aiesec in semarang soroti 6 minggu perjalanan sahwahita zahra mengabdi dan menemukan makna di thailand melalui program global volunteer - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in Semarang Soroti 6 Minggu Perjalanan Sahwahita Zahra Mengabdi dan Menemukan Makna di Thailand melalui Program Global Volunteer

AIESEC in Semarang Soroti 6 Minggu Perjalanan Sahwahita Zahra Mengabdi dan Menemukan Makna di Thailand melalui Program Global Volunteer
images info

AIESEC in Semarang Soroti 6 Minggu Perjalanan Sahwahita Zahra Mengabdi dan Menemukan Makna di Thailand melalui Program Global Volunteer


Sahwahita Zahra atau kerap dipanggil Rara, salah satu Integrated Exchange Participant (IXP) dari program Global Volunteer di Thailand. Melalui program ini, Rara diajak untuk mengikuti kegiatan sukarelawan, mempelajari budaya, dan pengabdian dalam bidang pendidikan. Kegiatan sukarelawan selama 6 minggu ini mampu memberikan pengalaman sehingga memberikan pengembangan diri baik secara soft skills dan hard skills bagi Rara sekaligus berkontribusi dan memberi dampak nyata.

Rara adalah seorang mahasiswa Universitas Diponegoro jurusan Hubungan Internasional angkatan 2023 yang memiliki ketertarikan terhadap kegiatan sukarelawan dan mendapatkan international exposure sejak menjadi mahasiswa baru. Hal ini yang mendorong Rara untuk menjadi bagian dari AIESEC in Semarang melalui JOIN AIESEC 2024 dan kini ia menjadi International Relations Team Leader. Rara percaya bahwa melalui Global Volunteer ini Rara dapat mengimplementasikan nilai-nilai AIESEC secara nyata.

Global Volunteer Hadir sebagai Wadah Pertukaran Budaya

Global Volunteer adalah program sukarelawan selama 6 minggu di luar negeri dengan menyelenggarakan berbagai proyek dengan landasan utama yaitu Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini memberi kesempatan bagi generasi muda di Indonesia untuk mengembangkan diri dan mengambil peran aktif di negara lain. Global Volunteer hadir untuk menjawab kebutuhan akan pertukaran budaya antar negara agar menambah perspektif dan wawasan baru.

Perjalanan Rara dalam Global Volunteer berawal ketika keinginan dia untuk mengambil peran dan dampak nyata ketika ia menjadi Customer and International Relations (Southeast Asia Region) Team Member of Outgoing Global Volunteer. Banyak sekali pertimbangan Rara hingga ia memutuskan Thailand sebagai destinasi untuk menjalankan program ini. Ia telah melalui observasi kepada Exchange Participant (EP) pada tahun sebelumnya untuk meyakinkan bahwa Thailand adalah tujuan negara yang tepat bagi dirinya.

I love their cultures, their comedies, their languages, and I listened to their old bands. I thought, kalau aku mau 100% commit in making impacts, aku akan memilih untuk pergi ke negara yang memang aku suka”, ujar Rara.

baca juga

Thailand Menjadi Negara Pilihan untuk Terjun dalam Proyek Nyata

Hingga pada akhirnya Rara memutuskan Thailand sebagai negara tujuan, tepatnya di Sawasdee Thailand Thammasat University. Sebelum nantinya terjun dalam proyek nyata, Rara perlu menjalani proses persiapan – Incoming Preparation Seminar (IPS) merupakan kegiatan untuk membekali Exchange Participant (EP) mengenai bahasa Thailand secara umum dan cara mengajar terhadap anak-anak.

Tentunya selama perjalanan dalam Global Volunteer ini Rara tidak sendiri karena ditemani oleh EP Buddy, yaitu teman-teman dari Thailand yang menemani Rara dari awal hingga akhir. Hal ini yang membuat Rara merasa sangat disambut sehingga merasa terbantu dan mendapatkan kenyamanan selama di Thailand.

Rara bersama teman-temannya di Thailand selama Global Volunteer.

Bentuk pengabdian dalam kegiatan sukarelawan ini dilakukan ketika Rara terjun di suatu sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, tepatnya di desa Chai Badan, kota Lopburi. Sekolah yang memiliki nama Ban Bo Nam ini merupakan sekolah tingkat kanak-kanak dan dasar, yang berada di suatu jalan pedesaan yang sangat sepi.

