Hari Bumi yang kita peringati setiap 22 April bukan sekadar seremonial. Ia dikaitkan erat dengan Senator Geylord Nelson yang mencetuskan Hari Bumi atas concern-nya pada kerusakan lingkungan dari tragedi Santa Barbara Oil Spill di California pada tahun 1969.
Kemudian, ada gelombang protes pada 1970, ketika 20 juta warga Amerika Serikat turun ke jalan, taman, dan auditorium menyuarakan peduli lingkungan. Mereka memprotes dampak buruk 150 tahun industrialisasi yang merusak kesehatan manusia dan lingkungan. Aksi inilah yang kemudian memicu lahirnya gerakan lingkungan modern dan pembentukan Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) di akhir tahun yang sama.
Namun, bagaimana dengan Indonesia? Apakah Kawan GNFI hanya ikut-ikutan? Ternyata tidak. Di balik peringatan global ini, Indonesia menyimpankabar baik yang perlu diketahui Kawan GNFI. Dari pembangkit listrik tenaga surya terbesar se-Asia hingga penemuan spesies laba-laba hantu pertama di Asia Tenggara, inilah momen spesial di Indonesia yang berkaitan dengan lingkungan!
1. Mengapa 22 April Juga Spesial bagi Indonesia?
Mengapa 22 April spesial bagi Indonesia? Jawabannya bukan karena FOMO, melainkan karena tanggal ini menjadi momen untuk mengapresiasi dan menyebarkan kabar baik tentang kemajuan lingkungan di negeri sendiri.
Tema Hari Bumi 2026 adalah "Our Power, Our Planet" memiliki arti kekuatan kita, planet kita. Tema ini sangat relevan dengan semangat gotong royong Indonesia.
2. PLTS Cirata: Pembangkit Surya Terapung Terbesar se-Asia di Tanah Air
Banyak yang belum tahu bahwa Indonesia memiliki salah satu pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung terbesar di Asia, yaitu PLTS Cirata yang terletak di Waduk Cirata, Jawa Barat. Dikutip dari laman Disway id, PLTS ini mulai dibangun pada 2021 dan resmi beroperasi pada November 2023. Dengan kapasitas 145 megawatt (MW), PLTS Cirata menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Keunikan panel surya terapung ini tidak hanya menghemat lahan darat, tetapi juga membantu mengurangi penguapan air waduk. PLTS Cirata mampu menghasilkan listrik untuk puluhan ribu rumah tangga tanpa emisi gas buang. Ini adalah langkah nyata Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke energi bersih yang berkelanjutan.
3. Rathalos inagami: Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Jawa
Masih dalam semangat Hari Bumi, dunia sains kembali dihebohkan dengan penemuan spesies baru di Indonesia. Dikutip dari laman INews.id, para peneliti berhasil mengidentifikasi Rathalos inagami, laba-laba unik yang ditemukan di Pulau Jawa. Spesies ini menjadi catatan pertama keberadaan 'ghost spider' (laba-laba hantu) di Asia Tenggara.
Rathalos inagami termasuk dalam famili Anyphaenidae dan diketahui hidup di area bambu, menunjukkan kemampuan adaptasi unik terhadap lingkungan tertentu.
Penemuan ini tidak hanya menambah daftar kekayaan hayati Indonesia, tetapi juga memperluas persebaran genus rathalos yang sebelumnya hanya ditemukan di China. Ini bukti bahwa hutan Indonesia masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap sekaligus pengingat betapa pentingnya menjaga habitat alami mereka.
4. Dari Menanam 500 Pohon Nangka hingga Gerakan Perempuan Situbondo
Tak hanya inovasi teknologi dan penemuan spesies, peringatan Hari Bumi 2026 juga dirayakan dengan aksi nyata di akar rumput. Di Jawa Barat, komunitas Kendangers menginisiasi gerakan "KENDANG TO EARTH" dengan menanam 500 bibit pohon nangka secara serentak di 16 titik kabupaten/kota.
Uniknya, gerakan ini dilandasi filosofi Sunda "Tinu Hirup, Jang Nu Hirup, Keur Kahuripan" yang berartiketerikatan batin antara seniman kendang dengan pohon nangka yang kayunya menjadi bahan utama alat musik tradisional.
Sementara itu, di Morowali Utara, Dinas Lingkungan Hidup menanam 50 pohon produktif (durian lokal, alpukat, langsat) sekaligus melakukan aksi bersih pantai dari sampah plastik di Pulau Tokonanaka
Tak kalah menarik, di Situbondo, peringatan Hari Kartini disinergikan dengan Hari Bumi melalui peluncuran program "Kampung PKK" yang mendorong perempuan sebagai garda depan pelestarian lingkungan, dengan puncak kegiatan penanaman pohon serentak pada 22 April 2026.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


