Bulan suci Ramadan selalu mampu menghadirkan momen kebersamaan melalui kegiatan buka puasa bersama (bukber). Acara bukber biasanya dilakukan di rumah makan, mal atau plaza, hingga bazar kuliner. Namun, bagaimana jadinya jika bukber dilakukan di stasiun kereta komuter?
Kawan GNFI tidak salah dengar. Karena bukber memang benar-benar dilakukan di salah satu stasiun kereta komuter yang berada di Kabupaten Sidoarjo, yaitu Stasiun Boharan. Uniknya, kegiatan bukber ini bukan bukber biasa yang hanya sekadar membagi-bagikan kudapan kepada pelanggan kereta komuter.
Bukber justru dilakukan oleh salah satu komunitas pecinta kereta api di Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya bernama Sahabat Kereta (SK). Acara bukber ini diisi dengan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keselamatan perjalanan kereta api. Seperti sosialisasi perlintasan, bagi-bagi takjil gratis kepada pengguna jalan, serta diskusi seputar safety hunting dari humas KAI Daop 8 Surabaya.
Mengingat beberapa waktu belakangan kecelakaan kereta masih marak terjadi, khususnya di perlintasan sebidang. Kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang, umumnya disebabkan karena kelalaian pengguna jalan. Yang mana jika sudah mendengar sirine berbunyi dan palang pintu perlintasan mulai tertutup, pengendara justru nekat menerobos.
Belum lagi ditambah dengan kasus orang yang tertemper kereta api di perlintasan. Karena sejatinya perlintasan kereta api merupakan tempat yang berbahaya untuk melakukan aktivitas. Mengingat kecepatan kereta api semakin cepat dan intensitas kereta api yang melintas pun semakin padat.
Sambutan Hangat dari Kepala Stasiun Boharan
Bukber di Stasiun Boharan diselenggarakan pada hari Sabtu (7/3). Acara dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dengan mengundang masyarakat umum dan beberapa komunitas pecinta kereta api (Railfans). Seperti Java Train, Si Puong, Malang Raya +444, serta Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Wilayah Jawa Timur.
Acara yang bernama “Bukber On Station Bersama Sahabat Kereta” ini juga mengundang perwakilan dari humas KAI Daop 8 Surabaya, Bapak Erlangga. Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Erlangga dan Kepala Stasiun (KS) Boharan, Bapak Firdaus. Dalam sambutannya, Bapak Firdaus mengucapkan terima kasih karena telah memilih Stasiun Boharan sebagai tempat bukber.
KS yang telah berdinas di Stasiun Boharan sejak Agustus 2024 tersebut menyebutkan, bahwa Stasiun Boharan merupakan salah satu stasiun kereta komuter yang “slow living”. Karena suasananya masih asri seperti pedesaan. Yang mana pada bagian depan stasiun masih terdapat sawah, sehingga masih dapat merasakan suasana pedesaan yang syahdu.
Bapak Firdaus tidak hanya menyampaikan rasa bangga dan bersyukur menjadi KS Boharan. Beliau juga mengungkapkan rasa bahagia karena Stasiun Boharan kini dapat melayani naik dan turun penumpang kereta komuter atau lokal Daop 8 Surabaya per tanggal 1 Februari 2025. Mengingat sebelum diberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025, Stasiun Boharan dan Stasiun Kedinding sempat tidak beroperasi selama lima tahun.
Setelah acara bukber ini, Bapak Firdaus berharap semoga komunitas Railfans dapat menjadi pioner dalam memberikan arahan kepada para Railfans lain. Agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api. Pada akhir sambutannya, beliau juga memberikan sebuah fakta unik. Jika Stasiun Sepanjang, Boharan, Kedinding, Krian, dan Tarik dibangun oleh Dirjen Perkeretaapian dengan model yang sama. Model bangunan yang minimalis, namun tetap nyaman bagi para pelanggan.
