jalan tol ir wiyoto wiyono tol layang pertama indonesia yang dibangun dengan teknologi sosrobahu - News | Good News From Indonesia 2026

Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, Tol Layang Pertama Indonesia yang Dibangun dengan Teknologi Sosrobahu

Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, Tol Layang Pertama Indonesia yang Dibangun dengan Teknologi Sosrobahu
images info

Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, Tol Layang Pertama Indonesia yang Dibangun dengan Teknologi Sosrobahu


Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono adalah tol layang pertama di Indonesia yang menjadi titik pertemuan untuk tiga jalan tol di Cawang Interchange. Beroperasi sejak 1989, tol layang ini dibangun di atas ruas jalan arteri wilayah Cawang menuju Tanjung Priok.

Tol Ir. Wiyoto Wiyono terkoneksi langsung dengan Jalan Tol Jagorawi yang merupakan tol jalan tol pertama dan tertua di Indonesia. Jalan tol layang ini juga dikenal sebagai Jalan Tol Cawang – Tanjung Priok – Ancol Timur – Jembatan Tiga/Pluit.

Yang menarik, Tol Ir. Wiyoto Wiyono menggunakan teknik konstruksi asli Indonesia, yakni teknologi Sosrobahu yang berarti seribu puncak. Metode ini ditemukan oleh Ir. Tjokorda Raka Sukawati dan pertama kali digunakan saat proyek pembangunan Tol Ir. Wiyoto Wiyono.

Apa Itu Teknologi Sosrobahu yang Termashyur?

Disadur dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pembangunan tol ini dimulai di tahun 1987. Kala itu, pembangunannya dilakukan oleh BPJT PT Citra Marga Nusaphala Persada.

Pembangunan tol ini merupakan solusi untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Namun, saat itu lalu lintas Jakarta sudah sangat padat, hingga muncul tantangan berat saat ingin membangun tol layang satu ini.

Pembangunan tol layang pertama di Indonesia tersebut awalnya dikhawatirkan akan semakin membuat macet di ruas Jalan Djakarta Baypass alias Jalan Raya Cililitan – Tanjung Priok yang saat itu sudah padat. Pembangunan tiang jalur layang jelas akan sangat mengganggu arus lalu lintas.

Di tengah masalah itu, Ir. Tjokorda Raka Sukawati datang membawa solusi. Jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu terinspirasi dari dongkrak hidrolik saat memperbaiki mobilnya. Kemudian, ia coba sempurnakan hingga akhirnya tercetuslah cara cerdas untuk memutar bahu lengan beton dengan ruang bebas yang tidak terlalu luas.

Secara sederhana, teknologi Sosrobahu adalah teknik konstruksi yang memungkinkan lengan jalan layang atau pier head-nya dibangun sejajar dengan jalan di bawahnya, lalu akan diputar 90 derajat hingga melintang, sehingga tidak mengganggu jalanan di bawahnya.

baca juga

Kawan GNFI, tekonologi Sosrobahu menjadi solusi agar pembangunan tol layang tidak mengganggu lalu lintas di bagian bawahnya, meskipun proses konstruksi dilakukan pada jam-jam padat kerja.

Tindakan pioneering dimulai pada 30 Juni 1987 dengan melakukan konstruksi tiang pertama dengan teknologi Sosrobahu. Dalam proses pembangunannya, terdapat sekitar 85 pier head yang harus diputar dengan metode Sosrobahu.

Nama “Sosrobahu” sendiri konon diambil dari nama karakter pewayangan, Arjuna Sasrabahu. Sosoknya dikisahkan memiliki seribu lengan. Nama tersebut diberikan oleh Presiden Soeharto.

Luar biasanya, teknologi Sosrobahu juga digunakan dalam pembangunan jalan layang di beberapa negara, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, sampai Amerika Serikat. Bahkan, di Filipina, teknologi ini diterapkan di ruas Vilamore-Bicutan, salah satu jalan layang terpanjang di Manila.

Tol Wiyoto Wiyono, Tol Layang Pertama RI Mahakarya Anak Bangsa

Menghabiskan anggaran sekitar Rp291 miliar, pembangunan Tol Wiyoto Wiyono direncanakan menggunakan produk-produk dalam negeri, seperti semen dan aspalnya. Tak hanya itu, studi kelaikan jalannya pun dilakukan oleh anak bangsa.

Selain itu, desain, pelaksanaan pembangunan, pembiayaan, sampai manajemen pembangunan dan supervisinya juga dilakukan oleh para ahli Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki banyak otak cerdas nan luar biasa yang ikut berjasa membangun bangsa.

Sebagai tambahan informasi, penamaan “Ir. Wiyoto Wiyono” bukan tanpa sebab. Sosoknya adalah teknisi pembangunan jalan termasyhur Indonesia sekaligus Kepala Sub Direktorat Perencanaan Jalan Kota Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum yang berjasa di balik pembangunantol layang di Jakarta.

Ir. Wiyoto wafat saat proses pembangunan jalan tol Cawang-Tj. Priok. Sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan, jalan layang pertama di Indonesia akhirnya dinamakan dengan namanya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.