadir melalui inovasi SI-Gayatri (Sistem Informasi Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) yang dikembangkan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kacangan, Kabupaten Bojonegoro.

SI-Gayatri merupakan sistem informasi berbasis web dan aplikasi yang dirancang untuk membantu peternak ayam petelur dalam mengelola data produksi dan keuangan secara lebih sistematis dan terdigitalisasi.

Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap kondisi peternak yang selama ini masih mengandalkan pencatatan manual menggunakan buku tulis.

baca juga

Metode tersebut memiliki berbagai keterbatasan, mulai dari risiko kehilangan data, kesalahan pencatatan, hingga kesulitan melakukan evaluasi usaha secara berkala.

Pengembangan SI-Gayatri juga selaras dengan program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) yang merupakan program ekonomi berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor peternakan ayam petelur. Kehadiran SI-Gayatri menjadi bentuk dukungan teknologi yang membantu program tersebut berjalan lebih efektif melalui sistem pencatatan dan monitoring digital.

Melalui SI-Gayatri, peternak dapat mencatat berbagai data penting, seperti produksi telur harian, penggunaan pakan, kondisi kesehatan ternak, hingga pencatatan keuangan sederhana dalam satu platform terintegrasi.

Sistem ini dapat diakses melalui smartphone maupun komputer sehingga memudahkan penggunaan langsung di lingkungan kandang maupun rumah peternak.

Tampilan aplikasi SI-Gayatri pada smartphone untuk pencatatan produksi dan keuangan peternakan ayam petelur
info gambar

Tampilan aplikasi SI-Gayatri yang digunakan untuk pencatatan produksi dan keuangan peternakan ayam petelur | Foto: Dokumentasi Pribadi


Selain mempermudah pencatatan data produksi dan keuangan, sistem SI-Gayatri juga mampu menghitung indikator performa ternak secara otomatis, seperti Feed Conversion Ratio (FCR), Hen Day (HD), serta konsumsi pakan harian.

Fitur ini membantu peternak dalam memantau tingkat produktivitas ternak secara lebih akurat dan real time, sehingga keputusan usaha dapat dilakukan berdasarkan data yang terukur.

baca juga

Ketua pelaksana KKNT Inovasi IPB University Desa Kacangan sekaligus pengembang aplikasi SI-Gayatri, Muh. Ihsan Ramadhana, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan.

“Kami melihat banyak peternak sebenarnya sudah menjalankan usaha dengan baik, tetapi pencatatan masih dilakukan secara manual sehingga sulit untuk melakukan evaluasi usaha secara menyeluruh. Dari situ kami mencoba menghadirkan solusi sederhana berbasis digital yang tetap mudah digunakan oleh peternak,” jelas Ihsan.

Ihsan juga menambahkan bahwa pengembangan SI-Gayatri tidak hanya bertujuan menciptakan inovasi teknologi, tetapi juga mendukung keberlanjutan program ekonomi daerah.

“Kami berharap SI-Gayatri bisa menjadi alat pendukung bagi program Gayatri Kabupaten Bojonegoro. Harapannya, peternak bisa lebih mudah memantau produksi, mengelola biaya pakan, dan melihat perkembangan usaha mereka secara lebih terukur,” tambahnya.

Implementasi SI-Gayatri menunjukkan dampak nyata bagi peternak. Data produksi yang sebelumnya tersebar dalam catatan manual kini dapat tersimpan secara rapi dalam satu sistem.

Proses rekapitulasi data yang sebelumnya membutuhkan waktu lama kini dapat dilakukan secara otomatis sehingga meningkatkan efisiensi kerja peternak.

Digitalisasi juga membantu meningkatkan transparansi usaha. Peternak dapat dengan mudah membagikan laporan produksi kepada keluarga maupun pihak yang terlibat dalam usaha peternakan mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memperkuat komunikasi dalam usaha peternakan rakyat.

Meski demikian, penerapan teknologi digital di desa tentu tidak lepas dari tantangan. Beberapa peternak, khususnya yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital, masih membutuhkan pendampingan dalam penggunaan aplikasi.

Selain itu, perubahan kebiasaan dari pencatatan manual menuju sistem digital juga membutuhkan waktu adaptasi.

Namun, Kawan GNFI, tantangan tersebut justru menjadi bagian penting dalam proses transformasi digital. Pendampingan berkelanjutan serta pengembangan sistem yang semakin sederhana diharapkan dapat meningkatkan tingkat adopsi teknologi di kalangan peternak.

Inovasi seperti SI-Gayatri menunjukkan bahwa transformasi digital di Indonesia tidak harus selalu dimulai dari skala besar. Inovasi berbasis kebutuhan lokal justru memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan secara berkelanjutan.

baca juga

Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi contoh nyata bagaimana inovasi teknologi dapat hadir secara aplikatif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ke depan, sistem seperti SI-Gayatri memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas, baik dari sisi fitur maupun jangkauan pengguna.

Digitalisasi sektor peternakan rakyat dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Dengan pendekatan yang tepat, transformasi digital bukan lagi sekadar wacana, tetapi menjadi realitas yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KK
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.