Sosialisasi Keselamatan dan Bagi-Bagi Takjil di JPL 47
Usai mendapat sambutan dari perwakilan humas KAI Daop 8 Surabaya dan KS Boharan, kegiatan selanjutnya adalah sosialisasi perlintasan dan bagi-bagi takjil di JPL 47. Lokasinya tidak jauh dari Stasiun Boharan, sehingga relawan bisa menempuhnya dengan berjalan kaki. Sesampainya di JPL 47, kegiatan dibuka dengan apel yang dipimpin oleh perwakilan Unit Pengamanan (PAM) KAI Daop 8 Surabaya.
Sosialisasi keselamatan di perlintasan dilakukan ketika palang pintu perlintasan tertutup sebanyak dua kali, karena ada kereta antar-kota yang melintas. Setiap palang pintu perlintasan kereta api tertutup, relawan juga mulai membagikan takjil gratis kepada pengguna jalan. Ada sekitar 100 bungkus yang dibagikan. Isinya berupa dua buah roti dan segelas air mineral untuk membatalkan puasa.
Kegiatan sosialisasi dilakuan dengan memberi himbauan melalui pengeras suara kepada pengguna jalan, agar senantiasa mendahulukan perjalanan kereta api. Berhenti ketika mendengar sirine berbunyi dan palang pintu perlintasan mulai menutup, tidak nekat menerobos palang pintu perlintasan, hingga tengok kanan-kiri sebelum melintasi perlintasan sebidang guna memastikan tidak ada kereta api yang hendak melintas.
Selain himbauan melalui pengeras suara, sosialisasi juga dilengkapi dengan membentangkan poster dan spanduk yang berisi dampak negatif serta aturan yang mengatur tentang mengutamakan perjalanan kereta api. Sebagaimana aturan yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Harapannya, pengguna jalan bisa lebih berhati-hati ketika sedang melintasi perlintasan sebidang. Kedisiplinan ditujukan demi kenyamanan dan keamanan semua pihak, baik dari pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.
Sosialisasi keselamatan di perlintasan berjalan dengan aman dan lancar. Sambil menunggu buka puasa, kegiatan ditutup dengan pemaparan sejaran singkat tentang Stasiun Boharan oleh koordinator IRPS Wilayah Jawa Timur, Bapak Rizky Nur Adrianto. Beliau memaparkan bahwa Stasiun Boharan yang sekarang merupakan bangunan baru. Sedangkan Stasiun Boharan lama berada tepat di sebelah kanan Stasiun Boharan baru. Sekilas bangunan masih terlihat kokoh namun demi keselamatan dan kenyamanan, akhirnya diganti dan dipindahkan ke bangunan baru.
Diskusi Safety Hunting untuk Para Railfans
Usai bukber, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi tentang safety hunting. Pemaparan materi disampaikan oleh Bapak Erlangga, perwakilan humas KAI Daop 8 Surabaya. Beliau menjelaskan tentang safety hunting di stasiun dan perlintasan, serta perangkat apa saja yang diperbolehkan untuk mengambil gambar selama hunting.
Pertama, safety hunting di stasiun. Hunting di stasiun hanya boleh dilakukan oleh pelanggan KAI yang memiliki tiket kereta. Hanya saja hunting dilakukan sebatas untuk dokumentasi pribadi dan tidak mengandung unsur komersil (endoresment).
Kedua, safety hunting di perlintasan. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, sebenarnya hunting di perlintasan dilarang karena area tersebut sangat berbahaya. Idealnya jarak yang diperbolehkan untuk berada di sekitar lintasan berjarak minimal lima meter dari rel atau perlintasan.
Baik hunting di stasiun maupun di perlintasan, diharapkan tidak melanggar wilayah-wilayah terlarang yang hanya bisa diakses terbatas oleh pegawai KAI tertentu saja. Jikalau ingin masuk ke wilayah terbatas tersebut, Kawan GNFI diwajibkan membuat surat izin kepada KAI. Sedangkan perangkat hunting yang diperkenankan untuk ambil gambar adalah kamera ponsel pintar dan sejenis kamera digital.
Jika Kawan GNFI ingin menggunakan kamera profesional syuting, diharapkan juga membuat surat izin kepada KAI. Sementara itu untuk penggunaan kamera drone, hingga kini masih belum diperbolehkan. Karena menurut pengalaman di lapangan, drone dapat menganggu persinyalan sehingga bisa membahayakan perjalanan kereta api.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


