Pertjajah Luhur adalah nama sebuah partai politik di Suriname yang sebagian besar basis pendukungnya merupakan keturunan Jawa. Nama “Pertjajah Luhur” konon diambil dari bahasa Jawa yang berarti Penuh Kepercayaan (bahasa Inggris: Full of Trust).
Didirikan pada 1998, Partai Pertjajah Luhur bertujuan untuk mewakili suara masyarakat Jawa-Suriname. Pada pemilihan Parlemen Suriname 2025, Pertjajah Luhur menempati dua kursi dari total 51 kursi di Majelis Nasional.
Sejarah: Perpecahan Pendawa Lima dan Lahirnya Pertjajah Luhur
Disadur dari Netherlandse Omroep Stichting (NOS), sebuah organisasi penyiaran publik terbesar di Belanda, partai ini lahir akibat adanya perpecahan di dalam tubuh partai Pendawa Lima (umumnya ditulis sebagai Pendawalima). Partai ini merupakan parpol Jawa yang didirikan di Suriname pada tahun 1977.
Saat itu, Pendawa Lima memiliki empat kursi di parlemen. Namun, ada dua anggota parlemen mendukung pemerintahan Wijdenbosch, eks Presiden Suriname. Padahal, secara resmi, kebijakan Pendawa Lima adalah bergabung dengan koalisiNieuw Front voor Democratie en Ontwikkeling (Front Baru untuk Demokrasi dan Pembangunan) yang merupakan opisisi.
Alih-alih menjadi oposisi, dua orang yang “membelot” tadi malah memberikan suara untuk Presiden Wijdenbosch. Dari sinilah awal mula perpecahan internal Pendawa Lima terjadi.
Pihak pertama alias si ketua partai, Paul Somohardjo, bersikukuh ingin partai mereka tetap konsisten sebagai oposisi yang melawan pemerintah. Di lain sisi, pihak kedua atau si ketua fraksi, Mohamed Kasto dan satu temannya di parlemen itu mendukung pemeritah.
Akibat perbedaan suara ini, partai jadi terpecah. Somohardjo sebagai ketua partai merasa tidak punya kontrol lagi atas anggotanya di parlemen.
Walhasil, Somoharjo yang merasa dikhianati mencoba memecat mereka dan melarangnya menggunakan nama “Pendawa Lima”. Bahkan, ia membawa kasus ini sampai ke pengadilan. Sayangnya ia kalah.
Hakim justru memutuskan dua orang yang dianggap berkhianat tadi menang, sehingga mendorong Somohardjo dan pengikutnya membuat partai baru. Partai itu kemudian dinamakan “Pertjajah Luhur”.
Pemilu 2005 menjadi momen pembuktian, di mana ia mendapatkan enam dari 23 kursi di parlemen. Sebaliknya, Pendawa Lima justru tidak meloloskan satu orang pun.
Uniknya, Somohardjo kemudian dianggap sebagai pemimpin mutlak bagi pemilih keturunan Jawa di Suriname. Ini dikarenakan empat partai Jawa yang ada di Suriname berhasil dilebur dan masuk ke dalam Pertjajah Luhur.
Pertjajah Luhur dan Filosofi Gotong Royong Ala Wong Jowo
Merangkum dari situs resmi Pemerintah Suriname, Pertjajah Luhur disebut sebagai parpol yang memiliki peran krusial di kancah politik Suriname. Bahkah, Presiden Chandrikapersad Santokhi mengibaratkan Pertjajah Luhur sebagai “partai yang tak pernah tidur”.
Partai ini memiliki memiiki ideologi yang diambil dari filosofi Gotong Royong. Filosofi ini dimaknai sebagai “memikul beban di pundak yang sama”. Secara sederhana, gotong royong berarti saling berbagi beban di antara masyarakat.
Sebagai tambahan informasi, kata “gotong royong” berasal dari bahasa Jawa, yakni gotong dan royong. “Gotong” berarti pikul atau angkat, sementara “royong” diartikan sebagai bersama-sama. Hal ini menunjukkan bahwa partai ini masih menjunjung tinggi identitas mereka sebagai keturunan wong Jowo di Suriname. Unik, ya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


