Bintan bukan hanya soal pantai. Di balik reputasinya sebagai destinasi pesisir favorit wisatawan domestik maupun mancanegara, kabupaten ini menyimpan satu kawasan wisata berbasis desa yang justru menawarkan pengalaman berbeda, yaitu Desa Wisata Ekang Anculai.
Terletak di Kecamatan Teluk Sebong, kawasan seluas 13 hektar ini dikelola dengan pendekatan kearifan lokal dan menjadi salah satu contoh bagaimana lahan yang terbengkalai bisa bertransformasi menjadi destinasi wisata yang layak diperhitungkan.
Lokasinya tidak jauh dari Terminal Ferry Bandar Bentan Telani di Lagoi, hanya sekitar 15 menit berkendara. Bagi Kawan yang datang via jalur laut dari Singapura atau Batam, Ekang Anculai bisa langsung masuk daftar kunjungan tanpa perlu memutar jauh.
Kawasan ini juga cukup dikenal di lingkaran pariwisata nasional, bahkan sempat disebut sebagai salah satu desa wisata percontohan terbaik di Indonesia oleh Menparekraf Sandiaga Uno beberapa tahun lalu.
Yang membuat Ekang Anculai menarik bukan sekadar pemandangannya, tapi ragam aktivitasnya yang membuat Kawan bisa menghabiskan seharian penuh tanpa kehabisan hal untuk dilakukan. Mulai dari berkeliling dengan sepeda, mencoba jalur ATV, latihan memanah, berkuda, hingga sekadar duduk santai di gazebo tepi danau.
Sekilas Mengenai Desa Wisata Ekang Anculai
Ekang Anculai awalnya bukan kawasan wisata. Wilayah ini merupakan lahan yang sebagian besar terdiri dari rawa dan kebun tidak produktif. Proses pemugarannya bertahap, mengubah rawa menjadi danau wisata dan memanfaatkan lahan perkebunan sebagai lokasi penginapan berkonsep glamping, salah satunya yang cukup dikenal adalah D'Bamboo Camp.
Pendekatan pengelolaannya yang berbasis komunitas lokal membuat kawasan ini bukan sekadar objek wisata biasa. Ada nilai pelestarian di balik setiap sudutnya, termasuk cara mereka menjaga ekosistem danau dan memperkenalkan wisatawan pada kebiasaan hidup pedesaan setempat. Alamat resminya berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Sukoharjo, Ekang Anculai, Bintan.
Daya Tarik Utama Desa Wisata Ekang Anculai
Ekang Anculai menarik justru karena pilihan aktivitasnya beragam tanpa terasa berlebihan. Kawasan ini dirancang agar pengunjung dari berbagai latar bisa menemukan sesuatu yang pas, baik Kawan yang datang bersama anak kecil, pasangan, maupun rombongan keluarga besar.
Salah satu daya tarik yang paling diminati adalah aktivitas berkuda. Kawan bisa menjelajahi area sekitar desa sambil menaiki kuda, sebuah pengalaman yang tidak umum ditawarkan di destinasi wisata Bintan pada umumnya.
Bagi yang lebih suka tantangan, tersedia ATV dengan beberapa pilihan rute, mulai dari satu putaran di area resort hingga jalur sejauh 10 kilometer untuk yang ingin pengalaman lebih panjang.
Bagi Kawan yang membawa anak, Bunny Land menjadi area tersendiri yang sulit dilewatkan. Di sini, anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan kelinci, memberi makan, dan bermain di area yang aman. Sementara itu, aktivitas memberi makan ikan di tepi danau tersedia dengan harga yang sangat terjangkau dan cukup disukai pengunjung dari segala usia.
Leg paddle menjadi pilihan menarik bagi yang ingin menikmati permukaan danau dengan cara yang santai namun tetap aktif. Untuk yang ingin sekadar duduk dan menikmati suasana, tersedia gazebo dan cottage yang bisa disewa per sesi. Memanah juga tersedia sebagai pilihan yang cukup seru untuk dicoba, baik bagi pemula maupun yang sudah pernah mencoba olahraga ini sebelumnya.
Penginapan glamping di D'Bamboo Camp melengkapi pengalaman Kawan GNFI yang ingin bermalam. Konsep berkemah premium di tengah suasana alam terbuka ini menjadi opsi menarik, khususnya bagi yang ingin merasakan suasana malam di kawasan pedesaan Bintan tanpa harus melepaskan kenyamanan.
Akses Menuju Desa Wisata Ekang Anculai
Bagi Kawan yang datang dari luar Bintan, akses paling umum adalah melalui jalur laut. Ferry dari Singapura maupun Batam banyak yang berlabuh di Terminal Ferry Bandar Bentan Telani, Lagoi. Dari sana, perjalanan menuju Ekang Anculai hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan kendaraan.
Bagi Kawan yang sudah berada di kota Tanjungpinang, perjalanan menuju Ekang Anculai bisa ditempuh melalui jalur darat menuju kawasan Lagoi di bagian utara pulau. Jarak dari pusat kota Tanjungpinang ke lokasi berkisar 1,5 hingga 2 jam tergantung kondisi jalan dan kendaraan yang digunakan. Rute yang lazim dilewati adalah Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Jenderal Sudirman ke arah Teluk Sebong.
Kendaraan pribadi atau sewaan masih menjadi pilihan paling praktis untuk mencapai lokasi ini, mengingat transportasi umum di kawasan tersebut belum terlalu memadai. Kawan GNFI yang menginap di resort area Lagoi juga bisa meminta layanan antar dari pihak akomodasi, karena kawasan wisata ini cukup dikenal di sekitar Lagoi.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Desa Wisata Ekang Anculai buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Untuk harga tiket per aktivitas, memberi makan ikan dibanderol Rp10.000, leg paddle Rp40.000, sewa gazebo atau cottage Rp50.000, sewa sepeda Rp65.000 per jam atau Rp350.000 untuk enam jam, memanah Rp100.000, ATV satu putaran resort Rp100.000, ATV 2 km Rp200.000, ATV 10 km Rp390.000, dan berkuda Rp150.000.
Bagi Kawan GNFI yang ingin mencoba banyak aktivitas sekaligus, tersedia dua paket bundling. Paket Satu seharga Rp500.000 mencakup dua tiket ATV satu putaran, satu tiket leg paddle, tiga tiket Rabbit Park, tiga tiket memberi makan ikan, satu tiket memanah, dan satu tiket berkuda.
Paket Dua seharga Rp600.000 mencakup dua tiket Rabbit Park, dua tiket memberi makan ikan, dua tiket memanah, satu tiket leg paddle, dua tiket sepeda, dan dua tiket ATV 2 km. Kedua paket cukup menguntungkan jika dibandingkan membeli tiket satu per satu.
Kalau Kawan sedang merencanakan perjalanan ke Bintan dan ingin sesuatu yang berbeda dari wisata pantai pada umumnya, Ekang Anculai layak masuk dalam daftar.
Datang lebih pagi supaya Kawan punya waktu leluasa untuk mencoba beberapa aktivitas sekaligus, dan jangan lupa cek ketersediaan paket bundling sebelum beli tiket satuan.
Selamat berkunjung, ke Desa Wisata Ekang ya Kawan GNFI!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