Selama kegiatan sukarelawan ini, Rara ditugaskan untuk mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris dan Seni Budaya di seluruh kelas baik dari TK hingga SD. Hal ini cukup menantang bagi Rara karena perlu mengajar murid dari seluruh kelas dan harus datang ke sekolah sejak 06.30 pagi hingga 16.00 sore, apabila tidak ada ada kegiatan tambahan.

The journey was really fun! Tentunya sebagai seorang pengajar, Rara menjadi semakin memahami tingkah dan perilaku anak-anak. Rara menyatakan bahwa anak-anak sangat aktif dalam kegiatan belajar mengajar, memiliki keinginan tahu yang tinggi, and always being honest. Rara benar-benar bersyukur telah dipertemukan oleh anak-anak yang menjadi memori yang sangat berkesan dan pembelajaran bagi dirinya.

Meskipun dengan berbagai kewajiban yang perlu dituntaskan selama program ini, Rara menikmati segala prosesnya sebagai bentuk pengembangan diri. Tentunya hal ini juga berkat dukungan orang-orang di sekitar Rara pada saat itu, salah satunya adalah kepala sekolah Ban Bo Nam yang bernama P’Tim.

Selama melakukan proyeknya di sekolah tersebut, Rara diberikan tempat tinggal bersama keluarga P’Tim yang memberikan sambutan hangat serta menyediakan kebutuhan dasar bagi Rara. Sebagai ucapan terima kasih, Rara seringkali membantu usaha yang dimiliki oleh P’Tim yaitu restaurant pizza pada hari Sabtu. Di luar kesibukan ini Rara juga masih memiliki waktu untuk menjelajahi berbagai tempat menarik yang dikunjungi di Thailand bersama teman-temannya.

Tantangan Hadir sebagai Pelengkap Perjalanan Rara serta Mendorongnya untuk terus Beradaptasi

Perjalanan selama 6 minggu bukanlah hal yang singkat. Tentunya terdapat tantangan yang dihadapi oleh Rara yang menjadi hambatan terutama ketika pertama kali mengajar. Dalam awal proyeknya Rara merasa kesepian dan ketakutan karena harus mengajar sendiri, tanpa guru pendamping.

Termasuk ketika kegiatan belajar mengajar akan menjadi suatu kesulitan karena perbedaan bahasa dan cara berkomunikasi. Selain itu, tidak hanya anak-anak dengan kondisi normal saja yang seringkali sulit diatur tetapi Rara juga mengajar anak disabilitas. Berbagai tantangan ini mendorong Rara untuk melatih kesabaran dan beradaptasi dengan perannya.

Namun, anak-anak ini justru mendorong Rara untuk senantiasa bersemangat dalam mengajar karena perilaku mereka yang memberikan afirmasi positif dan menyenangkan. Selain itu, guru-guru di sekolah tersebut sangat terbuka dan banyak membantu selama di sekolah tersebut sehingga Rara dapat berkonsultasi apabila ada masalah atau hal yang perlu ditanyakan. Terlepas dari kegiatan di sekolah, guru-guru ini justru mengajak Rara jalan-jalan di akhir pekan karena memiliki kesamaan hobi.

Proyek Rara dalam kegiatan sukarelawan ini ditutup pada acara English Camp. Acara ini merupakan kolaborasi bersama dua Exchange Participant yang lain dengan fokus utama adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris terhadap 120 murid di sekolah tersebut. Acara ini menjadi penutup yang sangat memorable dan emosional karena banyak tangisan yang keluar ketika Rara melakukan pidato perpisahan pada saat itu.

Global Volunteer memberikan kesan dan pengalaman yang luar biasa bagi Rara. Perjalanan selama enam minggu ini mampu memberikan perkembangan diri yang tidak tergantikan bagi dirinya. Kegiatan belajar mengajar membuat Rara semakin menghargai dan memaknai profesi seorang guru yang sangat mulia tugasnya. Sebagai bagian dari member AIESEC in Semarang, Rara juga mampu mengimplementasikan salah satu nilai yaitu Living in Diversity dimana ini diwujudkan dengan menghargai perbedaan budaya dan agama.

baca juga

Understanding others is the foundation of peace,” — Bhumibol Adulyadej

Rara dan teman-temannya mencoba pakaian khas Thailand.

Melalui program Global Volunteer ini, Rara dibentuk menjadi seorang yang semakin berani dalam menghadapi berbagai tantangan dengan sikap yang lebih mindful. Perjalanan Rara ini tidak hanya memberikan dampak positif untuk pengembangan diri dan memperluas perspektif global tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata pada dunia pendidikan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.