Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan zaman saat ini berjalan sangat cepat. Kemajuan teknologi, arus informasi, dan perubahan dinamika global membuat nilai-nilai kepemimpinan juga harus beradaptasi dengan kondisi.
Generasi muda kini menghadapi berbagai tantangan baru yang tidak hanya datang dari segi lokal, tetapi juga dari segi global. Di tengah perubahan yang sangat cepat ini, tak sedikit generasi muda mempertanyakan kembali apa yang sebenarnya diperjuangkan dan bagaimana mereka bisa berperan dalam menciptakan dampak positif.
“Setiap misi besar selalu dimulai dengan memahami apa yang telah terjadi sebelumnya. Masa lalu menyimpan petunjuk, dan kepemimpinan menuntut kemampuan untuk menafsirkannya.” Itulah kata-kata yang menjadi pembuka kegiatan pemilihan ketua baru sekaligus pendalaman nilai kepemimpinan milik AIESEC in Indonesia, National Election Conference (NEC).
Mengambil nilai dari kisah Raden Saleh, NEC 2026 mengajak AIESEC seluruh Indonesia untuk menyalakan semangat resistance and reinvention dengan mengulas kembali apa arti kepemimpinan dan memberikan jawaban yang dibutuhkan generasi muda untuk menjaga perdamaian dunia.
NEC merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh AIESEC in Indonesia dengan agenda utama berupa pemilihan presiden nasional untuk kepengurusan tahun 2026/2027. Selain berfokus pada proses pemilihan pemimpin, acara ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh pemimpin cabang AIESEC di Indonesia untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka. Berbagai macam kegiatan telah disiapkan untuk membantu mempersiapkan para anggota pengurus AIESEC yang hadir agar siap dalam menjalankan tanggung jawab organisasi di masa kepengurusan mereka.
Pada 2026 ini, NEC diadakan di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, dan diselenggarakan pada tanggal 28 Januari 2026 sampai 1 Februari 2026. Konferensi ini dihadiri oleh 27 cabang AIESEC yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, konferensi ini juga dihadiri oleh beberapa delegasi dari negara tetangga seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Australia. Keberagaman latar belakang yang tercipta dalam satu ruangan ini sekiranya dapat meningkatkan kesadaran diri akan nilai kepemimpinan dan dapat menciptakan ruang diskusi dengan berbagai macam segi pandangan.
Selama lima hari pelaksanaan, NEC menghadirkan rangkaian kegiatan yang terbagi menjadi beberapa sesi, seperti seminar, sesi refleksi, festival budaya, pemilihan presiden nasional, hingga selebrasi bersama. Setiap sesi diatur secara mendetail sesuai dengan topik yang beragam agar peserta dapat memahami lebih lanjut nilai-nilai yang diajarkan.
Pada salah satu sesi, Youth Speak Forum, topik yang dibawakan adalah isu-isu global terkini seperti Sustainable Industry dan Artificial Intelligence (AI). Di lain sisi, konferensi ini juga membahas masalah kemanusiaan yang sedang terjadi di dunia dan bagaimana peran kita, sebagai pemuda, bisa memberikan dampak positif di dunia.
Salah satu contoh kasus yang dibawakan ketika membahas topik ini adalah tindakan AIESEC in Tunisia yang membuka kuota keanggotaannya dua kali lebih banyak daripada biasanya. Langkah ini dilakukan demi menghindari para pemuda Tunisia terjerumus ke dalam ISIS.
Dengan membuka kuota lebih banyak, berarti melibatkan lebih banyak pemuda pada kegiatan positif, seperti mendalami nilai kepemimpinan dan nilai-nilai positif lainnya dalam kehidupan mendunia. Dengan memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai kepemimpinan, harapannya para pemuda memiliki kemampuan untuk bekerja sama dan dapat menciptakan keterbukaan bagi masyarakat luas.
“Semoga dengan adanya NEC, materi yang diberikan bisa membantu semua pengurus dalam mengarahkan departemen masing-masing agar tidak hanya terfokus pada tujuan cabang saja, namun juga secara langsung mewujudkan tujuan dari AIESEC untuk Indonesia,” ujar Rafly ketika ditanyai mengenai apa harapannya terhadap kepengurusan AIESEC Indonesia ke depan. Ia juga berharap agar para anggota AIESEC di seluruh Indonesia dapat terus berkolaborasi dan saling mendukung dalam menjalankan peran mereka sebagai pemuda yang berkontribusi bagi masyarakat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


