mengenal gembyung seni tradisional bernuansa religi dari tanah sunda - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Gembyung, Seni Tradisional Bernuansa Religi dari Tanah Sunda

Mengenal Gembyung, Seni Tradisional Bernuansa Religi dari Tanah Sunda
images info

Mengenal Gembyung, Seni Tradisional Bernuansa Religi dari Tanah Sunda


Di Jawa Barat terdapat sebuah kesenian tradisional yang masih dilestarikan hingga kini, yaitu kesenian gembyung. Sekilas, pertunjukan ini mungkin terlihat seperti permainan alat musik tabuh pada umumnya. Namun, sebenarnya ada sejumlah keunikan yang menjadi ciri khas dari kesenian satu ini.

Tidak hanya menghadirkan irama musik tradisional, gembyung juga memiliki nilai budaya dan nuansa religius yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Sunda sejak lama. Yuk, Kawan GNFI, kita kenal lebih jauh kesenian bernuansa religi yang berkembang di tanah sunda ini.

Apa Itu Gembyung?

Gembyung merupakan kesenian tradisional yang menggabungkan unsur musik dan pertunjukan yang bernuansa religi. Kesenian ini biasanya dimainkan dengan alat musik yang ditabuh yaitu rebana atau genjring, yang sering diiringi dengan lantunan nyanyian bernuansa spiritual.

Nama “gembyung” sendiri berasal dari serapan dari dua kata bahasa Sunda, yaitu “gem” yang berasal dari kata ageman yang berarti ajaran atau pedoman hidup, serta “byung” dari kata kabiruyungan yang berarti sesuatu yang harus dilaksanakan. Secara makna, gembyung dapat diartikan sebagai ajaran atau nilai kehidupan yang harus dijalankan oleh manusia.

Dalam setiap pertunjukannya, gembyung menampilkan musik tradisional yang dianggap sakral. Karena itulah, para seniman gembyung biasanya sangat menjaga keaslian dan nilai tradisi yang diwariskan oleh leluhur mereka.

Sejarah Gembyung di Jawa Barat

Sejarah kesenian gembyung tidak terlepas dari proses penyebaran agama Islam di wilayah Jawa Barat. Pada masa tersebut, gembyung digunakan sebagai salah satu media dakwah oleh para ulama dan santri di lingkungan pesantren.

Melalui pertunjukan musik dan nyanyian yang mengandung pesan-pesan keagamaan, masyarakat menjadi lebih mudah menerima ajaran Islam. Para santri biasanya memainkan alat musik genjring sambil melantunkan nyanyian yang berisi pujian kepada Tuhan atau kisah-kisah keagamaan.

Seiring berjalannya waktu, kesenian gembyung terus berkembang dan menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, hingga Kabupaten Garut.

Saat ini gembyung seringkali ditampilkan di acara nikahan, khitanan, acara hari besar islam, upacara adat, dan kegiatan masyarakat lainnya.

baca juga

Unsur-Unsur dalam Pertunjukan Gembyung

Dilansir dari kotasubang.com dalam sebuah pertunjukan gembyung, terdapat beberapa unsur penting yang membentuk keseluruhan pertunjukan, yaitu

Waditra (alat musik)
Alat musik yang digunakan biasanya berupa berbagai jenis genjring atau rebana, di antaranya adalah genjring kemprang, genjring kempring, genjring gembrung, gendang, dan kecrek.

Pangrawit atau Nayaga
Pangrawit adalah para pemain alat musik yang mengiringi jalannya pertunjukan. Jumlah pemain alat musik pada pertunjukkan gembyung berbeda-beda tergantung berapa banyak alat musik yang dipakai.

Juru Kawih
Juru kawih dalam kesenian gembyung umumnya adalah laki-laki atau salah satu pemain yang juga memainkan genjring. Selain menabuh genjring, juru kawih bertugas membawakan lagu-lagu bernuansa religi yang mengiringi pertunjukan.

Penari
Penari dalam pertunjukan gembyung biasanya merupakan anak laki-laki, tetapi tidak jarang juga berasal dari penonton yang ingin ikut tampil dalam pertunjukan karena menyukai kesenian tersebut. Tarian gembyung memiliki ciri khas pada gerakannya yang cenderung lambat dan mengikuti alunan musik gembyung.

baca juga

Busana Tradisional
Busana yang dikenakan para pemain gembyung umumnya berupa pakaian tradisional Sunda, seperti iket di kepala, baju kampret, dan celana pangsi.

Saat ini gembyung memang tidak sepopuler hiburan modern, tetapi kesenian tradisional ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat Jawa Barat. Dengan mengenal gembyung, Kawan GNFI juga ikut menghargai sekaligus menjaga kekayaan budaya Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.