Candi Sumberawan merupakan satu-satunya candi berbentuk stupa di Jawa Timur yang terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Situs ini berada di lereng Gunung Arjuno dengan ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut, dengan atmosfer yang tenang dan sejuk.
Berbeda dengan candi-candi di sekitarnya yang umumnya bercorak Hindu, Candi Sumberawan murni bercorak Buddha dan diidentifikasi sebagai tempat suci bernama Kasurangganan pada masa Kerajaan Singasari.
Mari kita bedah keunikan arsitektur serta nilai spiritual yang tersimpan di situs bersejarah ini agar rencana perjalanan Kawan ke Malang menjadi lebih berkesan!
Sekilas Mengenai Candi Sumberawan
Bangunan ini diperkirakan didirikan pada abad ke-14 atas perintah Kerajaan Majapahit, meskipun lokasinya sudah disakralkan sejak era Singasari.
Candi Sumberawan pertama kali ditemukan dalam kondisi tertutup tanah pada tahun 1904 dan dipugar oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1937.
Namanya berasal dari kata "Sumber" dan "Rawan" (telaga), yang merujuk pada posisi candi yang dibangun tepat di atas sumber mata air yang melimpah.
Bangunan candi terdiri dari kaki candi berdenah persegi, tubuh candi berbentuk silinder (tambun), dan puncak stupa yang sayangnya sudah tidak utuh lagi.
Keberadaan sumber air di bawah pondasi candi menjadikan situs ini unik karena air tersebut terus mengalir tanpa henti melewati sela-sela batu andesit hingga saat ini.
Daya Tarik Utama dan Air Suci Kederajatan
Daya tarik utama Candi Sumberawan terletak pada kualitas airnya yang dianggap suci dan memiliki khasiat kesehatan.
Di area kompleks, terdapat Sendang Kederajatan, sebuah pemandian alami yang airnya berasal langsung dari bawah bangunan candi melalui sistem gorong-gorong kuno.
Air di sini sangat jernih sehingga banyak warga maupun wisatawan yang meminumnya langsung tanpa direbus atau membawanya pulang dalam botol sebagai sarana berkah.
Selain aspek air suci, lingkungan sekitar candi yang dikelilingi hutan pinus. Ketenangan batin yang didapat dari suara gemericik air dan rimbunnya pepohonan menjadi alasan utama pengunjung betah berlama-lama di sini.
Akses Menuju Candi Sumberawan
Lokasi candi berjarak sekitar 6 kilometer dari Candi Singosari dan dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dari pusat Kecamatan Singosari. Akses jalan sudah memadai untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, melewati kawasan pemukiman warga dan perkebunan.
Setelah sampai di area parkir, Kawan harus berjalan kaki sekitar 500 meter menyusuri jalan setapak di pinggir sungai dan areal persawahan yang hijau.
Bagi wisatawan dari arah Kota Malang atau Surabaya, Kawan bisa mengarahkan navigasi menuju Pasar Singosari lalu mengikuti papan petunjuk arah menuju Desa Toyomarto.
Fasilitas dan Harga Tiket Masuk
Fasilitas pendukung di kawasan Candi Sumberawan sudah cukup tertata, mencakup area parkir yang luas, toilet bersih, serta beberapa warung lokal yang menjual makanan ringan di dekat pintu masuk hutan pinus.
Berada di bawah pengelolaan Perhutani dan BPK Wilayah XI, pengunjung dikenakan tarif masuk yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp6.000 per orang. Jam operasional candi dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB setiap harinya.
Bagi Kawan yang ingin melakukan ritual keagamaan atau mengambil air dalam jumlah banyak, disarankan untuk melapor terlebih dahulu kepada juru pelihara setempat.
Ayo Berkunjung ke Candi Sumberawan
Mengunjungi Candi Sumberawan memberikan pengalaman antara wisata sejarah dan wisata alam yang menenangkan. Kawan bisa melihat langsung bagaimana arsitektur Majapahit menyatu dengan sumber daya air yang luar biasa.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari saat kabut tipis masih menyelimuti hutan pinus, menciptakan suasana mistis namun damai yang sulit ditemukan di tempat lain.
Pastikan Kawan menggunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan kaki dan tetap menjaga kesopanan selama berada di area candi, mengingat tempat ini masih rutin digunakan untuk ibadah umat Buddha dan Hindu.
Jangan lupa untuk mencuci muka di Sendang Kederajatan agar Kawan bisa merasakan sendiri kesegaran air purba dari lereng Arjuno.
Jadi, kapan Kawan berencana mencari ketenangan di Candi Sumberawan ini?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


