Berbicara mengenai emansipasi wanita di Indonesia, tentunya tak bisa dilepaskan dari tokoh pahlawan perempuan yang berasal dari Jepara Jawa Tengah, yaitu Raden Ajeng Kartini.
Kartini merupakan sosok pelopor emansipasi wanita. Ia memperjuangkan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang setara, kesempatan yang sama, terlepas dari keterbelakangan dan kebodohan, serta terbebas dari belenggu budaya dan ikatan adat.
Kini, semangat Kartini terus bergelora dalam diri para perempuan Indonesia. Hal tersebut terlihat dari perkembangan pesat pada setiap perempuan yang mulai berani bersuara, mengenyam pendidikan tinggi, hingga berlomba-lomba untuk memberikan dampak yang positif bagi lingkungan.
Menariknya di zaman sekarang emansipasi wanita itu tidak sebatas tentang memperjuangkan kesetaraan saja. Banyak sekali bentuk emansipasi yang dapat diwujudkan dalam kegiatan sehari-hari. Apa saja?
1. Perempuan Mendapatkan Kesempatan Bekerja yang Setara
Salah satu bentuk nyata emansipasi wanita saat ini adalah semakin banyaknya perempuan yang mendapatkan karir yang setara. Kita bisa lihat dari lingkungan kerja yang pimpinannya dijabat oleh perempuan. Tak hanya itu, jabatan atau profesi strategis pun sekarang semakin masif diduduki oleh kaum perempuan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki kemampuan untuk memimpin, berdedikasi tinggi, profesional, serta memiliki integritas dalam menjalankan profesinya.
2. Memberdayakan Perempuan Lewat Komunitas
Seperti yang telah kita ketahui, sebuah komunitas perempuan bukanlah sebuah hal yang tabu di zaman sekarang ini. Perempuan mulai berlomba-lomba untuk membuat atau mengikuti kegiatan tersebut. Mulai dari komunitas pengembangan karir, hobi, pendidikan, peningkatan keterampilan dan ekonomi, serta dukungan sosial.
Keikutsertaan perempuan dalam komunitas akan membentuk sebuah peran dan status yang kuat di lingkungan masyarakat, meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan potensi fisik dan kemampuannya, menjadi wanita yang mandiri, terarah hidupnya, dan menciptakan kesetaraan gender.
3. Akses Pendidikan yang Semakin Terbuka Bagi Perempuan
Dahulu, perempuan sangat dibatasi akses pendidikannya. Mereka terikat oleh adat dan budaya, difokuskan hanya untuk mengerjakan pekerjaan domestik, dan sering mendapatkan ketidakadilan di lingkungan sosialnya.
Akibatnya perempuan hanya tunduk dengan sang suami atau kaum laki-laki, mereka dibungkam, tidak memiliki daya, rentan terhadap kekerasan dan pernikahan dini, bahkan dibatasi geraknya dalam pengambilan keputusan.
Lalu, Kartini hadir dengan harapan dan semangat yang besar untuk melepaskan perempuan dari belenggu tersebut.
Di era sekarang, semuanya sudah sangat berubah. Perempuan memiliki akses pendidikan yang setara, bahkan berlomba-lomba untuk mengenyam pendidikan yang setinggi-tingginya.
Hasilnya? Sekarang perempuan bebas bahkan vokal dalam menyuarakan ketidakadilan, melindungi sesama perempuan, dan lain-lain.
4. Kebebasan Berpendapat di Ruang Digital
Kehadiran ruang digital merupakan suatu hal yang krusial karena menjadi pintu gerbang bagi perempuan untuk mengembangkan potensinya, serta sebagai wadah untuk mengakses edukasi, menyampaikan pendapat terkait isu-isu terkini, hingga sebagai ruang aspirasi untuk berekspresi.
Oleh karena itu, kebebasan di ruang digital bagi perempuan sangatlah penting demi menciptakan lingkungan digital yang lebih inklusif dan setara. Dengan begitu perempuan akan menjadi lebih cakap dalam berteknologi, serta dapat berkontribusi dalam memberdayakan komunitasnya dan melawan bias gender di lingkup digital.
Jika dahulu Kartini berjuang untuk melepaskan perempuan dari belenggu patriarki, sekarang perjuangan itu berubah menjadi perempuan yang berusaha untuk menghidupi dirinya sendiri, untuk memberikan kualitas hidup dan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya, menciptakan ruang aman bagi sesama perempuan, dan memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.
Ayo! Semangat untuk para seluruh perempuan di Indonesia, bersama kita bangun peradaban di negara ini dan mendidik generasi yang cemerlang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


