Legenda Wa Indara dan Lataku adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Legenda ini berkisah tentang seorang istri yang tidak mendengarkan pesan dari suaminya.
Simak kisah lengkap dari legenda Wa Indara dan Lataku dalam artikel berikut ini.
Legenda Wa Indara dan Lataku, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara
Disitat dari buku Cerita Rakyat Wakatobi (Bahasa Wakatobi dan Bahasa Indonesia), pada zaman dahulu hiduplah pasangan suami istri di sebuah pesisir pantai. Pasangan suami istri ini bernama Lataku dan Wa Indara.
Sehari-hari Lataku bekerja sebagai seorang pelaut. Dirinya sering kali berlayar dari satu tempat ke tempat lain.
Dari hasil melaut inilah dia memenuhi kehidupan keluarga kecilnya. Tidak jarang Lataku meninggalkan Wa Indara sendirian di rumah dalam beberapa waktu tertentu.
Pada suatu hari, Lataku pergi melaut seperti biasa. Sebelum pergi berlayar, dirinya meninggalkan sebuah pesan untuk sang istri.
Dia berkata agar Wa Indara tidak pergi bermain hebhaongko ketika teman-temannya mengajak. Wa Indara pun mendengarkan pesan yang ditinggalkan oleh sang suami.
Setelah semua persiapan selesai, Lataku kemudian berangkat berlayar ke lautan. Tidak lama kemudian, teman-teman Wa Indara datang ke rumah dan mengajaknya bermain.
Teman-teman Wa Indara mengajak dirinya untuk bermain hebhaongko. Namun karena sudah dipesankan oleh sang suami, Wa Indara menolak ajakan teman-temannya tersebut.
Meskipun demikian, teman-teman Wa Indara tidak kehabisan akal. Mereka kemudian mengajak Wa Indara untuk pergi bermain ayunan bersama.
Wa Indara berpikir jika sang suami hanya melarangnya untuk bermain ayunan. Akhirnya Wa Indara menyetujui ajakan teman-temannya dan pergi bermain bersama.
Pada awalnya, mereka bermain dengan riang gembira. Wa Indara terlebih dahulu bermain ayunan dan didorong oleh teman-temannya.
Pada ayunan pertama, teman-temannya mendorong Wa Indara tidak terlalu tinggi. Pada ayunan kedua, Wa Indara sudah mulai berayun agak tinggi.
Setelah itu, teman-temannya kembali mendorong Wa Indara. Hal ini membuatnya berayun sangat tinggi.
Namun malang, tali ayunan Wa Indara putus ketika dia tengah berayun. Akibatnya Wa Indara terlempar hingga ke tengah laut dan ditelan oleh ikan kerapu.
Tidak lama kemudian, Lataku kembali dari laut. Ketika perahunya mendekati tepian, dia mendengar seekor ayam jantan berkokok dan berkata, "Kukuruyuk, perahu Lataku tiba, Wa Indara pun meninggal."
Pada awalnya, Lataku tidak mengindahkan perkataan ayam jantan tersebut. Namun ayam jantan itu kembali berkokok dan berkata demikian sebanyak tiga kali.
Hal ini membuat Lataku menjadi penasaran. Dirinya langsung menyandarkan perahunya ke tepian dan bergegas turun menuju daratan.
Sesampainya di daratan, Lataku langsung menemui masyarakat dan menanyakan keberadaan Wa Indara. Setiap orang yang dia temui berkata jika Latalu bisa pergi dan bertanya tentang kondisi Wa Indara pada ikan-ikan yang ada di lautan.
Lataku pun kembali bergegas berlayar ke lautan. Ketika sampai di tengah laut, dirinya bertemu dengan ikan tokoku.
Dirinya bertanya tentang keberadaan Wa Indara pada ikan tokoku. Ikan tersebut menyuruh Lataku untuk menemui ikan kerapu.
Lataku pun mengikuti saran ikan tokoku. Dirinya bergegas menemui ikan kerapu dan bertanya tentang keberadaan Wa Indara.
Ikan kerapu menjawab bahwa dia sudah menelan Wa Indara. Lataku kemudian meminta ikan kerapu mengembalikan sang istri dan akan memberikan sebongkah emas padanya.
Permintaan Lataku pun dipenuhi oleh ikan kerapu. Dirinya mengeluarkan Wa Indara dan mengembalikannya pada Lataku.
Lataku pun memenuhi janji yang sudah dia sampaikan dengan memberikan emas pada ikan kerapu. Akhirnya Lataku kembali bertemu dengan sang istri, Wa Indara yang menyesal tidak mendengarkan perkataannya sebelumnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


